Tampilkan postingan dengan label Praktikum-zzz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Praktikum-zzz. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

Minggu Tenang

Di kampus Mila, sekarang judulnya lagi "Minggu Tenang". Tapi kayaknya orang-orang sudah menyalahgunakan makna dari minggu tenang, dan sekarang jadi berasa "Minggu Tegang". Semua praktikum mengadakan ujian akhir praktikum pada minggu tegang. Minggu yang seharusnya mahasiswa menenangkan diri dan pikiran mereka, sehingga pada saat UAS mereka dapat mengerjakan soal-soal dengan baik.

Hari ini, Mila ada ujian akhir praktikum Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan. Besok Mila ada ujian akhir praktikum Pertanian Berlanjut. Lusa Mila ada ujian akhir praktikum Manajemen Hama dan Penyakit Terpadu.

Kemarin malam, Mila asyik dengan laptop dan segala isinya, sehingga Mila nggak maksimal belajar untuk UAPnya. Malam ini, Mila juga tetep asik dengan laptop. Tapi tadi siang sudah baca-baca modul praktikum. Abis gini Mila mau belajar deh. Biar besok lancar ngerjainnya.

Anyway, mohon doanya ya sodara-sodara. Semoga besok saya bisa mengerjakan semua soal dengan baik dan mendapatkan nilai yang baik pula. Aamiin. :)

Love,
Meela xx.

P.S: Maap, pikiran lagi kacau, nyampah di blog deh, apalagi paragraf ketiganya itu, meaningless banget. Susah dibacanya juga. :P

Selasa, 18 Oktober 2011

Mbak Nina

Nggak pake basa-basi ya, Mbak Nina yang mau Mila ceritakan di sini adalah Asisten Mata Kuliah Pertanian Berlanjut dan Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan, kadang-kadang juga menjadi Asisten Managemen Tanah Berlanjut. Semester ini, hampir tiap hari Mila dan teman-teman Kelas C ketemu sama Mbak Nina. Mbak Nina orangnya pinter. Pasti dong. Secara Mbak Nina jadi Asisten Dosen, pasti Pinter. Mbak Nina juga murah senyum. Senyumnya juga manis loh, sama kayak senyumnya Mila. Uups, kok jadi promosi Asisten gini ya? Maaf lo Mbak Nina (dan pacarnya, kalau punya, atau suaminya). Tapi Mila jujur kok, sodara-sodara.

Nah, karena saking seringnya ketemu sama Mbak Nina, si Ilfa yang super heboh menyebut geng kita (cieeeh, geng-geng-an) dengan "Mbak-Nina-Holic". Sebenernya yang mengakui ke-eksisan "Mbak-Nina-Holic" itu cuma si Ilfa aja. Kita mah cuman ikut-ikutan.

By The Way, Bus Way, masih inget kan acara FieldTrip di Poncokusumo kemarin? Kebetulan banget Mbak Nina itu menjadi pendamping anak-anak kelas C. Dan tau sendiri kan, kalo kita-kita (kita? elo aja kali, gue enggak) lagi Fieldtrip mesti bawaannya pengen foto-foto. Ternyata eh ternyata, Mbak Nina kena getahnya juga. Wal hasil, di kumpulan foto-foto di kamera si Hanif ada satu fotonya Mbak Nina yang I think it looks great. Penasaran sama fotonya? Tenang saja. Ini lah tujuan Mila bikin postingan ini, karena disuruh si Ilfa buat ngupload fotonya Mbak Nina di blog.

Okay sodara-sodara, check this out!
Mbak Nina w/ her camera

Mbak Nina: compressed, it should be better than this
Nah, gimana? Lumayan kan Mbak Nina? Mila bukan promosi lo ini. :D

Senin, 17 Oktober 2011

Materi Praktikum Fisiologi Tanaman - Resistensi Difusi Gas

Resistensi adalah hambatan yang dilalui oleh suatu gas karena bergerak secara acak melalui perbedaan gradien konsentrasi.

Difusi adalah pergerakan acak suatu molekul yang merupakan akibat perbedaan gradien konsentrasi dari tinggi ke rendah.

Resistensi Difusi Gas adalah kemampuan daun untuk menahan molekul-molekul gas yang kan masuk.

Macam-macam RDG:
  1. Resistensi Lapisan Batas (Bpundary Layer Resistance), diakibatkan oleh perbedaan bentuk luar dari permukaan. Berada di permukaan daun. Dipengaruhi oleh: 1) angin: semakin besar angin, maka semakin besar pula tahanannya; 2) luas permukaan daun: semakin luas permukaan daun, maka semakin besar pula tahanannya.
  2. Resistensi Stomata (Stomata Resistance), diakibatkan oleh mekanisme buka-tutup stomata. Dipengaruhi oleh: 1) konsentrasi K+; 2) suhu daun dan lingkungan; 3) kadar pati pada sel penjaga.
  3. Resistensi Mesofil (Mesophyl Resistance), diakibatkan oleh kerapatan sel palisade atau bunga karang. Dipengaruhi oleh ketebalan daun: semakin tipis daun, maka tahanannya semakin kecil.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Catatan dari Fieldtrip Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan


Fieldtrip Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2011 di Poncokusumo. Pada fieldtrip tersebut terdapat 6 materi yang harus diamati dan dianalisis. Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya serta untuk menghemat waktu, sebelum bekerja, kelompok kelas dibagi menjadi 4 kelompok kecil yang masing-masing bertanggung jawab terhadap materi yang telah ditentukan. Kelompok kami, yaitu kelompok pertama, bertanggung jawab terhadap materi 2 dan materi 3. Materi 2 tentang Mengenal Jenis-jenis Erosi dan materi 3 tentang Menetapkan Faktor-faktor Erosi Tanah Metode USLE. Karena materi 2 dan materi 3 masih berkaitan, kami tidak membagi kelompok kecil yang ada menjadi kelompok yang lebih kecil lagi. Tetapi, kami secara bersama-sama segera melakukan pengamatan dari bagian atas lahan yang telah ditentukan. Pertama-tama, kami mengidentifikasi macam-macam erosi yang terjadi di lahan apel dan mendokumentasikannya. Kemudian di lanjutkan di lahan sengon yang letaknya lebih bawah serta lahan talas.

My team!


Selama pengamatan lapang tersebut, kami menemukan berbagai macam erosi dengan tingkatan yang bervariasi. Erosi yang paling banyak terjadi ialah erosi massa (longsor) dengan tingkatan yang rendah. Erosi massa tersebut terjadi di ujung dari teras-teras yang telah dibuat oleh petani di daerah tersebut. Meskipun para petani telah melakukan tindakan konservasi berupa teras bangku, namun, terdapat beberapa kesalahan pada teras bangku yang dibuat oleh para petani tersebut. Pertama, bidang olahnya datar dan cenderung miring keluar. Teras bangku yang demikian akan menyababkan erosi masa pada ujung teras. Erosi masa menyebabkan beberapa bagian dari tanah berpindah dari bagian atas ke bagian yang lebih bawah dan meninggalkan sedimen atau endapan di bagian bawahnya. Erosi ini tidak meninggalkan bekas berupa aliran maupun cekungan. Faktor penyebabnya yang kedua ialah kurangnya tanaman penguat teras di lahan tersebut. Sehingga apabila hujan turun dengan deras, dan terjadi runoff dengan membawa partikel-partikel tanah, tidak ada yang akan menahan partikel-partikel tanah tersebut. Akibatnya tanah akan terbawa ke daerah yang lebih bawah lagi.

Erosi massa tingkat ringan
Selain erosi masa, pada lahan tersebut juga banyak ditemui adanya erosi percikan. Erosi percikan dapat dilihat dari adanya cekungan-cekungan di permukaan tanah yang menunjukkan bahwa ada beberapa partikel tanah yang terangkut ke bagian di sekitarnya. Erosi percikan disebabkan oleh kurangnya tutupan lahan di lahan tersebut.

Erosi yang lainnya adalah erosi alur. Pada tanah yang mengalami erosi alur terdapat bekas aliran air selain jalan atau saluran air. Namun ukuran dari alur yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan erosi gully atau selokan. Erosi selokan meninggalkan bekas aliran air dengan ukuran yang sangat lebar dan membentuk parit. Erosi selokan juga ditemukan di daerah tersebut.

Erosi alur
Setelah mengidentifikasi macam-macam erosi yang terdapat di lahan tersebut, selanjutnya kami mulai mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk perhitungan tingkat erosi tanah dengan metode USLE. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses erosi tanah, yaitu erosivitas, erodibilitas, faktor lereng, faktor tanaman, dan faktor pengelolaan manusia, yang dapat dituliskan dalam fungsi E = f (RxKxLxSxCxP).

Kelerengan curam
Untuk perhitungan erosivitas, kami tidak perlu melakukan pengamatan karena kami telah diberi data sekunder oleh Asisten yang mendampingi kami. Demikian pula untuk perhitungan erodibilitas, kami hanya perlu memasukkan data-data sekunder yang telah kami dapat ke dalam rumus yang telah ditentukan dan membandingkannya dengan menggunakan nomograph. Untuk faktor lereng, perlu diadakan pengukuran panjang lereng dan kemiringan lereng. Untuk mengukur panjang lereng, kelompok kami dibantu dengan kelompok lain yang juga memerlukan data panjang lereng. Panjang lereng yang diukur dialah panjang lereng aktual dan pengukurannya menggunakan tali rafia. Pertama-tama kami mengukur panjang tiap teras kemudian kami mengalikan panjang tiap teras dengan jumlah teras yang ada dari atas hingga bawah. Setelah itu, untuk mengukur kemiringan lereng, kami menggunakan alat yang bernama klinometer. Panjang lereng dan kemiringan lereng pada tiap SPL yang telah ditentukan akan berbeda-beda. Untuk kemiringan lereng, pada SPL 1 ialah 85%, SPL 2 50%, dan SPL 3 58%. Selanjutnya ialah faktor tanaman yang bergandengan dengan faktor pengelolaan. Untuk mengetahui besarnya faktor tanaman dan pengelolaan, kami cukup melakukan observasi terhadap jenis tanaman dan pengelolaan yang diterapkan oleh petani di lahan tersebut.

Setelah seluruh data yang kami butuhkan terkumpul selanjutnya kami melakukan diskusi untuk membahas upaya pengendalian yang dapat dilakukan terhadap macam-macam erosi yang ditemukan di lahan tersebut. Selain itu, kami juga memasukkan data-data sekunder serta data-data hasil observasi dan pengukuran yang telah kami lakukan ke dalam rumus sehingga didapatkan erosivitas, erodibilitas, faktor lereng, tanaman, dan pengelolaannya, serta dapat mengetahui tingkat erosi di lahan tersebut.
Me, he said my smile is charming. :x

Rabu, 21 September 2011

Behind the Scene Praktikum Bioteknologi

Semester ini Mila mendaftarkan diri menjadi asisten Bioteknologi. Meskipun masih ada beberapa masalah internal yang nggak bisa Mila ceritain, jadi, Mila masih belum pasti diterima menjadi asisten. Ada satu tahap seleksi lagi yang harus Mila ikuti. Tapi, tadi sore, Mila dan (calon) asisten Bioteknologi mencoba untuk membuat video tutorial pengenalan alat dan bahan di laboratorium. Ini lah salah satu cuplikannya.

Kumus-kumus banget deh tampang Mila di situ. Iya lah, secara, syutingnya sore, sedangkan Mila dari pag-pagi buta uda beredar di kampus. Tinggal sisa-sisanya aja tuh. But, my smile saves me I think. Well, I know, no beautiful girl says she's beautiful, but, I really love my smile. I don't know why. :)

Kamis, 09 Juni 2011

Soil Survey and Land Evaluation - It Teaches Me So Much Things

Remember about Fieldwork I wrote on my old posts? Today is like the end of that Fieldwork.

First, I thought, today would be the hardest day on this semester.
It's because today was the day my team and I presented our fieldwork's report.
But, it was so fun today.
Our presentation was so far from what we imagined. It's cool! :D
Honestly, I don't really understand the subject, but it teaches me so much things.
Not only about "Soil Survey and Land Evaluation", but also about teamwork (read: friendship)

STELAS's fierce-looking assistants look very friendly and nice today. I don't know why, but, I hope it's not temporary or only a fake. I hope they were being nice because they want to be nice. I think they all are nice, anyway.

And after our presentation today, my expenses seemed to fade away. Yes, this is not the real ending. And, it could be the beginning of the new adventures. But it can't bring me down!

Coming soon..
- Final lab exam Seed Production Technology (UAP Teknologi Produksi Benih),
- Agroecosystem Managemen Fieldtrip Presentation (Presentasi Manajemen Agroekosistem),
- Final lab exam Soil Survey and Land Evaluation (UAP Survei Tanah dan Evaluasi Lahan),
- and so on.

Fight for the best!

Love, Meela xx. :)

Jumat, 27 Mei 2011

Fieldwork VS Fieldtrip

2 weeks ago, I told you that I would share my stories when I was doing "Fieldwork" with my Team. But, I didn't have much time to write about it. And, because it's friday-night, and I'm currently not doing any homework, I decided to fulfill my promise. Actually, I have so many homeworks. But, at this time I just don't wanna remember them for awhile.

Okay, I don't wanna waste too much time, so, here are some photos of my Fieldwork 3. :)

Some of my Team. Left-Right: Brian, Sevi, Me, Uus, Isti, Rezita, Lilik, Tanti, Nila, Icha, Sinta.



While my Girls were busy with her stuff, my friend took a photo, and I was the only one who realized it. :D



I touched the mountain. Err, Is it mountain or only a hill?



I posed, while the bird's flying across the sky. And my camera captured it.



Me and Rezita, about to make a love sign, but, suddenly Isti came and destroy all.


By the way, did you all know what we did there? Took photos? NO. BIG no! We observed the soil at 11 points. We needed 2 days to finish those 11 points. But, over all, I really loved that 2 days of fun.

Now, I'm gonna share another story of me. It's Manajemen Agroekosistem Fieldtrip. Me and my friends go to Junggo, Batu, to observed pest, disease, soil, and anything linked with the agroekosistem on an apple plantation. Mr. Imam Gozali is the owner of that plantation. Unfortunatelly, I don't have his photo. But, I have some photos of me and my friends. Here they are.

My friends (left-right): Ria, Hanif, Dyla, Me, Evana, Faris, Habib.



This is me!! My innocent face. Really like this photo. Thanks to Ria who took it.



Me and Faris. Busy on observing the pests and diseases on apple trees.



Me with apple tree. So natural, yeah?



And, the last is photos of my friends. Look, how narcissistic they are.


Well, that's all my story from Fieldtrip and Fieldwork. For bonus, I give you this 2 beautiful photo-taken by me free! :D





Love,
Meela xx.

Jadi Asisten Tiga Mata Kuliah?

Assalamualaikum, Dunia!

Mila belom cerita kan ya? Kalo semester ini, Mila jadi asisten praktikum 3 mata kuliah sekaligus! Dasar Perlindungan Tanaman, Pemuliaan Tanaman, dan Bahasa Inggris. Untuk Dasar Perlindungan Tanaman, ini sudah kali kedua Mila menjadi asisten praktikum, jadi Mila sudah sedikit terbiasa. Kalo untuk Pemuliaan Tanaman, baru kali pertama, tapi karena Mila interested sama Pemuliaan Tanaman, Mila jadi nggak begitu kagok. Untuk Bahasa Inggris, ini benar-benar pengalaman yang Wow!

Ya, Mila memang sangat interested sama English, tapi, jadi asisten praktikum English adalah sesuatu yang nggak pernah terbayangkan sebelumnya. Mila sendiri juga ngerasa apa yang Mila miliki masih belum pantas untuk menjadi seorang asisten praktikum English. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Jadi, Mila berusaha sebaik mungkin untuk menjadi asisten English yang baik dan benar.

2 praktikum sebelumnya sudah mau mendekati akhir, sementara praktikum English baru saja dimulai. Untuk DPT, Tinggal presentasi dan UAP. Sekilas curhat tentang praktikan DPT Mila boleh kan? Praktikan DPT Mila itu anak beda jurusan tapi masih satu fakultas sama Mila. Yaitu jurusan Agribisnis. Satu tahun di bawah Mila (mayoritas), tapi ada 3 praktikan yang lebih tua dari Mila. Praktikan mayoritas Mila anaknya campur aduk. Ada yang rajin, ada yang aktif, ada yang songong juga. Tapi mereka lebih penurut dari pada praktikan PT. Mereka kalau disuruh A ya A, kadang-kadang mereka nggak menuruti sih, tapi mereka nggak membantah omongan Mila. That's the positive side of my DPT's students. Tapi, negatifnya adalah, saat postest dan mengerjakan laporan dan tiket masuk, hampir 75% dari mereka penganut paham copy paste. Mila paling nggak suka sama orang yang hobinya copy paste! Kasian yang dicopy, keenakan yang memaste! Jadi, buat praktikan yang un-copypaste-type, Mila kasih nilai yang lebih tinggi dari mereka yang copypaste-type.

Kalau praktikan PT, jujur, kekompakan mereka lebih terasa. Tapi, ya kadang-kadang kompaknya negatif. Masak, Mila disms 10 sms yang sama pada jam, menit, dan detik yang sama. Gimana Mila nggak kesel coba? Trus mereka nggak mau dikasih tugas ataupun postest. Mila sih nurutin mereka aja. Toh, posisi Mila hanya sebagai asisten yang mendampingi mereka dalam memahami PT secara lebih mendalam. Tapi, jangan salahkan Mila kalau nilai mereka juga kurang. Dibalik kekompakan negatif mereka itu, mereka anaknya bersemangat dan menyenangkan (nggak semua sih). Jadi, kalau selesai ngasisteni PT, jadi semangat dan badmood hilang. Sayangnya, praktikum PT sudah berakhir, tinggal UAP saja. I'll miss my students soon. :(

Nggak seperti DPT dan PT, kalau English, Mila masih belum mengenal praktikan Mila. Jelas aja, kan masih baru satu kali pertemuan. Itu pun nggak semuanya dateng. Tapi, sekilas sih, kayaknya mereka juga termasuk kategori "praktikan baik-baik" deh. Semoga saja.

Begitulah sekilas curhat tentang praktikan-praktikan Mila. Bukannya mau pamer atau apa sih. Mila pengen berbagi kisah aja sama teman-teman di luar sana. Jadi asisten praktikum itu enak lo. Tapi, kalau jadi asisten, jangan terlalu "ngebosi". Praktikan juga manusia. Jangan dieksploitasi seenaknya. Apalagi dikasih tugas banyak-banyak. Terus laporan masih juga ACC---. Kan kasian mereka. Ups, maaf, ini kayaknya bagian dari curcol Mila juga. Cut cut cut!!

Sekian dulu deh curhatan Mila. Meskipun geje, semoga bermanfaat buat yang membaca. Amin. At last but not least, Mila berharap, apa yang Mila lakukan selama ini, khususnya dalam menjadi asisten, bisa bermanfaat buat orang lain, khususnya buat praktikan Mila. Semoga semuanya bisa mengerjakan soal UAP dengan lancar dan mendapatkan nilai yang bagus-bagus. Amin amin amin. Kurang baik apa asistem macam Mila gini? :DD

Love,
Meela xx.

Sabtu, 14 Mei 2011

Survei, Survei, dan Survei

Karena sudah lama sekali nggak nulis di blog, rasanya tangan ini gatel dan pengen nulis lagi, lagi, dan lagi. Tapi, setelah menengok ke arah jam di pojokkan laptop, ternyata sudah jam 23.49, sedangkan besok Mila ada kuliah tamu jam setengah delapan, dan subuh Mila mau mandi, dan setelah itu Mila mau ke pasar. Jadi, dari pada besok ngantuk, sebaiknya Mila nulisnya besok lagi aja. :D

Tapi, supaya nggak penasaran, Mila tinggalin satu foto pas lagi survei kemarin ya? This is it!

Yang paling clink-clink dan blink-blink itu adalah Mila. :D~

Rabu, 22 Desember 2010

Catatan Akhir Tahun

Sebenernya Mila ga punya bahan yang bisa diceritain, tapi Mila lagi pengen nulis! haha. Enaknya Mila nulis tentang apa ya? Ok, karena sekarang bulan Desember, artinya, sebentar lagi tahun baru, jadi Mila mau bikin semacam catatan akhir tahun gitu. Sebenernya Mila mau bikinnya pas kemaren tahun baru Hijriyah, soalnya kan Mila orang Islam, tapi sayangnya pas kemaren itu Mila lagi super sibuk karena banyak tugas, laporan, praktikum, dan kawan-kawan. Baiklah, ayo kita mulai!


Dimulai dari bulan Januari! hemm, bulan januari Mila ngapain ya? (satu jam kemudian.. dua jam kemudian.. tiga jam kemudian.. SEBULAN kemudian.. :D) waduh, Mila uda lupa apa aja yang sudah Mila lakukan. haha. So how? Dilanjutkan gak nih nulisnya? :D


Hemm, Mila mau cerita tentang kegiatan baru Mila aja deh, yaitu sebagai Asisten Praktikum. Sebenarnya Mila maunya jadi asisten praktikum genetika, karena Mila uda cinta mati sama genetika, tapi karena beberapa hal, akhirnya Mila ga daftar jadi asisten genetika, tapi daftar jadi asisten DPT (dasar perlindungan tanaman). Alasannya karena Mila pengen masuk HPT. Supaya ilmu tentang DPTnya ga hilang dan bisa nambah-nambah ilmu, sekalian mengamalkan ilmu, dan dapet uang juga cuy! Asik bukan? haha.

Praktikan Mila ada 22 orang. Tapi Mila ga mau cerita tentang praktikan Mila. Kenapa? Karena jaman sudah canggih, dan sewaktu-waktu mereka bisa baca tulisan Mila ini, dan bakal kesebar gosip di kampus deh. :D (kebanyakan nonton sinetron nih..)


Ngomong-ngomong tentang sinetron, Kemilau Cinta Kamila uda TAMAT! dan Mila ga nonton episode terakhirnya sampe abis, karena keburu ngantuk. Jadi, sia-sia belaka selama ini Mila nonton Kamila, padahal cuma ngejar endingnya, eh ternyata, malah ga nonton! Nyesel banget dah! Mila jadi ga tau gimana kelanjutan kisah cinta Kamila dengan Kak Fadil, gimana Kak Tofan, gimana Eyang, gimana Edo, gimana Kaffa, gimana Papa Haris dan Mama Laras. Arrgh. Sedih. :'(


Sekarang Mila jadinya kalo begadang ga ada yang nemenin deh, soalnya Kamila udah tamat. Hikshiks. :(


Ah, apaan si ini. Kok curhatnya ga mutu banget! :D


Mila mau cerita tentang Ivan, tapi males ah, soalnya Ivan uda tau blognya Mila, malahan semua tulisan Mila dibaca sama Ivan. Mila malu banget jadinya. Sekarang Mila ga mau cerita-cerita Ivan lagi deh. Haha. Kecuali kalo terpaksa sih. Dan sekarang ga kepaksa jadi Mila ga cerita. :D


Btw, hape Mila di kamar, smsnya Ivan belom dibales, kasian Ivan nungguin balesan dari Mila, yauda, Mila udahan dulu ya nulisnya. :)


Makasih uda sempetin baca. Semoga anda terhibur. Amin.


Busway, SELAMAT HARI IBU ya. :)


Salam buat Ibu anda dan semua calon Ibu di dunia. :)


Ga tau kenapa hari Ibu tahun ini kayaknya kok meriah banget ya? hehe. Bahkan Mila dapet banyak SMS. Emang Mila Ibu-ibu apa? =="


Yasudah, sudah ya, ada suara-suara aneh nih. Mila jadi takut.



Bye.

Love, Meela xx.

Minggu, 30 Mei 2010

Mengenal Hama Penting Tumbuhan

Pada suatu ekosistem pertanian ada serangga yang setiap tahun merusak tanaman sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar, ada serangga yang populasinya tidak begitu tinggi tetapi merugikan tanaman pula bahkan ada serangga yang populasinya sangat rendah dan kerusakan yang diderita tanaman kurang diperhitungkan. Untuk mengendalikan hama pada tanaman tertentu dengan tepat, sebelumnya kita perlu mengetahui status hama tersebut, apakah ia termasuk ke dalam hama primer atau major pest¸ hama sekunder atau secondary pest, atau migratory pest atau hama migrasi.

Beberapa Pengertian Hama penting yang saya dapat dari berbagai sumber antara lain ialah:

1. Hama penting ialah hama yang populasinya selalu tinggi dan dapat menyebabkan kerugian pada tanaman yang dibudidayakan.

2. Key pest atau hama utama ialah hama yang selalu muncul pada setiap musim tanam. (Rahardjo, 2010)

3. Hama penting ialah spesies hama yang selalu muncul pada tanaman yang dibudidayakan dan populasinya menimbulkan kerusakan dan kerugian secara ekonomi.

4. Hama utama atau hama primer ialah jenis hama yang pada saat tanam jenis tanaman tertentu selalu ada dan menimbulkan kerugian.

5. Hama penting ialah segala spesies hama yang selalu ada atau muncul pada suatu tanaman yang dibudidayakan tersebut.

Pada tanaman jagung, salah satu hama pentingnya ialah Penggerek Batang Jagung (Helicoverpa armigera). Ngengat betina hama ini meletakan telur pada rambut tongkol atau daun muda secara sendiri-sendiri, seekor ngengat dapat meletakan telur sampai 1000 butir dan stadium telur antara 2-5 hari. Setelah menetas larva bergerak kebawah menuju tongkol clan menggerek bagian ujung atas tongkol. Selanjutnya larva bergerak makin kebawah dan memakan biji-biji muda hingga menjelang pupa. Larva berambut pendek dan mempunyai sifat kanibal, sehingga umumnya hanya dijumpai satu ekor larva da1am satu tongkol. Stadium larva berlangsung selama 17-24 hari dan terdiri dari 6 instar. Menjelang pupa larva keluar dari ujung tonggol atau lubang yang telah dipersiapkan menuju tanah dan membentuk pupa si dalam tanah. Stadium pupa berkisar antara 12-14 hari. Imago tidak tertarik terhadap cahaya lampu minyak biasa tetapi tertarik terhadap cahaya lampu.

Imago betina akan meletakkan telur pada silk jagung dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk kedalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang mengalami perkembangan. Infestasi serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung.

Pengendalian yang dapat dilakukan ialah dengan:

a. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang.

b. Saat pembentukan bunga/buah serempak.

c. Pengumpulan dan pemusnahan larva yang mudah diambil.

d. Pengendalian dengan penyemprotan insektisida efektif apabila ditemukan 3 tongkol rusak per 50 tanaman atau aplikasi insektisida butiran didaerah kronis/endemis pada saat menjelang berbunga.

Sedangkan pada tanaman kopi, kita mengenal adanya hama Hypothenemus hampei atau penggerek buah kopi. Imago bubuk buah kopi masuk ke buah kopi melalui diskus, kemudian ke endosperma. Serangan pada buah - buah muda hanya untuk keperluan makan bagi imago yang dapat menyebabkan buah gugur dan busuk. Serangan pada saat buah mulai mengeras selain menggerek buah dan memakan biji kopi, bubuk buah juga berkembang biak didalam biji. Sehingga biji menjadi berlubang-lubang, cacat dan busuk.

Pada tomat, kita mengenal kutu kebul, (Bemisia tabaci Genn.), berikut ialah cirri-ciri dan bioekologi kutu kebul:

1. Ciri-ciri:

a. Telur : Telur serangga memiliki ukuran panjang 0,2 mm dan 0,1 mm bulatnya.

b. Nimfa : Nimfa terdiri atas tiga instar. Instar ke - 1 berbentuk bulat telur dan pipih, berwarna kuning kehijauan, dan bertungkai yang berfungsi untuk merangkak. Nimfa instar ke - 2 dan ke - 3 tidak bertungkai, dan selama masa pertumbuhannya hanya melekat pada daun.

c. Imago : Imago berukuran kecil antara (1 - 1,5 mm), berwarna putih, dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung.

2. Bioekologi:

Telur-telurnya diletakkan di permukaan daun bagian bawah. Masing-masing serangga betina secara acak meletakkan telur sebanyak 50 hingga 400 butir telur (dengan rata-rata 160 butir). Telur yang baru diletakkan berwarna kuning-keputihan selanjutnya berubah warna menjadi agak kecoklatan dan akan menetas setelah tujuh hingga 10 hari. Setelah telur menetas serangga memasuki empat fase nimfa sebelum akhirnya menjadi imago (dewasa). Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan bawah daun, dan bila tanaman tersentuh biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih. Lama siklus hidup (telur - nimfa - imago)rata-rata 24,7 hari Dewasa.

Berikut ini beberapa gambar dari beberapa jenis hama dana gejala yang ditimbulkannya:

1. Scirpophaga innotata




2. Riptortus linearis


3. Thrips sp.



4. Plutella xylostella


5. Chilo auricilius


(Berbagai sumber)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...