- Resistensi Lapisan Batas (Bpundary Layer Resistance), diakibatkan oleh perbedaan bentuk luar dari permukaan. Berada di permukaan daun. Dipengaruhi oleh: 1) angin: semakin besar angin, maka semakin besar pula tahanannya; 2) luas permukaan daun: semakin luas permukaan daun, maka semakin besar pula tahanannya.
- Resistensi Stomata (Stomata Resistance), diakibatkan oleh mekanisme buka-tutup stomata. Dipengaruhi oleh: 1) konsentrasi K+; 2) suhu daun dan lingkungan; 3) kadar pati pada sel penjaga.
- Resistensi Mesofil (Mesophyl Resistance), diakibatkan oleh kerapatan sel palisade atau bunga karang. Dipengaruhi oleh ketebalan daun: semakin tipis daun, maka tahanannya semakin kecil.
Senin, 17 Oktober 2011
Materi Praktikum Fisiologi Tanaman - Resistensi Difusi Gas
Kamis, 21 Juli 2011
I Don't Need PC and Modem Anymore (Cara Menulis Blog Lewat HandPhone PART II)
Tapi tapi tapi, kalau mau masukin gambar gimana ya caranya? Emm, gimana kalo coba attach gambar? Let's try!
Kalau teman-teman lihat foto 2 orang cowo, berarti, sekali lagi Mila berhasil. 2 cowo itu adalah Afgan dan David Archuleta. Mila dapet foto tersebut dari twitternya Afgan. Kemarin kan di POND's Teens Concert, Afgan juga perform. Uuu, ngiri banget deh sama si Afgan. Bisa foto sama David, trus, mentionnya si Afgan juga direply sama David. Nah Mila? Mau ribuan kali mention juga ga bakal direply deh. (˘̩̩̩^˘̩̩̩)
Gapapa deh, sekarang Mila ga bisa, mungkin di surga nanti bisa. Sapa tau David dan Mila berjodoh. ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Love, Meela xx.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
I'm away from my PC
Sampe sekarang, Mila masih nggak bersama PC dan modem. Tetapi, berkat Blackberry, Mila masih bisa berbagi cerita di sini. Nah, trus, kenapa nggak dari kemaren-kemaren Mila nulis lewat Blackberry? Well, soalnya Mila nggak tau caranya gimana. Mila coba utak atik setting lalu memposting tulisan lewat Blackerry.
Honestly, I don't know weather it works or doesn't. Kalo teman-teman membaca tulisan ini, it means, usaha Mila berhasil.
Well, Mila akan berbagi tips bagi kalian yang sangat mobile dan jauh dari PC dan modem tapi pengen tetap bisa mengupdate blog kesayangan kalian. Caranya cukup mudah. Here are the steps:
1. Go to blogger.com
2. Log-in as usual
3. Go to setting
4. Choose email and mobile (as I remember (‾⌣‾)♉ )
5. At the bottom, there will be a "your_email.(A secret word)@blogger.com, then fill a secret word in
6. Save your setting or click the orange colored button
7. Go to your email
8. Compose a new email, subject is for the title and body is for the posting, then sent it to your_email.(A secret word)@blogger.com
9. Wait and see what will happen ;)
Sebenernya, Mila ngutak-ngatik step tersebut secara spontan dan cepat-cepat. Mila belum sempat Googling apakah cara Mila ini benar atau salah. Tapi, ngga ada salahnya mencoba kan?
Okay, that's all from me. Hope what I write here can help you, guys.
Happy reading and happy blogging! \(´▽`)/
Love, Meela xx.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Selasa, 22 Maret 2011
Okay, Okay, I'm Writing (Again)
This is my second post for today, and must be my last post for today. Initially I only intended to make one post for today, but-I don't know why-my heart was intrigued to write one post more. Actually the main reason why I write this post is because of the cbox (or what, I don't know what he is) on the left side of this blog. Usually, to get one message in that cbox, I have to write some posts in advance and have to wait several days. But, after I wrote some posts in English, less than 24 hours, I have 2 messages in my cbox (Well, 1 message is from my friend who I mentioned earlier). I conclude that English actually has "power" in this world, including in cyberspace.
No wonder English has "power" in the world, Wikipedia says, more than 100 countries around the world use it in daily life. English is also the first language in the United States, Antigua and Barbuda, Australia, Bahamas, Barbados, Bermuda, Great Britain, Guyana, Jamaica, Saint Kitts and Nevis, New Zealand and Trinidad and Tobago. In addition, English is also one of the official languages in international organizations such as the United Nations and the International Olympic Committee, as well as the official language in many countries, such as in South Africa, Belize, Philippines, Hong Kong, Ireland, Canada, Nigeria, Singapore , and others.
Okay, If you want to know more about English, please go Googling and enter the key words "English". Or, you can go to Wikipedia.org and enter the same key words.
As I said on my older post, English is cool and writing in English is so much more cool. But, in my opinion, There is nothing more cool than Indonesia and Bahasa Indonesia. I really proud to be an Indonesian, and I more more more proud to write a post in Bahasa Indonesia.
However, I must improve my very-bad-English. Therefore, I'll write some posts in English, and several others in Bahasa Indonesia. Hopefully, you guys like what I write here. And my post could be useful for many people out there. Amen.
Love, Meela xx.
Rabu, 23 Februari 2011
Performance Irigasi di Indonesia di Petak Tersier
Dalam perjalanan sejarah irigasi di Indonesia, pengelolaan irigasi di tingkat jaringan utama pernah menjadi kewenangan pemerintah maupun petani. Namun, untuk pengelolaan petak tersier selalu menjadi kewenangan petani karena jaringan tersier merupakan jaringan irigasi yang langsung bersentuhan dengan petani. Pengelolaan petak tersier yang dilakukan oleh petani dilakukan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai organisasi yang menghimpun petani dengan satu kepentingan terhadap air irigasi dalam satu petak tersier. Pengelolaan jaringan irigasi tingkat tersier mempunyai kontribusi signifikan dalam memperoleh kinerja irigasi yang tinggi. Oleh karena itu pemerintah memandang perlu untuk turut membantu pengembangan pengembangan petak tersier dan meningkatkan kinerja petak tersier. Pengembangan petak tersier di Daerah Irigasi (DI) baru atau pengembangan dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum sedangkan Departemen Pertanian membantu peningkatan jaringan tersier melalui Program Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT).
Sepertinya kurang-lebih jawabannya seperti itu. Maaf-maaf ya kalau salah, karena soalnya
Love, Meela xx.
Bagaimana Irigasi di Indonesia?
Sebenarnya Mila kemarin sudah mencari-cari informasi di Google tentang Irigasi di Indonesia. Tapi, kemarin sepertinya Mila sedang tidak beruntung, sehingga Mila tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Fortunatelly, tadi sore Mila mencoba kembali mencari informasi di Google dan mendapatkan tiga artikel terkait hal ini dari tiga tahun yang berbeda-beda, yaitu tentang jaringan irigasi di Indonesia yang rusak pada tahun 2007, dukungan Australia terhadap sektor irigasi di Indonesia pada tahun 2010, dan yang paling fresh from the oven adalah berita tentang pemerintah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk perawatan irigasi.
Dari ketiga artikel tersebut akhirnya Mila mendapatkan titik terang tentang kondisi irigasi di Indonesia. :)
Sebenarnya, sejak tahun 1995, sistem irigasi di Indonesia, termasuk sistem irigasi rawa dan waduk, sudah banyak yang rusak. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya perbaikan, namun hingga tahun 2007, sekitar 1.5 juta hektar dari 6.7 hektar jaringan irigasi di Indonesia masih belum dapat berfungsi dengan baik.
Dalam pertemuan International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) pada tanggal 10 sampai 16 Oktober 2010 di Yogyakarta, Australia dan Indonesia merencanakan untuk melakukan kerja sama dalam sektor irigasi. Sebagai salah satu negara dengan sumber air yang dibatasi, Australia telah melakukan usaha pengaturan, efisiensi, dan penggunaan ulang air sehingga dianggap tepat untuk membantu mengembangkan sistem irigasi di Indonesia. Australia telah berkomitmen untuk mendukung Indonesia membuat 10 juta saluran air tambahan, serta melakukan pelatihan dan sertifikasi di Indonesia.
Tet tot, Mila merasa ada something wrong di sini. Pada tahun 2007 kan banyak sistem Irigasi di Indonesia yang rusak, sudah ada upaya perbaikan, tapi masih banyak sistem irigasi yang belum berfungsi dengan baik. Lantas, kenapa Indonesia malah menambah sistem irigasinya? Kenapa tidak diperbaiki sampai tuntas saja? Rasanya upaya yang dilakukan tidak menyelesaikan sampai akar permasalahannya, tapi hanya untuk tujuan jangka pendek.
Pada tahun 2011 ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp. 1.1 triliun untuk perawatan irigasi. Wow! Angka yang cukup besar, tapi tidak lebih besar dari alokasi pada tahun 2010, yaitu sebesar Rp. 1.8 triliun. Namun, dari total alokasi tahun 2010 itu, hingga akhir tahun lalu hanya terserap Rp 720 miliar. Capaian pembangunan jaringan irigasi tahun lalu hanya seluas 34.500 hektare dari target seluas sekitar 96.000 hektare, sedangkan rehabilitasi irigasi mencapai luas 147.000 hektare dari target seluas 293.000 hektare. Alasan tidak tercapainya target tersebut adalah kondisi lahan yang kering dan curah hujan yang rendah, akibatnya pembangunan irigasi mengalami kendala. Lalu, kemanakah uang yang tidak terpakai tersebut?
Begitulah cemans-cemans, kondisi irigasi di negara kita tercinta ini. Tidak seindah yang ada di dongeng. Semoga tahun ini sistem irigasi di negara kita bisa lebih baik. Semoga dana dari pemerintah benar-benar digunakan dengan baik. Amin.
Love, Meela xx.
Selasa, 22 Februari 2011
Apa Hubungan antara Irigasi dan Siklus Hidrologi?
Lantas, apa hubungannya kuliah pertama dengan judul dari postingan Mila ini?
Sebenarnya, judul di atas adalah salah satu homework yang dikasih oleh dosen dan harus dikumpulkan minggu depan. Waktu dosen memberi tugas itu, sebenernya Mila sedikit ada gambaran, tapi nggak tau kenapa, waktu Mila mau mulai mengerjakan tugasnya Mila jadi ngeblank. Mungkin ini ulah setan yang mencoba mengajak Mila untuk malas. Malas berpikir. Akhirnya Mila memutuskan untuk menulis di blog saja.
Oke, kalau begitu, ayo kita bantai homeworks dari para dosen! :)
Irigasi, apa sih itu?
Pada semester-semester sebelumnya, Mila sudah mendapatkan materi tentang irigasi saat mata kuliah Dasar Budidaya Tanaman, dan kemudian dibahas kembali di mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman. Bahkan, sebelumnya Mila sudah pernah presentasi tentang Irigasi.
Buat mahasiswa pertanian mungkin kata irigasi udah nggak asing lagi di kuping. Tapi mungkin beberapa orang ada yang belum mengetahui definisi irigasi itu apa. Menurut Bapak dosen Irigasi dan Drainase Mila (Mila lupa namanya),
Irigasi adalah usaha menambah sejumlah air ke tanah untuk memenuhi kebutuhan air tanaman untuk proses transpirasi dan fotosintesis.
Sedangkat menurut Wikipedia.org,
Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian.
Kurang lebih pengertian irigasi seperti itu lah. Kalau mau lebih jelasnya silahkan lihat di kamus besar Bahasa Indonesia atau di kamus pertanian.
Kapan irigasi diperlukan? Irigasi diperlukan saat tanah (sebagai media tanam) dan lingkungan tidak dapat memenuhi kebutuhan air tanaman untuk proses transpirasi dan fotosintesis.
Sumber irigasi dapat berasal dari sungai/ waduk/ danau atau dari groundwater dengan cara dipompa.
Dalam pelaksanaannya, irigasi mencakup empat aspek penting yang saling mempengaruhi, yaitu iklim, tanaman, tanah, dan manusia. Iklim, seperti curah hujan, kelembapan, suhu, penguapan, dan sebagainya akan mempengaruhi besar-kecilnya proses evapotranspirasi. Kebutuhan akan air tiap fase pertumbuhan tanaman tidak sama, hal ini dikarenakan oleh perbedaan jumlah dan ukuran daun. Selain itu, tipe tanaman juga menentukan kebutuhan air tanaman, tanaman dengan tipe daun berbeda akan membutuhkan air dengan jumlah yang berbeda pula serta cara distribusi yang tentu saja berbeda. Karakteristik tanah yang berhubungan dengan air akan mempengaruhi jumlah air yang diberikan serta frekuensi pemberiannya. Sedangkan manusia memegang peranan yang sangat besar, karena manusia memiliki akal pikiran serta nafsu. Dalam hal ini yang berperan adalah kelompok masyarakat petani pemakai air.
Apa tujuan dilakukan irigasi? Tujuan-tujuan irigasi antara lain ialah:
1. Mencukupi kebutuhan air tanaman, seperti definisi irigasi yang telah disevutkan di atas, irigasi bertujuan untuk mencukupi kebutuhan air tanaman.
2. Memudahkan pengolahan tanah, air irigasi akan melunakkan tanah sehingga lebih mudah untuk diolah.
3. Menurunkan suhu tanah, suhu air kan rendah, coba saja kalau saat panas kita menyentuh air, pasti terasa dingin dan sejuk sekali.
4. Mencuci akumulasi garam di daerah perakaran, khususnya di daerah pantai, daerah pantai cenderung memiliki suhu yang tinggi, akibatnya penguapan di permukaan tanah menjadi tinggi, dan tanah bagian atas menjadi kering. Akibatnya, terjadi proses kapilaritas, yaitu naiknya air di bagian bawah tanah menuju bagian atas. Air sari bagian bawah tanah membawa garam, sehingga daerah dekat perakaran kandungan garamnya menjadi tinggi. Nah, kalau sudah demikian, akan terjadi plasmolisis, yaitu keluarnya air dalam akar ke tanah, lama-lama sel-sel akar akan kekurangan air, mengeriput, dan mati. Oleh karena itu perlu ditambahkan air irigasi untuk mengurangi kepekatan air dalam tanah dan mendorong garam di daerah perakaran ke bagian bawah tanah.
5. Mencuci polutan, sama seperti halnya untuk mencuci garam, air juga bisa mendorong polutan di daerah perakaran ke bagian bawah tanah atau bagian yang jauh dari perakaran, sehingga tidak mengganggu perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
Lalu, apa itu Siklus Hidrologi?
Menurut Wikipedia.org,
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Awalnya, air laut mengalami penguapan atau evaporasi, kemudian berkondensasi membentuk gumpalan-gumpalan awan. Setelah itu awan tertiup angin menuju darat, dan pada kondisi tertentu akan jatuh sebagai presipitasi baik dalam bentuk hujan, gerimis, salju, dan lain-lain. Nah, dalam perjalanannya mencapai tanah, presipitasi bisa mengalami evaporasi kembali, namun juga bisa juga diintersepsi (ini artinya apa sih?) oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
1. Evaporasi/ transpirasi, air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
2. Infiltrasi/ Perkolasi ke dalam tanah, air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
3. Air Permukaan, air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).
Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.
Nah, sekarang Mila mendapatkan jawabannya! :)
Seperti yang telah Mila tulis sebelumnya, sumber air irigasi dapat berasal dari air permukaan (danau/ sungai/ waduk) atau dari groundwater. Nah, dalam siklus hidrologi, setelah air mencapai permukaan tanah, air kemudian bergerak secara kontinu dengan tiga cara berbeda, yaitu penguapan, infiltrasi, dan aliiran permukaan. Apabila air langsung mengalami penguapan, maka air yang dapat digunakan untuk irigasi menjadi sedikit, karena air di waduk, sungai, danau, rawa, serta groundwater akan berkurang. Mengapa bisa berkurang, padahal jumlah air di bumi secara keseluruhan kan tetap? Ya, memang secara keseluruhan tetap, tapi wujud dan tempatnya kan berubah. Bila air banyak yang mengalami penguapan maka air permukaan dan air tanah akan berkurang jumlahnya.
Sedangkan bila air mengalami infiltrasi, maupun aliran permukaan terlebih dahulu, ketersediaan air untuk irigasi akan banyak. Seperti yang telah dijelaskan oleh Bapak Dosen sebelumnya, bahwa air lebih dapat dimanfaatkan manusia apabila perputaran daur lambat, yaitu tidak langsung mengalami evaporasi/ transpirasi, tapi mengalami infiltrasi/ perkolasi atau aliran permukaan dahulu.
Demikianlah yang Mila pahami tentang hubungan antara irigasi dengan siklus hidrologi. Untuk para master, apabila pendapat Mila ada yang salah, tolong pembetulannya ya. Terimakasih. :)
Love, Meela xx.
Kamis, 17 Februari 2011
Hidup Bagai Air yang Mengalir
Sekarang Mila mau nulis lagi, dan lagi-lagi tulisan Mila ini terinspirasi dari orang lain. Kali ini yang menginspirasi tulisan Mila adalah sebuah blog yang Mila dapat dari search engine, Google, dan teman Mila di kampus yang bernama Faiz. Tadi pagi, Faiz menuliskan sesuatu yang cukup menggelitik tangan dan otak Mila untuk ikut nimbrung di statusnya, yaitu seperti ini:
hanya ikan mati yg mengikuti arus air mengalir....
so, buang jauh filosofi hidup seperti air mengalir....
kecuali anda myat hidup.
Nah, Mila sebenernya agak tidak setuju dengan kata-kata Faiz di atas. Menurut Mila, filosofi sebenarnya bukan begitu, nggak mungkin seseorang membuat "quote" yang bukannya malah memotivasi, tapi malah membuat malas kan? Akhirnya, Mila berjalan ke rumah Om Google dan akhirnya menemukan blog yang membahas masalah ini. Dan, persis dengan dugaan Mila, bahwa memang ada dua pendapat tentang "Hidup Bagai Air yang Mengalir"
Pendapat pertama, mengakatakan bahwa, kalau kita hanya mengikuti arus air, maka hidup kita akan biasa-biasa saja. Pendapat ini sama dengan pendapat Faiz, bahkan Faiz yang menurut Mila orangnya cukup ekstrem mengatakan bahwa kalau kita hanya mengikuti arus, berarti kita sama saja dengan
Lain halnya dengan pendapat kedua, seperti pendapat yang Mila fahami. Maksud dari "Hidup Bagai Air yang Mengalir" adalah apapun yang terjadi, hidup kita harus terus berjalan, layaknya waktu yang tak pernah berhenti. Jangan biarkan hal-hal kecil menyumbat "aliran" hidup kita. Pendapat demikian lah yang dipercayai oleh penulis blog tersebut, dan tentunya Om Bob yang pernah mengutip kata-kata tersebut.
Tapi, bukan berarti Mila tidak setuju dengan pendapat Faiz dan beberapa orang lainnya. Bahkan Mila sangat setuju sekali. Kalau kita hanya mengikuti arus, maka kita tidak akan tahu jati diri kita, kita tidak akan mendapatkan kepuasan dengan melakukan apa yang kita suka, namun hanya mengikuti yang orang-orang suka. Kita harus berani melawan arus. Tapi bukan kearah yang negatif lo ya, ke arah yang kita suka. Seperti yang selalu Mila bilang, do what you like, like what you do. :)
Pelajaran baru yang bisa Mila dapat dari perdepatan hari ini bersama Faiz adalah: kita harus bisa melihat dari sisi yang berbeda, bukan hanya melihat, tapi juga memahami. Seperti yang diajarkan saat mata kuliah Kewirausahaan dulu oleh Bapak Mintarto. Untuk menjadi seorang Wirausahawan/wati, kita harus memiliki sifat kreatif, nah, untuk memunculkan sifat kreatif kita harus dapat:
1. Melihat dari sudut pandang baru.
2. Menemukan hubungan baru
3. Membentuk kombinasi baru
Menurut Mila, bukan hanya untuk menjadi seorang wirausaha, untuk menjadi seorang MANUSIA yang sebenarnya, kita harus bisa berpikir kreatif, dan harus bisa melihat dari sudut pandang yang lain.
Coba, lihat gambar pesawat ini, menurut penglihatan teman-teman, pesawat ini bergerak mendekati teman-teman atau menjauhi teman-teman?

Jawabannya adalah pesawat ini
Well, sekian dulu dari Mila. Semoga bisa bermanfaat bagi cemans-cemans semuanya. Amin. :)
Love, Meela xx.
Selasa, 25 Januari 2011
Pemanasan Global, Fakta atau Isu?

Kemarin Mila baca status salah satu teman Mila di facebook, katanya seperti ini: "yang percaya sama berita2 ngarang kaya global warming, 2012, dsb. Kasian bgt.. Itu semua cuma akal2an Yahudi, mreka ingin manusia was-was kemudian aqidahnya rusak, kmudian mnjadi syirik krna lbh pcy pada ilmuwan,riset,sampaaai peramal darip...ada dg apa yang telah di tuliskan dg JELAS di Al-Qur'an.."
Mila, yang emang bisa dibilang awam masalah ini tu jadi penasaran, trus Mila browsing deh. Pertama Mila cari tahu, sebenarnya Pemanasan Global atau Global Warming itu apa sih? Menurut Wikipedia.org, Pemanasan Global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Untuk lebih jelasnya tentang Pemanasan Global silahkan dibaca di SINI.
Menurut Wikipedia.org, penyebab Pemanasan Global antara lain adalah efek rumah kaca, efek umpan balik, dan variasi matahari. Wah, makanan apa pula itu? :D Pemanasan Global sendiri akan menyebabkan iklim menjadi tidak stabil atau biasanya kita sebut dengan perubahan iklim global, peningkatan permukaan air laut, peningkatan suhu global, gangguan ekologis, dan juga akan menimbulkan dampak sosial dan politik.
Ternyata, para ilmuan pun juga memiliki pendapat berbeda-beda dari Pemanasan Global ini, dan akibatnya, banyak terjadi perdebatan tentang Pemanasan Global. Ada beberapa ilmuan yang tidak setuju dengan isu tersebut, ada pula yang setuju. Namun, pada kenyataannya, peningkatan suhu bumi dari tahun ke tahun tidak terlalu signifikan. Selain itu, siklus alami dari manusia sebenarnya secara alami juga akan mengakibatkan perubahan iklim secara global.
Sebelumnya, Mila juga pernah mendapat mata kuliah Klimatologi, dan di mata kuliah itu Mila dan teman-teman Mila membahas masalah Pemanasan Global ini. Kami mendiskusikan masalah ini dari segi Klimatologi, karena sebenarnya Pemanasan Global itu sesuatu yang logis. Hal yang paling banyak dibahas saat kuliah itu adalah Efek Rumah Kaca. Diagram ini akan menjelaskan apa itu Efek Rumah Kaca.

Sebenarnya, Eefk Rumah Kaca nggak ada hubungannya sama sekali dengan rumah kaca atau glass house ya. Efek rumah kaca itu terjadi karena saat cahaya matahari masuk kedalam atmosfer, sebagian cahaya matahari dipantulkan kembali, sebagian diserap oleh bumi, dan sebagian lainnya dipantulkan. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut sebagian dapat keluar dari atmosfer, namun sebagian lainnya terjebak dalam atmosfer bumi akibat adanya gas rumah kaca. Apa itu gas rumah kaca, bisa dilihat disini. Yang termasuk gas rumah kaca antara lain adalah uap air, karbondioksida, metana, nitrogen oksida, dan gas-gas lainnya.
Pemanasan Global akan menyebabkan perubahan iklim global. Sebelumnya, kita mengetahui bahwa iklim itu terbagi menjadi tropis, subtropis, sedang, dan kutub. Mereka inilah yang disebut dengan iklim makro. Iklim makro tidak dapat berubah. Namun, yang mengalami perubahan adalah iklim mikro dan iklim meso. Iklim mikro adalah iklim yang berada disekitar organisme, sedangkan iklim meso adalah kondisi atmosfer dengan jarak 1-2 km dari suatu wilayah. Sekarang ini, apakah teman-teman merasakan cuaca kita sering tidak menentu? musim kemarau dan musim penghujan tidak lagi pada bulan-bulan yang biasanya. Nah, itulah yang disebut dengan perubahan iklim. Dan karena perubahan iklim ini terjadi hampir di seluruh belahan bumi, maka disebut dengan perubahan iklim global.
Jadi, kalau menurut Mila Isu Global Warming itu bukan akal-akalannya Yahudi kok. Tidak bisa dipungkiri, orang Yahudi memang diberi kepintaran yang lebih, mungkin mereka memang sudah melakukan penelitian sejak lama. Tidak ada salahnya kan kita berjaga-jaga? Kalau pun Pemanasan Global tidak benar-benar terjadi, toh, kita juga nggak akan rugi. :)
P.S: Semua gambar nyomot di Google Images. Maaf. Hehe.
Love, Meela xx.
Senin, 24 Januari 2011
Memanfaatkan Sampah di Rumah untuk Pupuk Kompos
Buat temen-temen yang pengen memanfaatkan sampah rumah tangga yang ada di rumah, ada cara yang cukup simpel, yaitu dengan “menyulap” sampah-sampah tersebut menjadi pupuk organik. Pupuk organik dari sampah, bisa kita aplikasikan sendiri untuk tanaman-tanaman di halaman kita, atau bisa juga kita jual ke teman-teman kita dengan harga murah. Lumayan kan, bisa untuk nambah-nambah penghasilan.
Langkah-langkah mempuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga adalah sebagai berikut:
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan, yaitu sampah rumah tangga, pisau, EM4, air, botol Aqua 1 liter, karung plastik berongga, alat pengaduk, dan tali rafia.
2. Pisahkan sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah yang digunakan untuk membuat pupuk kompos adalah sampah organik.
3. Sampah organik yang sudah dipisahkan dengan sampah anorganik harus dicacah agar ukurannya lebih kecil, sehingga mudah terdekomposisi.
4. Larutkan 2 tutup botol EM4 dengan 1 liter air, kocok sampai tercampur seluruhnya.
5. Campurkan sampah organik tadi dengan larutan EM4 sampai kadar airnya mencapai ± 30%. Kemudian aduk sampai rata. Dapat juga dicampur dengan seresah-seresah, atau serbuk gergaji, atau pupuk NPK, tapi kalau nggak mau dicampur juga nggak apa-apa kok.
6. Kalau sudah tercampur rata, masukkan ke dalam karung plastik berongga, kemudian ikat menggunakan tali rafia. Simpan di tempat yang terhindar dari cahaya matahari dan air hujan.
7. Lakukan pengamatan tiap 1 minggu sekali. Bila terlalu kering dapat di tambahkan air secukupnya hingga kadar airnya mencapai 30%.
8. Pupuk yang sudah jadi memiliki ciri-ciri berwarna gelap, bertekstur remah, baunya tidak menyengat, kadar air <35%, style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin">°C, pH mendekati 6, dan C/N anatara 10-12.
Nah, gampang bukan cara membuat pupuk kompos? Sebelum diaplikasikan paada tanah, jangan lupa lakukan uji kecambah terlebih dahulu. Bisa menggunakan biji jagung atau kacang hijau. Tanam di pupuk kompos buatan kita dan di kapas atau di tanah. Amati laju pertumbuhannya, lebih bagus mana? Kalau lebih bagus pupuk kita, artinya pupuk kita berhasil dan siap diaplikasikan.
Love, Meela xx.
Minggu, 11 Juli 2010
Dieng Plateau :)
Tapi, setelah kami sampai di lokasi, kami benar-benar dibuat takjub. Udara di sana benar-benar dingin. Kemudian kami mulai berkeliling untuk mencari penginapan atau hotel. Ternyata tidak, seperti yang kami harapkan, meskipun banyak terdapat "hotel" di sana, namun, yang dimaksud dengan "hotel" ialah rumah yang disewakan. Akhirnya kami minta bantuan orang di sana untuk mencarikan homestay, dan Alhamdulillah, kami dapat homestay yang lumayan memuaskan. Satu rumah dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu yang bergabung dengan ruang menonton, dapur, dua kamar mandi, dan tempat sholat. Komplit hanya dengan 350 ribu, plus uang tip untuk ucapan terimakasih 25 ribu. Termasuk harga yang murah. Homestay kami pun dilengkapi dengan karpet di setiap lantai ruangan, sehingga kami tidak begitu kedinginan.
Kemudian, kami istirahat sebentar. Sekitar jam 1 siang, kami mulai berkeliling untuk melihat-lihat. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir di pasar untuk membeli topi, syal, dan lain-lain yang dapat menghangatkan tubuh. Harganya standar, sekitar 10ribu, boleh ditawar. Kami juga membeli bunga Edelweis yang sudah dirangkai. Cantik sekali. Edelweis terkenal sebagai bunga yang tidak akan mati meskipun dicabut, dan merupakan lambang cinta. Heheh.
Setelah selesai belanja, kami mengunjungi candi Gatot Kaca. Sebenarnya di Dataran Tinggi Dieng, ada banyak sekali candi-candi peninggalan kerajaan Hindu, seperti candi Arjuna dan candi Gatot Kaca tersebut. Sebenarnya yang lebih menarik dari candi-candi itu sendiri ialah pemandangan di sekitar candi yang sangat indah. Pertanian di sana sudah termasuk modern, dan juga tertata dengan rapi. Pokoknya sangat indah!
Kemudian kami berjalan-jalan hingga sore tiba, dan kembali ke homestay untuk istirahat (lagi).
Hari berikutnya, subuh-subuh kami bergegas menuju gardu pandang untuk melihat indahnya sunrise. Namun sayang, kabut sedang tebal, sehingga kami tidak dapat melihat matahari dengan jelas. Gardu pandang saat itu sangat ramai. Kami sempat berdesakkan dengan turis-turis lain yang juga ingin melihat sunrise.
Setelah itu kami menuju DPT (Dieng Plateau Thater), namun sayang, kami terlalu pagi, DPT masih tutup. Kemudian kami memutuskan untuk pergi ke Telaga Warna, dari luar terlihat biasa saja, namun, ternyata di dalam SANGAT INDAH. Pertama kami melihat telaga warna, yaitu telaga atau danau yang dikelilingi gunung-gunung tinggi, yang warna permukaannya hijau. Sebenarnya warna tersebut berasal dari ganggang hijau, namun, tetap saja, INDAH. :)
Untuk masuk ke Telaga Warna, kami harus membayar 5 ribu rupiah per orang, dan kami dapat menikmati: Telaga Warna, Telaga Cermin, Goa Semar, Goa Sumur, dan Goa Jaran. Kedua Danau benar-benar indah, dan goa-goanya sangat menakutkan. Hehe. Nanti kalau sempat Mila upload gambar-gambarnya deh.
Setelah itu kami pergi ke DPT, bisa jalan, bisa naik mobil juga. Tapi, Mila, Ibad, dan Ayah memilih untuk jalan, dan yang lain naik mobil. Ternyata jalannya cukup jauh dan menanjak. Tapi pemandangannya indah (sedikit horor).
Di DPT, kami diputarkan film tentang Dieng Plateau, termasuk tentang bencana yang pernah terjadi di sana di Tahun 1979 yang menewaskan sekitar 140 jiwa. Pokoknya semua tentang dieng, dari letak geografis, kebudayaan, dan lain-lain dijelaskan.
Setelah itu kami keliling-keliling lagi, dan terakhir kembali ke homestay. :)
Pokoknya benar-benar liburan yang menakjubkan! Ayo, yang pengen ngerasakan salju silahkan datang ke Dieng Plateau saat bulan Agustus! Tapi siap-siap kedinginan yaaa! Hoho.
Love,
Meela xx.
Sabtu, 17 April 2010
It`s April, People!
assalamu'alaikum wr wb
hello, my name is Ivan Tri Bramantyo. i live in Malang & study in Brawijaya University.
as i remenber, i've sent you a message before. but i don't know wheater i's delivered or not, so i send you a message once again. hope you don't feel annoyed by me.
surely, i don't know anything about you. would you please me to know more about you?
thank you for you attention. i'm looking forward for your pleasure to repply my message.
wassalamu'alaikum wr wb
sincerely,
ivan tri bramantyo
Selasa, 15 September 2009
Creative Intelligence (Rangkuman Saya dari Buku THE POWER OF SREATIVE INTELLIGENCE)
Faktor-faktor:
1. Otak kiri/kanan (membuatnya bekerjasama satu sama lain)
2. Pembuatan catatan/Mind-map (mengeluarkan pikiran dari kepala)
3. Kelancaran (kecepatan membuat gagasan)
4. Fleksibilitas (melihat dari berbagai sudut)
5. Orisinilitas (tidak biasa, unik, dan jauh dari pusat)
6. Pengembangan gagasan (memegang gagasan pokok)
7. Asosiasi (meningkatkan semua aspek kreativitas)
Latihan Krativitas
1. Gunakan keterampilan otak secara keseluruhan untuk menelaah hidup
2. Pendidikan
3. Beristirahat
4. Pergi berjalan-jalan dan mengembara
5. Bersikap kreatif
6. Kelompok Mastermind
7. Melakukan permainan Imajinatif Kreatif Einstein
8. Penekanan otak kanan
9. Gunakan kedua sisi tubuh
10. Membuat catatan Mind-map warna-warni
Otak harus menciptakan puluhan ribu gagasan, tindakan, dan cara menyelesaikan masalah
Otot menjadi lemah bukan karena tidak mampu, tapi karena sudah lama tidak digunakan
Bila kita hanya menggunakan satu sisi keterampilan kortikal kita, kreativitas tidak berarti apa-apa dibandingkan apa yang seharusnya bisa kita lakukan. bila kita menggunakan kedua sisi, potensi kreatif kita menjadi TIDAK TERBATAS!
Minggu, 13 September 2009
Crazy Life Facts
Since I was born has passed 18 years.
Since I was born has passed 220 months.
Since I was born has passed 960 weeks.
Since I was born has passed 6,725 days.
Since I was born has passed 161,433 hours.
Since I was born has passed 9,685,986 minutes.
Since I was born has passed 581,159,176 seconds.
Funny Facts:
My heart beat 774,685,182 times
My hair grewn 275 cm.
I slept 53,800 hours
I ate 7,465 kg. of food
I drank 9,556 liters of liquid
I walked 39,005,000 steps, about 12,966 km.
I blinked 103,296,000 times
I farted 100,875 times, producing 303 liters of CO2 (carbon dioxide) and 236 liters of CH4 (methane).
I urinated 22,865 times, almost 9,751 liters.
saya lahir pada hari Senin sama seperti Rasulullah dong..Alhamdulillah..
yaya..umur saya sekarang memang sudah 18 tahun,sudah bukan anak2 lagi,sudah harus bisa menempatkan diri,sudah harus tau apa yang seharusnya saya lakukan dan tidak saya lakukan..
saya sudah hidup di dunia ini selama 220 bulan, 960 minggu, 6725 hari, 161433 jam, 9685986 menit, dan 581159176 detik!!dan siapakah saya sekarang setelah melalui waktu yang begitu panjang?