Do you think it is necessary to take a picture during your vacation?
Saat anda sedang pergi ke suatu tempat, khususnya untuk berlibur, entah itu ke taman hiburan, pegunungan, pantai, atau tempat berlibur lainnya, apakah anda lebih sibuk dengan kamera atau handphone atau tablet anda untuk mengambil gambar? Atau anda menyimpan rapat-rapat semua gadget anda dan menikmati apa yang telah disuguhkan serta menikmati kebersamaan dengan partner berlibur atau keluarga anda?
Banyak orang saat ini yang lebih memilih untuk sibuk dengan gadgetnya untuk mengambil gambar. Lebih tepatnya, mengambil gambar diri mereka di setiap spot yang mereka temui. Dan sebagian besar dari mereka, melakukan hal tersebut untuk mempublikasikan pada dunia (maya), bahwa mereka sedang atau pernah ke tempat tersebut. Mereka biasanya mengupload gambar-gambar mereka ke jejaring sosial, seperti Instagram dan Facebook, atau yang sedang ngehits saat ini: Path.
Di kota tempat saya tinggal, Malang, baru-baru ini sedang dihebohkan oleh satu tempat hiburan baru, yaitu Museum Angkut (@MuseumAngkut). Museum Angkut terletak di kota Batu. Lokasi Museum Angkut dekat dari Kusuma Agro Wisata, dan tidak begitu jauh dari Kompleks Jatim Park, yaitu Jawa Timur Park 1, Museum Satwa dan Secret Zoo, Eco Green Park, dan Batu Night Spectacular.
Museum Angkut merupakan perpaduan antara edukasi, hobi, koleksi, komunitas, serta legenda movie star dunia, begitu kata mereka. Museum Angkut buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga pukul 20.00. Harga tiketnya adalah IDR 50K untuk weekdays dan IDR 75K untuk weekend, plus additional charge untuk kamera sebesar IDR 30K. Namun jika anda mengunjungi Museum Angkut di atas pukul 19.00, ada harga tiket khusus, yaitu hanya IDR 30K untuk weekdays, dan IDR 50K untuk weekend. Harga tiket khusus di atas pukul 19.00 tersebut sudah termasuk additional charge untuk kamera. Saya menyarankan, sebaiknya anda datang pada saat weekday pukul 19.00 saja. Satu jam saja insyaAllah sudah cukup untuk melintasi semua rute. Selain harga yang harus anda bayar jauh lebih murah, saat weekday dan malam hari, Museum Angkut tidak begitu ramai, sehingga anda bisa benar-benar menikmati apa yang ada di sana. Bagi anda yang mau taking pictures, juga lebih leluasa kalau malam hari, dan no additional charge for your cameras.
Berbicara tentang Museum Angkut, kemarin, saya akhirnya memutuskan untuk “mencicipinya” bersama pasangan saya. Sebelumnya, saat merencanakan untuk pergi ke sana, saya mengatakan pada pasangan saya “Museum Angkut itu tempatnya foto-foto lo, Sayang. Kalau sayang nggak mau motoin aku, berarti sayang harus mau aku foto di sana”, dan pasangan saya menjawab “Sip! Beres!”. Tapi, kenyataannya jauh sangat berbeda. Pasangan saya sibuk melihat-lihat semua koleksi mobil yang ada di Museum Angkut. Ya, pasangan saya memang sangat “jatuh cinta” pada mobil.
Pasangan saya bilang, “Buat apa sih sibuk ngambil foto sana-sini, yang ada malah nggak bisa menikmati apa yang ada”. Menurut saya, ada benarnya juga sih. Saya melihat, semua orang yang datang ke sana lebih sibuk dengan gadgetnya, dan saya rasa, hanya gambar-gambar itu lah yang mereka dapatkan, tidak lebih.
Tapi, menurut saya, tidak ada salahnya juga mengabadikan momen indah bersama pasangan atau keluarga. Dulu, saat saya masih kecil, Ayah saya yang seorang jurnalis saat di bangku kuliah, suka sekali mengabadikan gambar saat keluarga kami pergi berlibur. Di rumah, banyak sekali foto-foto liburan kami, yang membuat kami terbawa ke masa lalu saat melihatnya. Sayangnya, kebiasaan itu berubah seiring perubahan jaman. Era digital membuat Ayah saya tidak lagi mencetak foto liburan kami, kadang kala file foto kami juga hilang entah ke mana.
So, what do think? Is it necessary to take pictures during your holiday? Kalau untuk saya, mengabadikan momen indah bersama orang-orang tercinta itu cukup penting, tapi jangan sampai kita terlalu disibukkan dengan gadget kita sehingga kita malah tidak bisa menikmati momen indah tersebut.
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Mei 2014
Minggu, 26 Mei 2013
Eco Green Park, Batu
You are an agro-eco-technology student? Or care about ecology, nature, and all about them? You should visit Eco Green Park at Batu. If you're not one of them, but you like photography, or you have a child, or whatever, you should go to Eco Green Park, too.
Nooo, I do not get paid to do this.
Yesterday, I went to Eco Green Park with my Ivan, and his friends. Well, actually, this is not my first time, but my third.
We arrived at Eco Green Park at 9 am (as I remember), and then we bought the tickets that cost 45K IDR per person. This is weekend price, if you go there at weekdays, it will cost 30K IDR. Cheap enough, well, we get what we pay.
What's in it? There are... Errr... They give us so much information about ecology. They have many moths, birds, and ducks. There is a bird show sometimes. And also an upside down house that is caused by Sandy Storm. And many mooore.
The foodcourt, hmm, I like it so much. They hung some flowers at the roof, so pretty. Unfortunatelly, I did not take a picture at the foodcourt.
This is some pictures I took...!!!
I did not take many pictures because I want to enjoy what's served and "absorb" informations as much as I can.
I learnt how to make an animal feed and also biogas and biofertilizer. I also learnt about some recycling codes.
Pic from: http://www.vikoz.com/
Shortly, you can refresh your mind and get so much informations at once here!
Kamis, 16 Mei 2013
Jalan-Jalan ke Malaysia
Hi, everyone!
Maaf banged ngga rapi postingannya karena saya nulis lewat iPad. Oya, laki-laki kacamata di foto paling atas yang deket-deket sama saya itu bukan pacar saya. Itu kakak saya.
Seperti yang saya janjikan di postingan sebelumnya, hari ini saya akan menulis tentang perjalanan saya dan keluarga saya ke Malaysia bulan April lalu. Kali ini saya bahasa Indonesia-an aja, supaya temen-temen Indonesia yang belum pernah ke Malaysia dan berencana ke sana bisa lebih mudeng. Huehehe. Aslinya lagi males bahasa Inggris-an aja sih.
Oke, here we go!
Sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan perjalanan ini lumayan matang. Tidak seperti perjalanan ke Malaysia sebelumnya yang terkesan serabutan. Kami mencari tiket pesawat yang termurah, mengecek harga bas (bus) dari LCCT ke KL Sentral, dari KL Sentral ke Genting, dan lain-lain. Kami juga mencari hotel low cost yang aksesnya mudah. Kenapa low cost? Karena di Malaysia kami tidak banyak stay di hotel. Kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berkeliling kota. Kami juga membuat jadwal dan list tempat-tempat yang akan kami kunjungi di sana.
Tiket sudah di tangan. Kami berangkat tanggal 24 April siang dari Bandara Internasional Juanda, dan pulang tanggal 27 April sore dari LCCT. Karena pesawat kami siang, dan kami tidak berencana menginap di Genting, kami memutuskan hari pertama langsung ke hotel. Tanggal 25 pagi, kami berangkat ke Genting dan sore kembali ke KL dan langsung ke Petronas Twin Tower untuk melaksanakan misi penting, yaitu: foto-foto. Tanggal 26 kami habiskan di KL. Tempat yang mau kita kunjungi adalah Petaling Street dan Butik Coklat, selain itu kami juga pergi ke daerah Bukit Bintang. Hari terakhir kita nggak kemana-mana dan menghabiskan waktu di bandara. :D
Terus, ini foto-fotonya. :D
Maaf banged ngga rapi postingannya karena saya nulis lewat iPad. Oya, laki-laki kacamata di foto paling atas yang deket-deket sama saya itu bukan pacar saya. Itu kakak saya.
Budget? Not more than IDR 3000K per person. Intinya sih, tekan biaya di hotel, pesawat, dan transportasi selama di Malaysia. Hotel yang highly recommended adalah Tune Hotel miliknya Air Asia. Bisa dilihat di websitenya untuk info lebih lanjut. Di Google ada kok. Pesawat? Tentukan perkiraan tanggal berangkat dan pulang, lalu cari yang termurah. Pesan tiket pesawat di saya boleh juga lo. Hashtag promosi. Dan, pakai tas ransel atau koper kecil yang bisa masuk ke kabin, supaya ndak kena bagasi. Lumayan ngirit. Transportasi umum di Malaysia sudah memadai. Bisa pake monorel atau LTR. Kalo ngga kepepet banged ngga usah pilih taksi.
FYI, Genting High Land itu dataran tinggi yang dikelola dengan baik jadi tempat wisata. Ketinggian tempatnya saya kurang tau, tapi kalau dari kabut dan dinginnya seperti di Bromo. Tapi di sana ada hotel, kasino, dan theme park. Theme parknya boleh juga. Ngga terlalu ngeri, tapi ngeri juga sih. Theme park di sana ada yang out door dan in door. Kalo out door harus bayar, kalo in door free. Tapi kalau mau main wahana di in door harus bayar lagi. Sayangnya, pada saat saya ke sana lagi hujan dan kabut. Jadi ndak maksimal.
Kalau mau cari oleh-oleh yang murah, bisa ke Petaling Street. Kata temen saya, cari mbak-mbak Jawa. Tapi, kemaren saya ngga nemu, dan beli di China. Dan harganya dimahalin banged. Sama aja kayak di Indonesia. Harus ditawar minimal setengah harga.
Malaysia terkenal dengan coklatnya, dan kalau ke sana ngga afdol kalo ngga ke butik coklat. Di sana ada beberapa butik coklat, bisa dicari infonya di Google ya. Kalo yang saya kunjungi, namanya Cocoa Boutique. Lokasinya ngga jauh dari Tune Hotel. Harga? Tidak murah, tapi lebih murah dari pada kalau beli di KL Sentral atau LCCT. Sayangnya tidak diperkenankan mengambil gambar di dalamnya.
Saya kurang cocok dengan makanan Malaysia, jadi selama di sana saya makannya McD, KFC, dan sejenisnya. Harga makanan standar kok. Sekali makan satu orang IDR 25K. Tapi saya ngga pernah makan pake nasi, karena di McD dan KFC pun nasinya bukan nasi putih, tapi nasi lemak.
Apa lagi ya? Kayaknya cukup segini deh. Maaf kalau kurang informatif ya. Tapimkalau mau tanya-tanya lebih lanjut bisa lewat komen atau email. Saya pasti jawab sebaik mungkin. Ting ting. ;)
Love,
Meela xxxx
Minggu, 12 Februari 2012
[Foto] Jatim Park with Bursa
Heylo pemirsa. Kemaren-kemaren-kemaren, tepatnya tanggal 24 Januari 2012, Mila dan teman-teman di Bursa jalan-jalan ke Jatim Park nih. Sebenernya judulnya bukan jalan-jalan, tapi diklat Bursa. Jadi, acara jalan-jalan ini termasuk dalam rangkaian diklat Bursa yang sebelumnya sudah pernah diadakan dua kali. Ini adalah tahap ketiganya, dan masih ada tahap-tahap berikutnya, sampai para new-comers-nya Bursa dilantik menjadi anggota resmi Bursa.
Bursa itu apa sih? Pasti pada bertanya-tanya kan? Bursa itu adalah Lembaga Usaha Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Di Bursa ini, Mila termasuk angkatan tua, bukan new-comers. Meskipun sebenarnya Mila juga nggak seberapa aktif di Bursa sih. Jabatan Mila itu adalah Manajer Humas dan Jaringan Sosial. Wah, Mila udah jadi Manajer ternyata selama ini. Haha.
Di Jatim Park, kita nggak cuma jalan-jalan. Seniornya bagian mengarahkan new-comers, sedangkan para new-comers ada tugas yang harus dikerjakan. Tapi tugasnya gampang banget bok. Ada 3 sesi. Sesi pertama adalah mengerjakan psikotest. Mengerjakannya di luar gerbang Jatim Park. Karena kita datengnya kepagian. Jatim Parknya belum buka. Sesi kedua adalah menaiki minimal 7 wahana dan memberikan laporan di modul yang telah disiapkan. Seru kan? Dan sesi ketiga adalah mewawancarai para pedagang di tempat belanja di pintu keluar Jatim Park.
Daaaaan, ini dia foto-foto yang merhasil diabadikan oleh kamera Mila. Mila upload yang ada Milanya dan Milanya keliatan cantik aja ya? :D
Segini aja ya pemirsa. Kalo masih pengen liat yang lainnya, monggo dibuka di --> http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2742528636523.2121083.1056681157&type=3
Love you all,
Meela xx.
Bursa itu apa sih? Pasti pada bertanya-tanya kan? Bursa itu adalah Lembaga Usaha Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Di Bursa ini, Mila termasuk angkatan tua, bukan new-comers. Meskipun sebenarnya Mila juga nggak seberapa aktif di Bursa sih. Jabatan Mila itu adalah Manajer Humas dan Jaringan Sosial. Wah, Mila udah jadi Manajer ternyata selama ini. Haha.
Di Jatim Park, kita nggak cuma jalan-jalan. Seniornya bagian mengarahkan new-comers, sedangkan para new-comers ada tugas yang harus dikerjakan. Tapi tugasnya gampang banget bok. Ada 3 sesi. Sesi pertama adalah mengerjakan psikotest. Mengerjakannya di luar gerbang Jatim Park. Karena kita datengnya kepagian. Jatim Parknya belum buka. Sesi kedua adalah menaiki minimal 7 wahana dan memberikan laporan di modul yang telah disiapkan. Seru kan? Dan sesi ketiga adalah mewawancarai para pedagang di tempat belanja di pintu keluar Jatim Park.
Daaaaan, ini dia foto-foto yang merhasil diabadikan oleh kamera Mila. Mila upload yang ada Milanya dan Milanya keliatan cantik aja ya? :D
![]() |
| Cewek-cewek-nya Bursa |
![]() |
| All Bursa-ers |
![]() |
| Mila lagi ngeliat apa ya itu? |
![]() |
| Mila pilih "I"! Semua pasti tau apa maksudnya. :) |
![]() |
| Ini yang moto Tijani, dari mercusuar-mercusuaran. Keren ya? Mila suka banget sama foto ini. |
![]() |
| Mila cocok nggak jadi vokalis band semut? :D |
![]() |
| Seniors. Mila sengaja milih foto di situ karena "Dia" pernah foto di situ juga dengan teman-temannya dulu. :) |
Love you all,
Meela xx.
Selasa, 18 Oktober 2011
Mbak Nina
Nggak pake basa-basi ya, Mbak Nina yang mau Mila ceritakan di sini adalah Asisten Mata Kuliah Pertanian Berlanjut dan Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan, kadang-kadang juga menjadi Asisten Managemen Tanah Berlanjut. Semester ini, hampir tiap hari Mila dan teman-teman Kelas C ketemu sama Mbak Nina. Mbak Nina orangnya pinter. Pasti dong. Secara Mbak Nina jadi Asisten Dosen, pasti Pinter. Mbak Nina juga murah senyum. Senyumnya juga manis loh, sama kayak senyumnya Mila. Uups, kok jadi promosi Asisten gini ya? Maaf lo Mbak Nina (dan pacarnya, kalau punya, atau suaminya). Tapi Mila jujur kok, sodara-sodara.
Nah, karena saking seringnya ketemu sama Mbak Nina, si Ilfa yang super heboh menyebut geng kita (cieeeh, geng-geng-an) dengan "Mbak-Nina-Holic". Sebenernya yang mengakui ke-eksisan "Mbak-Nina-Holic" itu cuma si Ilfa aja. Kita mah cuman ikut-ikutan.
By The Way, Bus Way, masih inget kan acara FieldTrip di Poncokusumo kemarin? Kebetulan banget Mbak Nina itu menjadi pendamping anak-anak kelas C. Dan tau sendiri kan, kalo kita-kita (kita? elo aja kali, gue enggak) lagi Fieldtrip mesti bawaannya pengen foto-foto. Ternyata eh ternyata, Mbak Nina kena getahnya juga. Wal hasil, di kumpulan foto-foto di kamera si Hanif ada satu fotonya Mbak Nina yang I think it looks great. Penasaran sama fotonya? Tenang saja. Ini lah tujuan Mila bikin postingan ini, karena disuruh si Ilfa buat ngupload fotonya Mbak Nina di blog.
Okay sodara-sodara, check this out!
![]() |
| Mbak Nina w/ her camera |
![]() |
| Mbak Nina: compressed, it should be better than this |
Nah, gimana? Lumayan kan Mbak Nina? Mila bukan promosi lo ini. :D
Minggu, 25 September 2011
Sendangbiru Beach
B.E.A.C.H. When I was child, I often to the beach with my lovely family. But, since I went to college and my Father is getting busier, we never go to the beach anymore. And, today, yes, today, my family and of course, I, went to Sendangbiru Beach.
Sendangbiru Beach is one of many beaches in Kabupaten Malang. Although it's located in Malang, it's quite far from my house. I spent more than 3 hours to go there. It feels longer than when I go to Surabaya. Moreover, the road to that beach is curvaceous and wavy. But, the scenery along the road saved me from the boredom. There are many trees. Coconut trees, banana trees, cocoa trees, corn, sugarcane, and many other.
If you want to visit Sendangbiru, you have to pay IDR 6.000/ adult. And if you're still a child, you don't have to pay. It's not expensive, right?
At Sendangbiru, I found so much fishing boats that also can be rented if you need it to cross to the Sempu Island. Sempu Island is really popular in Malang. But, honestly, I've never gone there. It looks scary. And if you want to go to Sempu Island, you need more than one day, because one day is not enough, people said.
Well, this is my photos at Sendangbiru. I hope it can make you jealous, and want to go to Sendangbiru next weekend. :P
| I really love the sky. <3 |
| Pasmina from my "Him", flowered dress from my Auntie, White rubber shoes I bought in Malaysia, Batik bag I bought at Malioboro, Yogyakarta, Legging and socks from my Mom. |
| Me and fishing boat. :) |
| Looks weird ya? |
| Mom, Mom, can you hear me? |
| W/ my lovely family |
| I was *keceh* |
| I was the one who realized the camera. :P |
| Looking at the blue-beach. So calm. |
| My Litle Brother and Sister. <3 |
| Ouch, my heel . >.< |
Need more? Go to -->> My Facebook (add me first. ;))
Jumat, 27 Mei 2011
Fieldwork VS Fieldtrip
2 weeks ago, I told you that I would share my stories when I was doing "Fieldwork" with my Team. But, I didn't have much time to write about it. And, because it's friday-night, and I'm currently not doing any homework, I decided to fulfill my promise. Actually, I have so many homeworks. But, at this time I just don't wanna remember them for awhile.
Okay, I don't wanna waste too much time, so, here are some photos of my Fieldwork 3. :)

Some of my Team. Left-Right: Brian, Sevi, Me, Uus, Isti, Rezita, Lilik, Tanti, Nila, Icha, Sinta.

While my Girls were busy with her stuff, my friend took a photo, and I was the only one who realized it. :D

I touched the mountain. Err, Is it mountain or only a hill?

I posed, while the bird's flying across the sky. And my camera captured it.

Me and Rezita, about to make a love sign, but, suddenly Isti came and destroy all.
By the way, did you all know what we did there? Took photos? NO. BIG no! We observed the soil at 11 points. We needed 2 days to finish those 11 points. But, over all, I really loved that 2 days of fun.
Now, I'm gonna share another story of me. It's Manajemen Agroekosistem Fieldtrip. Me and my friends go to Junggo, Batu, to observed pest, disease, soil, and anything linked with the agroekosistem on an apple plantation. Mr. Imam Gozali is the owner of that plantation. Unfortunatelly, I don't have his photo. But, I have some photos of me and my friends. Here they are.

My friends (left-right): Ria, Hanif, Dyla, Me, Evana, Faris, Habib.

This is me!! My innocent face. Really like this photo. Thanks to Ria who took it.

Me and Faris. Busy on observing the pests and diseases on apple trees.

Me with apple tree. So natural, yeah?

And, the last is photos of my friends. Look, how narcissistic they are.
Well, that's all my story from Fieldtrip and Fieldwork. For bonus, I give you this 2 beautiful photo-taken by me free! :D


Love,
Meela xx.
Okay, I don't wanna waste too much time, so, here are some photos of my Fieldwork 3. :)
Some of my Team. Left-Right: Brian, Sevi, Me, Uus, Isti, Rezita, Lilik, Tanti, Nila, Icha, Sinta.
While my Girls were busy with her stuff, my friend took a photo, and I was the only one who realized it. :D
I touched the mountain. Err, Is it mountain or only a hill?
I posed, while the bird's flying across the sky. And my camera captured it.

Me and Rezita, about to make a love sign, but, suddenly Isti came and destroy all.
By the way, did you all know what we did there? Took photos? NO. BIG no! We observed the soil at 11 points. We needed 2 days to finish those 11 points. But, over all, I really loved that 2 days of fun.
Now, I'm gonna share another story of me. It's Manajemen Agroekosistem Fieldtrip. Me and my friends go to Junggo, Batu, to observed pest, disease, soil, and anything linked with the agroekosistem on an apple plantation. Mr. Imam Gozali is the owner of that plantation. Unfortunatelly, I don't have his photo. But, I have some photos of me and my friends. Here they are.
My friends (left-right): Ria, Hanif, Dyla, Me, Evana, Faris, Habib.
This is me!! My innocent face. Really like this photo. Thanks to Ria who took it.
Me and Faris. Busy on observing the pests and diseases on apple trees.
Me with apple tree. So natural, yeah?

And, the last is photos of my friends. Look, how narcissistic they are.
Well, that's all my story from Fieldtrip and Fieldwork. For bonus, I give you this 2 beautiful photo-taken by me free! :D
Love,
Meela xx.
Langganan:
Postingan (Atom)


























