Tampilkan postingan dengan label Mila dan Teman-teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mila dan Teman-teman. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

May!

O, MG. it's May already! How was your life, everyone? Mine? Been so good. Alhamdulillahirobbilalaamin. I told you before that I always love April. But, April 2013 is the best, guys. One of my dreams, the biggest one, has came true. Once, again, Alhamdulillah. :)

But, sorry to say, I can't tell you what it is. Well, not yet. Someday, I'll tell you what happened in April 2013. Clue? Okay. One clue: Ivan. Hihi. So, it's about my love life.

Okay, back to May. Since April 2013 is the best among another, May 2013 is also my best May. The first important thing about May is, I already started my research. I planted my common beans at the beginning of this month. Well, not all of it is good. It also means that I need to go to the field once, twice, or three times a week, or even everyday to take care of my common beans. Tired? Yes. Burnt? Super yes. The saddest thing is I got muscles in my hands. The second thing is, Ivan and I went to a wedding party for the very first time. Well, I'd been going to some weddings but this time I went there with my love, Ivan. The third is, I went to Situbondo with some great people last Wednesday. It was so fun, though some were not. But, I still love it and want some more great experience like those, (very) bad hotel room, motorcycling in the middle of the night, got some drinks at coffee shop, went to the dock, night market at alun-alun Situbondo, some unique foods, and many others. The fourth, the fift, the sixth, and the others is much more interesting, but, they are my best three things in this month.

Ooops, I forgot something, I met my senior high school bestfriend, @whenimas and @pradiskadiska. I missed them so much and was so happy, finally can meet, talk, and get some photos together. It happened a day before I went to Situbondo. Well, I call it combo great things. Thanks Allah. You do love me. :)



Since it's still May 13, I'm sure there will be more great things in this month. Aamiin.

Anyway, I went to Malaysia last April 24 until 27. It was soooooo~ fun, I'll write about it later. Because now, I need to have some breakfast. So, see you at the next post, great people. :)


Love,
Meela xx

Kamis, 16 Agustus 2012

#Magang

Lanjutan dari posting sebelumnya yang bertajuk "Internship", kali ini Mila akan membagi berbagai hal yang Mila alami selama melaksanakan kegiatan magang kerja di PT. BISI International Tbk. Farm Kencong.

Meela dan sepeda pinjaman
Farm Kencong tempatnya itu sangat luaaaaa~s, jadi, kalo mau keliling-keliling, kita harus naik sepeda ontel. Kalo mau jalan juga ngga papa sih. Tapi ya, capek ditanggung sendiri.

Disekeliling Farm Kencong, diberi pager untuk memisahkan lahan milik BISI dengan lahan milik petani. Dan, sewaktu Mila dan teman-teman Mila sedang jenuh, kami memutuskan untuk "membolos" dan berkeliling BISI. Dan, Mila tertarik untuk melihat, ada apa di balik pagar BISI. Ternyata, pemandangan ladang jagung yang sangat indah. Subhanallah sekali.

Di balik pagar BISI
Di Farm Kencong, salah satu komoditas yang cukup dikembangkan adalah terong. Kita dapat menemukan banyak sekali tanaman terong di sana. Untuk kegiatan breeding, atau pemuliaan, biasanya bunga yang berhasil dipolinasi akan dibungkus dengan kertas putih, sehingga saat buah terong membesar, akan terbentuk "U shaped eggplant" karena terhalang oleh kertas polinasi.

U shaped eggplant
Saat jenuh, sering kali Mila dan teman-teman "membolos" dengan berkeliling Farm Kencong. Dan banyak sekali objek-objek yang menarik untuk diabadikan, seperti di bawah ini.

Zea mays L.

Germinate
Nah, karena awal kegiatan magang ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Eh, Mila belum mengucapkan selamat berpuasa ya? Happy Fasting ya, Reader! Semoga semua ibadah kita selama bulan Ramadhan ini diberi pahala yang besar oleh Allah. Aamiin. Lanjut ke magang, di Pare, tempat ngabuburit sangat minim, alhasil, Mila dan teman-teman kabur ke Kediri untuk ngabuburit di Monumen Simpang Lima Gumul. Monumen ini adalah replika dari L'arc de triomphe. Luar biasa keren banget nih. Di Malang ngga ada beginian. Jadi, suatu titik persimpangan beretemunya 5 jalan besar. Dan tepat di tengah-tengah titik tersebut terdapat bangunan besar bergaya Romawi. Untuk menuju bangunan tersebut, kita harus melewati jalan bawah tanah terlebih dahulu. Modern sekali. Menakjubkan.
 
L'arc de Triomphe a la Kediri

Masih seputar ngabuburit, ada sebuah restoran yang menjadi tempat ngabuburit favorit Mila. Namanya adalah "Wisata Jamur". Menu yang sudah Mila coba diantaranya adalah: Ayam goreng saus mentega, Nasi goreng jamur Pattaya, Ayam bakar saus lada hitam, dan Ayam goreng saus Inggris. Yumm~. Minuman favorit Mila adalah Es blewah. Selain karena sangat segar harganya juga relatif murah. Cuma Rp. 6.000,- lo.
Begitulah kegiatan Mila selama magang di Pare. Well, emang ini masih sebagian kecil yang Mila ceritakan. Lainnya nanti Mila ceritakan secara bertahap ya. :D

Love,
Meela xx

Kamis, 14 Juni 2012

Kontras

Entah bagaimana harus memulai postingan ini. Biasanya Mila menulis postingan dengan ceria, penuh basa-basi, bersemangat, dan tentu saja tidak jelas. Tetapi, kali ini, Mila ingin sedikit serius.

12 Juni 2012, seorang bayi cantik lahir di dunia ini dari rahim ibunya yang cantik pula, Hilda Yustitiasari. Salah satu sahabat terbaik sejak SMP yang Mila punya. Meskipun bayi mungil itu bukan punya Mila, tapi Mila merasa bahagia luar biasa saat mendengar kabar bayi mungil itu telah lahir ke dunia ini dengan keadaan sehat.

Tidak lama sebelum Mila menulis postingan ini, Hilda mengatakan bahwa "melahirkan itu nggak sakit". Hilda memang super sekali. Sebagai temannya Mila sangat bangga.

Kemudian, Mila mempostingkan kata-kata Hilda tersebut di Twitter. Selang beberapa detik, teman-teman SD yang juga mengenal Hilda langsung ribut sana-sini ikut bahagia dan bangga mendengar Hilda telah melahirkan.

Beberapa menit kemudian, sebuah SMS masuk ke handphone Mila. Dari Zuri. Bunyinya...
Innalillahi wa innaillaihi roji'un.
Istrinya Hendrawan Susilo kecelakaan lusa kemarin dan meninggal.. (Hari ini tanggal 14)
Mila terdiam.

Mila memang tidak begitu dekat dengan Hendra. Tapi, menurut Mila, Hendra itu adalah sosok yang penuh rahasia. Dia masuk di Universitas Brawijaya melalui jalur PSB seperti Mila. Dengan bekal prestasinya di bidang olahraga bulutangkis (atau tennis, Mila lupa :D). Hendra sering kali tidak mengikuti kegiatan di kampus karena harus turnamen ini turnamen itu dan bla bla bla. Karena nama Hendra dan Mila deketan, jadilah Mila kena getahnya. Kalo ada tugas kelompok dia selalu tidak ikut mengerjakan. Sempat kesal dengan dia.

Beberapa bulan setelah kuliah, tiba-tiba Hendra menikah dengan pacarnya. Hendra yang masih sangat muda, dan pacarnya yang juga sama mudanya, menikah? Kaget, iri, dan nggak percaya semua jadi satu. Sempet suudzon macem-macem, tapi ternyata mereka belum punya momongan sampai lebih dari setahun pernikahan mereka.

Masih ingat soal Magang kan? Mila rencananya, dan alhamdulillah sudah diapprove akan Magang di PT. BISI International Tbk., yang ada di Pare, Kediri. Letak perusahaan itu ternyata dekat dengan rumahnya Hendra, dan Mila sering bertanya-tanya tentang banyak hal termasuk kos-kosan dan bla bla bla ke Hendra. Hendra menjawab dengan baik. Perasaan kesal Mila perlahan pudar.

Sampai pada tanggal 12 April 2012. Mila, Zuri, Icha, dan Mita melakukan penjelajahan ke BISI. Kami, 4 wanita tangguh naik bus PUSPA INDAH yang notabene terkenal sebagai roller coaster jalanan pergi ke Pare, Kediri. Setelah oper angkot 1 kali, kami sampai di BISI, dan bla bla bla. Kemudian, karena bingung bagaimana cara pulang, kami memutuskan untuk meminta Hendra untuk menjemput kami. Tapi, Hendra bilang dia sedang terkena musibah.

Dan ternyata Mila dan 3 wanita tangguh lainnya baru tau, musibah itu adalah kecelakaan yang menimpa istrinya. Ya Allah, bener-bener nyesek waktu baca SMS dari Zuri.

Random Pic from my Molome


KONTRAS. Di saat Mila sedang sangat bahagia mengetahui ada teman Mila yang mendapatkan seorang anak, di satu sisi teman yang lain kehilangan istrinya.

Innalillahi wa innaillaihi roji'un..
Yang berasal dari Allah kan kembali pada Allah..
The deepest condolence to Hendra and his family..
Semoga istrinya diberikan tempat terbaik di sisi Allah..
Aamiin..

Kamis, 19 April 2012

Pi-el-ei-ji-ai-ei-ti-ow-er

Halo, manusia maya! Sekarang Mila sedang ingin mencurahkan isi hati. Err, lebih tepatnya sedang ingin membicarakan orang lain. Haha. Well, talking somone behind her back is not my habit, but, kali ini, Mila bener-bener gedeg sama kelakuan manusia yang satu ini.

Picture from HERE

Namanya, sebut saja Matahari, dia, err, menurut Mila nggak seberapa cantik, tapi mungkin menurut sebagian orang di luar sana, apalagi lelaki, dia cantik. Mila nggak seberapa deket sama dia, tapi dia suka banget tanya macem-macem sama Mila. Termasuk tentang dunia perblogan.

Awalnya, Mila nggak kepikiran apa-apa. Mila menjawab semua pertanyaan dia dengan sabar.

Tapi, anehnya, dia nanya-nanya soal blog ke Mila, bilang blog Mila bagus, tapi kok nggak kelihatan namanya di kolom Followers ya? Mila mulai bingung. Tapi, yasudahlah, mungkin dia nggak tau caranya nge-follow blog orang.

Nah, terus? Yang bikin Mila kesel apa?

Jadi, ceritanya gini, temen Mila yang namanya, sebut saja Mawar, nanya ke Mila, "Mil, Molome itu apa sih?". Nah, Mila yang saat itu lagi sibuk, cuma jawab "liat aja di disismeela.blogspot.com". Well, iya, sebenernya juga sekalian promosi blog. Terus, beberapa hari kemudian, eh, si Mawar BBM Mila, bunyinya gini, "Mil, blogmu kok mirip sama blognya si Matahari ya?".

Lo? Mila juga bingung. Terus, Mila lihat lah blognya si Matahari lewat Twitternya. Dan, jeng-jeng-jeng. Iya euy. Berasa baca blog sendiri, cuman, semua kata "Mila"nya diganti sama kata "Matahari".

Wadalah, masih usum to ternyata yang namanya plagiator? :D

Jadi inget pas jaman SMA dulu. Pas itu lagi gandrung-gandrungnya sama Friendster. *backsound lagu sedih*. Friendster itu bener-bener tempat kenangan. Karena di Friendster, Mila bisa menemukan belahan jiwa Mila, yang Mila cintai sampai detik ini. Meskipun, banyak banget cobaan buat Mila dan Dia. Hiks. *lah? jadi ngelantur*

Di Friendster dulu, Mila suka pasang-pasang HTML kode yang bisa jalan-jalan, kedap-kedip, warna-warni, gede-kecil, dll. Dan, Mila nggak mau HTML kode Mila dicuri orang lain. Jadi, di akhir comment/ testimonial Mila, selalu Mila kasih "I hate plagiators". And, it's true. Plagiat adalah sifat buruk yang paling Mila nggak bisa teroril. Ke laut aja ya, yang 2012 masih Plagiat. Sumber inspirasi banyak woy. Tapi bukan dari pikiran temen kamu.

Minggu, 12 Februari 2012

[Foto] Jatim Park with Bursa

Heylo pemirsa. Kemaren-kemaren-kemaren, tepatnya tanggal 24 Januari 2012, Mila dan teman-teman di Bursa jalan-jalan ke Jatim Park nih. Sebenernya judulnya bukan jalan-jalan, tapi diklat Bursa. Jadi, acara jalan-jalan ini termasuk dalam rangkaian diklat Bursa yang sebelumnya sudah pernah diadakan dua kali. Ini adalah tahap ketiganya, dan masih ada tahap-tahap berikutnya, sampai para new-comers-nya Bursa dilantik menjadi anggota resmi Bursa.

Bursa itu apa sih? Pasti pada bertanya-tanya kan? Bursa itu adalah Lembaga Usaha Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Di Bursa ini, Mila termasuk angkatan tua, bukan new-comers. Meskipun sebenarnya Mila juga nggak seberapa aktif di Bursa sih. Jabatan Mila itu adalah Manajer Humas dan Jaringan Sosial. Wah, Mila udah jadi Manajer ternyata selama ini. Haha.

Di Jatim Park, kita nggak cuma jalan-jalan. Seniornya bagian mengarahkan new-comers, sedangkan para new-comers ada tugas yang harus dikerjakan. Tapi tugasnya gampang banget bok. Ada 3 sesi. Sesi pertama adalah mengerjakan psikotest. Mengerjakannya di luar gerbang Jatim Park. Karena kita datengnya kepagian. Jatim Parknya belum buka. Sesi kedua adalah menaiki minimal 7 wahana dan memberikan laporan di modul yang telah disiapkan. Seru kan? Dan sesi ketiga adalah mewawancarai para pedagang di tempat belanja di pintu keluar Jatim Park.

Daaaaan, ini dia foto-foto yang merhasil diabadikan oleh kamera Mila. Mila upload yang ada Milanya dan Milanya keliatan cantik aja ya? :D
Cewek-cewek-nya Bursa

All Bursa-ers 
Mila lagi ngeliat apa ya itu?

Mila pilih "I"! Semua pasti tau apa maksudnya. :)

Ini yang moto Tijani, dari mercusuar-mercusuaran. Keren ya? Mila suka banget sama foto ini.

Mila cocok nggak jadi vokalis band semut? :D

Seniors. Mila sengaja milih foto di situ karena "Dia" pernah foto di situ juga dengan teman-temannya dulu. :)
Segini aja ya pemirsa. Kalo masih pengen liat yang lainnya, monggo dibuka di --> http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2742528636523.2121083.1056681157&type=3

Love you all,

Meela xx.

Rabu, 19 Oktober 2011

Junior High School

SMA mungkin merupakan saat-saat yang paling menyenangkan dalam fase hidup seseorang. Namun, bagi beberapa orang, SMA mungkin biasa saja, lebih seru saat SMP atau bahkan saat kuliah. SMP atau sekolah menengah pertama merupakan saat-saat seorang anak sibuk mencari jati dirinya. Fase ini cukup memegang peran penting dalam pembentukan jati diri seorang anak.

Mila menghabiskan masa SMP Mila di MTsN Malang 1 yang terletak di jalan Bandung Malang. MTsN Malang 1 atau yang biasa disebut MATSANEWA merupakan SMP yang cukup dikenal di kota Malang. Sekolah tersebut terletak di kompleks sekolahan dari BA Restu, MIN Malang 1, dan MAN Malang 1.

Dulu, Mila sempat membuat postingan yang sedikit menyinggung kehidupan SMP Mila. Tapi, saat itu Mila (sedikit) lupa tentang kehidupan SMP Mila. Nah, tadi, Mila lagi blog-walking dan menemukan foto-foto Mila saat SMP di Multiply-nya salah satu teman Mila. Ini dia foto-fotonya!

(Atas-bawah, kiri-kanan) Hali, Meela, Dara, Sina, Hanum, Lintung, Dwi, Irka, Vika, Rosi, Arum, Emy, Disti.

Hanum, Dara, Rosi, Mila, dan Hali
Kita cantik. Kita bersemangat. Dan Kita bahagia. SMP itu emang masa-masa yang paling membahagiakan. Nggak ada masalah. Nggak banyak pikiran. Nyantai kayak di pantai. SMP itu INDAH.

Oya, hampir lupa. Sumbernya adalah dari Multiply-nya temen Mila. Namanya Halida (Hali). Multiply-nya bisa dibuka di sini --> KLIK!.

Sepenggal Cerita tentang Seorang Teman

Mila punya teman. Tapi bukan teman sepermainan. Dia ini jarang banget dateng ke kampus. Dia juga jarang mengerjakan tugas kelompok. Well, Mila tau, setiap orang punya prioritasnya masing-masing. Mungkin bagi dia kuliah bukan lah hal penting. Tapi, sayangnya nama Mila dan nama dia berdampingan di buku absen. Jadi, mau nggak mau hampir setiap ada tugas kelompok Mila harus sekelompok sama dia.

Semester-semester sebelumnya, dia nggak pernah dateng ke kampus. Jadi, semisal kita sekelompok, Mila nggak perlu mencantumkan namanya di cover tugas. Menurut Mila, itu lebih mending dari pada mereka-mereka yang nggak pernah ikut mengerjakan tugas tapi maksa-maksa namanya ditulis di cover. Tapi, semester ini ada yang berbeda, Mila nggak tau apakah itu sesuatu yang baik, atau malah buruk. Dia sekarang nggak bolosan lagi. Dan, sebelumnya, Mila nggak pernah berdiskusi dalam kelompok dengan dia. Pertama kali berdiskusi dengan dia, Mila langsung dongkol. Bener-bener dongkol. Gimana enggak. setiap Mila berpendapat, selalu disanggah. Mila sih emang dari sananya udah males sama dianya, jadi Mila nggak ambil pusing. Tapi lama kelamaan dia tambah menjadi-jadi. Masak iya setiap temen Mila mau berpendapat, dia selalu bilang "nggak gitu, bla bla bla bla". Bukannya Mila nggak menghargai pendapatnya, tapi omongannya itu OUT OF TOPIC banget teman-teman.

Terus, karena Mila lelah menghadapi dia, Mila curhat sama Ayah Mila. Kata Ayah, Mila nggak boleh kayak gitu. Mila harus bisa menghargai pendapat orang lain. Oke, kemudian Mila nyoba untuk mengetes, apakah isi kepalanya lebih baik dari omongannya atau tidak. Mila nyuruh dia membuat sebuah tulisan yang merupakan bagian dari makalah yang harus dikerjakan oleh kelompok Mila. And, suprisingly, tulisannya nggak buruk-buruk amat. Malah menurut Mila lebih bagus dari beberapa temen Mila yang sukanya maksa-maksa namanya di taruh di cover padahal kontribusinya di tugas sangat minim. Mereka cuma modal fotokopi, ngeprint, njilid, dan copy paste tinjauan pustaka dari internet.

Dari sini lah Mila bisa belajar sesuatu. Mila nggak boleh negative thinking dulu tentang kemampuan seseorang. Siapa Mila yang berhak menilai kualitas orang lain? Mila sendiri juga mungkin belum begitu baik. Bahkan jauh dari baik. Dan mulai sekarang, Mila mau mencoba untuk berubah. Tak apa lah Mila dimanfaatkan orang lain. Artinya Mila adalah orang yang berguna bagi sesama. Ya kan?

Mau tau tulisan temen Mila kayak apa? Oke, Mila upload deh. Buka di sini ya: KLIK!

Selasa, 18 Oktober 2011

Mbak Nina

Nggak pake basa-basi ya, Mbak Nina yang mau Mila ceritakan di sini adalah Asisten Mata Kuliah Pertanian Berlanjut dan Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan, kadang-kadang juga menjadi Asisten Managemen Tanah Berlanjut. Semester ini, hampir tiap hari Mila dan teman-teman Kelas C ketemu sama Mbak Nina. Mbak Nina orangnya pinter. Pasti dong. Secara Mbak Nina jadi Asisten Dosen, pasti Pinter. Mbak Nina juga murah senyum. Senyumnya juga manis loh, sama kayak senyumnya Mila. Uups, kok jadi promosi Asisten gini ya? Maaf lo Mbak Nina (dan pacarnya, kalau punya, atau suaminya). Tapi Mila jujur kok, sodara-sodara.

Nah, karena saking seringnya ketemu sama Mbak Nina, si Ilfa yang super heboh menyebut geng kita (cieeeh, geng-geng-an) dengan "Mbak-Nina-Holic". Sebenernya yang mengakui ke-eksisan "Mbak-Nina-Holic" itu cuma si Ilfa aja. Kita mah cuman ikut-ikutan.

By The Way, Bus Way, masih inget kan acara FieldTrip di Poncokusumo kemarin? Kebetulan banget Mbak Nina itu menjadi pendamping anak-anak kelas C. Dan tau sendiri kan, kalo kita-kita (kita? elo aja kali, gue enggak) lagi Fieldtrip mesti bawaannya pengen foto-foto. Ternyata eh ternyata, Mbak Nina kena getahnya juga. Wal hasil, di kumpulan foto-foto di kamera si Hanif ada satu fotonya Mbak Nina yang I think it looks great. Penasaran sama fotonya? Tenang saja. Ini lah tujuan Mila bikin postingan ini, karena disuruh si Ilfa buat ngupload fotonya Mbak Nina di blog.

Okay sodara-sodara, check this out!
Mbak Nina w/ her camera

Mbak Nina: compressed, it should be better than this
Nah, gimana? Lumayan kan Mbak Nina? Mila bukan promosi lo ini. :D

Sabtu, 15 Oktober 2011

Catatan dari Fieldtrip Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan


Fieldtrip Teknologi Konservasi Sumberdaya Lahan dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2011 di Poncokusumo. Pada fieldtrip tersebut terdapat 6 materi yang harus diamati dan dianalisis. Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya serta untuk menghemat waktu, sebelum bekerja, kelompok kelas dibagi menjadi 4 kelompok kecil yang masing-masing bertanggung jawab terhadap materi yang telah ditentukan. Kelompok kami, yaitu kelompok pertama, bertanggung jawab terhadap materi 2 dan materi 3. Materi 2 tentang Mengenal Jenis-jenis Erosi dan materi 3 tentang Menetapkan Faktor-faktor Erosi Tanah Metode USLE. Karena materi 2 dan materi 3 masih berkaitan, kami tidak membagi kelompok kecil yang ada menjadi kelompok yang lebih kecil lagi. Tetapi, kami secara bersama-sama segera melakukan pengamatan dari bagian atas lahan yang telah ditentukan. Pertama-tama, kami mengidentifikasi macam-macam erosi yang terjadi di lahan apel dan mendokumentasikannya. Kemudian di lanjutkan di lahan sengon yang letaknya lebih bawah serta lahan talas.

My team!


Selama pengamatan lapang tersebut, kami menemukan berbagai macam erosi dengan tingkatan yang bervariasi. Erosi yang paling banyak terjadi ialah erosi massa (longsor) dengan tingkatan yang rendah. Erosi massa tersebut terjadi di ujung dari teras-teras yang telah dibuat oleh petani di daerah tersebut. Meskipun para petani telah melakukan tindakan konservasi berupa teras bangku, namun, terdapat beberapa kesalahan pada teras bangku yang dibuat oleh para petani tersebut. Pertama, bidang olahnya datar dan cenderung miring keluar. Teras bangku yang demikian akan menyababkan erosi masa pada ujung teras. Erosi masa menyebabkan beberapa bagian dari tanah berpindah dari bagian atas ke bagian yang lebih bawah dan meninggalkan sedimen atau endapan di bagian bawahnya. Erosi ini tidak meninggalkan bekas berupa aliran maupun cekungan. Faktor penyebabnya yang kedua ialah kurangnya tanaman penguat teras di lahan tersebut. Sehingga apabila hujan turun dengan deras, dan terjadi runoff dengan membawa partikel-partikel tanah, tidak ada yang akan menahan partikel-partikel tanah tersebut. Akibatnya tanah akan terbawa ke daerah yang lebih bawah lagi.

Erosi massa tingkat ringan
Selain erosi masa, pada lahan tersebut juga banyak ditemui adanya erosi percikan. Erosi percikan dapat dilihat dari adanya cekungan-cekungan di permukaan tanah yang menunjukkan bahwa ada beberapa partikel tanah yang terangkut ke bagian di sekitarnya. Erosi percikan disebabkan oleh kurangnya tutupan lahan di lahan tersebut.

Erosi yang lainnya adalah erosi alur. Pada tanah yang mengalami erosi alur terdapat bekas aliran air selain jalan atau saluran air. Namun ukuran dari alur yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan erosi gully atau selokan. Erosi selokan meninggalkan bekas aliran air dengan ukuran yang sangat lebar dan membentuk parit. Erosi selokan juga ditemukan di daerah tersebut.

Erosi alur
Setelah mengidentifikasi macam-macam erosi yang terdapat di lahan tersebut, selanjutnya kami mulai mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk perhitungan tingkat erosi tanah dengan metode USLE. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses erosi tanah, yaitu erosivitas, erodibilitas, faktor lereng, faktor tanaman, dan faktor pengelolaan manusia, yang dapat dituliskan dalam fungsi E = f (RxKxLxSxCxP).

Kelerengan curam
Untuk perhitungan erosivitas, kami tidak perlu melakukan pengamatan karena kami telah diberi data sekunder oleh Asisten yang mendampingi kami. Demikian pula untuk perhitungan erodibilitas, kami hanya perlu memasukkan data-data sekunder yang telah kami dapat ke dalam rumus yang telah ditentukan dan membandingkannya dengan menggunakan nomograph. Untuk faktor lereng, perlu diadakan pengukuran panjang lereng dan kemiringan lereng. Untuk mengukur panjang lereng, kelompok kami dibantu dengan kelompok lain yang juga memerlukan data panjang lereng. Panjang lereng yang diukur dialah panjang lereng aktual dan pengukurannya menggunakan tali rafia. Pertama-tama kami mengukur panjang tiap teras kemudian kami mengalikan panjang tiap teras dengan jumlah teras yang ada dari atas hingga bawah. Setelah itu, untuk mengukur kemiringan lereng, kami menggunakan alat yang bernama klinometer. Panjang lereng dan kemiringan lereng pada tiap SPL yang telah ditentukan akan berbeda-beda. Untuk kemiringan lereng, pada SPL 1 ialah 85%, SPL 2 50%, dan SPL 3 58%. Selanjutnya ialah faktor tanaman yang bergandengan dengan faktor pengelolaan. Untuk mengetahui besarnya faktor tanaman dan pengelolaan, kami cukup melakukan observasi terhadap jenis tanaman dan pengelolaan yang diterapkan oleh petani di lahan tersebut.

Setelah seluruh data yang kami butuhkan terkumpul selanjutnya kami melakukan diskusi untuk membahas upaya pengendalian yang dapat dilakukan terhadap macam-macam erosi yang ditemukan di lahan tersebut. Selain itu, kami juga memasukkan data-data sekunder serta data-data hasil observasi dan pengukuran yang telah kami lakukan ke dalam rumus sehingga didapatkan erosivitas, erodibilitas, faktor lereng, tanaman, dan pengelolaannya, serta dapat mengetahui tingkat erosi di lahan tersebut.
Me, he said my smile is charming. :x

Selasa, 13 September 2011

Get Married 3 (2011)

*****
Yak, akhirnya Mila bisa juga bikin review film pas filmnya masih belom berstatus "jadul". Dan, film yang beruntung adalah... Jeng... Jeng... Jeng... GET MARRIED 3!! Mau tau kenapa kok Get Married 3? Soalnya ni film pinter banget cara promosinya. Jadi, salah satu TV swasta di Indonesia menayangkan Get Married 1 dan Get Married 2 beberapa hari yang lalu. Nah, di sela-sela jeda iklan, mereka mengiklankan film Get Married 3 yang baru tayang di bioskop. Alhasil, hati Mila tertarik dengan iklan tersebut. Dan kebetulan sekali, sahabat Mila-Winda dan Diska-ngajak Mila nonton, dalam rangka traktiran ulang Tahunnya Winda. Jadilah Mila nonton film ini.

Film ini adalah kelanjutan dari Get Married 1 dan Get Married 2. Di mana pada saat itu, Rendi dan Mae (suami-istri tokoh utama dalam film tersebut) sudah memiliki anak. Dan nggak tanggung-tanggung, mereka mendapatkan 3 anak kembar sekaligus. Entah karena apa, Rendi-yang diperankan oleh Fedi Nuril-dan Mae-yang diperankan oleh Nirina Zubir-memutuskan untuk mengasuh ketiga anak mereka sendiri tanpa bantuan dari pihak manapun termasuk keluarga mereka dan teman-teman dekat Mae. Namun ternyata Mae malah stress dan mengidap Baby "blus" (Mila nggak tau tulisan yang bener gimana, dan Mila nggak tau artinya apa).

Trus? Nonton sendiri dong ya. Kan nggak seru kalo Mila ceritain semua di sini. :D

Yang pasti, seperti 2 Get Married sebelumnya, Get Married 3 juga bikin penonton ngakak (banget). Aktingnya Fedi Nuril dan Nirina Zubir sangat natural, dan mereka terlihat seperti sepasang suami-istri sungguhan. Tapi, film ini nggak Mila rekomendasikan buat anak-anak di bawah 17 tahun ya, soalnya lumayan banyak adegan-adegan orang dewasanya (jangan mikir macem-macem lo ya).

WARNING:
Buat yang pengen banget nikah tapi masih belum diberi kesempatan oleh Yang Kuasa, hati-hati, nonton film ini dapat membuat anda galau semakin pengen nikah. Juga buat temen-temen yang sudah mau nikah deket-deket ini, hati-hati, bisa-bisa ilfeel dan pernikahannya dibatalin (jangan sampek deh ya).

Well, reviewnya standar banget ya? Tapi, semoga bisa bermanfaat buat teman-teman. Supaya lebih oke, Mila kasih link blog yang menurut Mila keren dan berkompeten dalam hal review-me-review film -->> Klik!

Thanks for visiting, Readers! Love ya. :)

Kamis, 11 Agustus 2011

Jangan Berpacaran Lebih dari 4 Tahun?

Kaskus. Hari gini, siapa sih yang masih nggak tau Kaskus? Menurut Wikipedia.org, Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar dan nomor 1 Indonesia dan penggunanya disebut dengan Kaskuser. Kaskus itu seperti kantung ajaibnya Doraemon, apa-aja-ada-di-sana. Dari mulai ilmu pengetahuan, ilmu agama, berita politik, info selebritis, sampai jokes. Mila sendiri sebenernya udah punya akun Kaskus, tapi Mila nggak begitu aktif. Kadang-kadang kaluau lagi nggak ada kerjaan, Mila suka iseng bukain Lounge kaskus dan baca thread-thread yang berjejer di page 1.

Ngomong-ngomong soal Kaskus, tempo hari, waktu Mila lagi suntuk banget di rumah, Mila iseng buka Kaskus, "sapa tau bisa nemu jokes yang bisa bikin suntuk ilang", pikir Mila. Niatnya cuma sebentar, tapi ternyata kecantol cukup lama, dan akhirnya Mila menemukan sebuah artikel yang berjudul JANGAN PACARAN LEBIH DARI 4 TAHUN, BAHAYAAA GAN!!!. Hah? Serius? Kenapa emangnya? Aduh, gawat nih, usia hubungan Mila dan si Dia sudah masuk 3 tahun, dan berarti sisa 1 tahun lagi dong? Hiks. #sedih #nangis

Katanya, hormon cinta itu hanya bisa bertahan 4 tahun, dan sisanya hanyalah dorongan seks.

Sebuah hubungan pasti akan menemui titik jenuh. Bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu sudah habis. Peneliti menemukan jika sudah lewat 4 tahun yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Hal itu diungkapkan oleh peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico. Menurut peneliti disana, rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun.

“Tidak ada cinta yang benar-benar murni setelah 4 tahun,” ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Geniusbeauty, Rabu (9/12/2009).

Rasa tergila-gila yang muncul pada awal-awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri.

Hormon-hormon itu sangat baik untuk tubuh dan mempengaruhi kesehatan seseorang karena bisa membuat aliran darah lebih lancar, denyut jantung lebih stabil, rileks dan perasaan lebih bergairah dan bersemangat. Namun masalahnya efek hormon-hormon itu tidak akan abadi dan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

“Bahkan cinta yang sangat dalam sekalipun akan kehabisan efek itu ketika sudah berjalan lebih dari 4 tahun. Hal itu dikarenakan tubuh sudah kebal terhadap semua efek hormon tersebut. Jika sudah begitu, rasa cinta akan cenderung berubah menjadi ketergantungan emosi dan seksual,” jelas peneliti dari Meksiko.

Peneliti telah melakukan survei skala besar terhadap orang-orang yang jatuh cinta dan menemukan fakta bahwa cinta adalah obsesi. Ketika terobsesi pada seseorang, apapun caranya akan diperjuangkan, bahkan rela tidak tidur dan tidak makan hanya gara-gara memikirkan orang yang dicintainya. Tapi setelah mendapatkannya, perlahan rasa itu akan hilang.

Untuk itu, bersiap-siaplah terhadap segala kemungkinan terburuk dari sebuah hubungan setelah melewati masa 4 tahun. Hindari rutinitas yang membosankan dan cari variasi dalam setiap kegiatan bersama agar tidak dilanda stres. Coba ingat-ingat lagi, apa yang membuat Anda jatuh cinta padanya dulu, lalu hayati lagi perasaan itu.


Well, yeah, Mila agak nggak setuju dengan beberapa pendapat yang TS berikan, yang pertama, perasaan cinta disamakan dengan perasaan tergila-gila, dan kedua, cinta disamakan dengan obsesi. Mila sendiri juga masih belum mengetahui apa makna cinta yang sebenarnya, Mila juga kadang nggak yakin bahwa Mila sudah pernah merasakan cinta atau belum, karena batasan antara cinta, suka, dan sayang yang tidak jelas. Tapi, Mila nggak setuju kalau cinta disamakan dengan rasa tergila-gila. Cinta itu indah, cinta itu baik, sebaliknya, rasa tergila-gila memiliki kata dasar gila yang artinya kurang baik. Cinta tidak sama dengan obsesi. Mengapa?

Dulu, pernah ada seorang wanita yang "dekat" dengan orang yang Mila cintai, dan dengan entengnya wanita tersebut mengatakan bahwa Mila tidak mencintai orang yang Mila cintai, tapi Mila hanya terobsesi padanya. Memang siapa dia yang dengan mudahnya menilai apa yang tidak bisa dia lihat? Dia juga nggak pernah tau apa aja yang sudah Mila lewati sebelum bersama orang yang Mila cintai dan selama bersama orang yang Mila cintai. Cinta nggak bisa dinilai pada satu waktu dan pada satu tempat. Cinta itu proses.

Kembali ke masalah cinta yang hanya bertahan 4 tahun. Sempat ada perasaan takut di hati Mila. Bukan, Mila bukan takut nggak mencintai Dia lagi, tapi Mila takut Dia benar-benar kehilangan cintanya pada Mila. Well, sebenarnya hal itu sudah pernah terjadi beberapa waktu silam dan menyebabkan hubungan Mila dan Dia menjadi hanya bertitel "teman".

Mila sempat mendiskusikan hal ini dengan Hilda, sahabat Mila. Dan, Hilda membenarkan hal ini. Hilda yang sudah menikah menjadi takut karena banyak sekali cerita suami dan istri yang mulai sering bertengkar setelah tahun ke-4 pernikahan mereka. Memang seram. Tapi menurut Mila, bukan cinta yang mengendalikan kita, tapi sebaliknya, we're the boss. Dan ingat lah, kita masih punya Tuhan, yang apabila Ia berkehendak, maka apa pun bisa terjadi.

Jadi, Mila tetep setuju bahwa REAL LOVE HAS NO ENDING. Tapi, tetep dengan izin Tuhan. :)

Selasa, 12 Juli 2011

Surat Kecil untuk Tuhan

Kemarin, hari Senin, tanggal 11 Juli, Icha, Hilda, dan Mila pergi ke 21 Matos untuk menonton Film ini. Namun, karena beberapa hal, Mila dan teman-teman mendapatkan seat paling depan sehingga nonton filmnya kurang nyaman. Untung aja filmnya bagus. Mila nggak ngerasa nyesel deh.

Surat Kecil untuk Tuhan adalah salah satu Film Indonesia yang baru dirilis pada bulan Juli ini. Film ini diangkat dari kisah nyata. Yaitu dari kehidupan seorang gadis bernama Gita Sessa Wanda Cantika atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Keke. Kehidupan Keke awalnya benar-benar sempurna. Keke memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, juga seorang Ibu yang sama menyayanginya, serta dua orang kakak laki-laki. Selain itu, Keke juga memiliki 6 orang sahabat yang sangat menyayanginya juga seorang pacar yang tak kalah menyeyanginya juga. Namun, orang tuanya bercerai. Perceraian orang tuanya sebenarnya bukan lah masalah besar, karena saat Keke berumur 13 tahun, ia menghadapi masalah yang sangat besar. Keke terkena kanker.

Keke mengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak). Dan Keke adalah pengidap penyakit ini yang pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.

Tetapi, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Namun, pada akhirnya, Keke harus pergi meninggalkan orang-orang yang Keke sayangi. Keke meninggal setelah 2 tahun berjuang melawan penyakit mematikan itu.



Buat teman-teman yang belum sempat nonton film ini, Mila ngerekomendasiin nonton film ini deh. Tapi jangan lupa, siap-siap bawa tissue ya, soalnya, lumayan bikin pengen nangis bombay nih filnya. ;)

Love, Meela xx.

Kamis, 02 Juni 2011

Pesanannya Hilda

Sahabat Mila, Hilda, kemarin mesen foto-foto kita pas lagi di Matos dulu. Sebenernya, Mila udah upload foto-fotonya di Facebook, tapi Hilda sudah deactiveted Facebooknya sejak lama. Jadi, supaya Hilda seneng, Mila buatin satu postingan khusus dedicated buat Nyonya Hilda Rachman (Rachman is your Husby's last name kan Hil?). Oke, nggak usa banyak ba-bi-bu, ini dia foto-foto orang-orang cantik, imut, dan keren-keren. :D



Lite-green: Me, Blue: Hilda, and Brown: Uti.

Kita benar-benar sangat cantik dan manis dan imut dan keren kan? Anyway, maaf ya fotonya agak ngeblur, soalnya itu hasil scan-scanan. yang fotonya besar bisa jadi bagus. Tapi, yang kecil jadi ketombean fotonya. :(

Hilda, leave me a comment ya!

Love, meela xx.

Jumat, 27 Mei 2011

Fieldwork VS Fieldtrip

2 weeks ago, I told you that I would share my stories when I was doing "Fieldwork" with my Team. But, I didn't have much time to write about it. And, because it's friday-night, and I'm currently not doing any homework, I decided to fulfill my promise. Actually, I have so many homeworks. But, at this time I just don't wanna remember them for awhile.

Okay, I don't wanna waste too much time, so, here are some photos of my Fieldwork 3. :)

Some of my Team. Left-Right: Brian, Sevi, Me, Uus, Isti, Rezita, Lilik, Tanti, Nila, Icha, Sinta.



While my Girls were busy with her stuff, my friend took a photo, and I was the only one who realized it. :D



I touched the mountain. Err, Is it mountain or only a hill?



I posed, while the bird's flying across the sky. And my camera captured it.



Me and Rezita, about to make a love sign, but, suddenly Isti came and destroy all.


By the way, did you all know what we did there? Took photos? NO. BIG no! We observed the soil at 11 points. We needed 2 days to finish those 11 points. But, over all, I really loved that 2 days of fun.

Now, I'm gonna share another story of me. It's Manajemen Agroekosistem Fieldtrip. Me and my friends go to Junggo, Batu, to observed pest, disease, soil, and anything linked with the agroekosistem on an apple plantation. Mr. Imam Gozali is the owner of that plantation. Unfortunatelly, I don't have his photo. But, I have some photos of me and my friends. Here they are.

My friends (left-right): Ria, Hanif, Dyla, Me, Evana, Faris, Habib.



This is me!! My innocent face. Really like this photo. Thanks to Ria who took it.



Me and Faris. Busy on observing the pests and diseases on apple trees.



Me with apple tree. So natural, yeah?



And, the last is photos of my friends. Look, how narcissistic they are.


Well, that's all my story from Fieldtrip and Fieldwork. For bonus, I give you this 2 beautiful photo-taken by me free! :D





Love,
Meela xx.

Sabtu, 14 Mei 2011

Survei, Survei, dan Survei

Karena sudah lama sekali nggak nulis di blog, rasanya tangan ini gatel dan pengen nulis lagi, lagi, dan lagi. Tapi, setelah menengok ke arah jam di pojokkan laptop, ternyata sudah jam 23.49, sedangkan besok Mila ada kuliah tamu jam setengah delapan, dan subuh Mila mau mandi, dan setelah itu Mila mau ke pasar. Jadi, dari pada besok ngantuk, sebaiknya Mila nulisnya besok lagi aja. :D

Tapi, supaya nggak penasaran, Mila tinggalin satu foto pas lagi survei kemarin ya? This is it!

Yang paling clink-clink dan blink-blink itu adalah Mila. :D~

Selasa, 22 Maret 2011

Last Wednesday

Okay, I'm about to write something in Bahasa Indonesia. Writing in English is cool, really cool, but, there's nothing "cooler" than using Bahasa Indonesia. I really love my country. Yes. I do!

Sejujurnya, ini hanya sebuat postingan geje yang sebenarnya nggak lucu, tapi kadang-kadang membuat Mila tersenyum-senyum sendiri saat membacanya lagi. Maaf bagi yang mengharapkan postingan yang intelek sebaiknya klik icon silang yang ada di pojokan aja ya. I guess you won't like to read this one.

Oke, back to the topic. Hari Rabu kemarin, Mila dan teman-teman Mila lagi pusing banget sama tugas Kuliah Survei Tanah dan Evaluasi Lahan yang diberikan oleh Bapak Dr. Ir. M. Luthfi Rayes, M. Sc. Beliau memberikan tugas kepada kami untuk mencari informasi peta sebanyak-banyaknya dengan syarat tiap mahasiswa mencari peta kabupaten yang berbeda-beda.

Entah bagaimana ceritanya, muncul isu bahwa kami bisa mendapatkan tugas yang diberikan oleh Bapak Rayes di Dinas Pertanahan yang letaknya di daerah Dieng, Malang. Akhirnya, setelah lama tunggu-menunggu-lalu-menunggu-dan-menunggu-lagi, terkumpullah 6 orang mahasiswa geje yang siap berangkat ke Dinas Pertanahan di siang yang sungguh terik tersebut.

Sampai di sana, kami baru sadar bahwa kami benar-benar pergi tanpa persiapan dan hanya bonek alias bondo nekat. Kenapa juga kami nggak sadar dari tadi-tadi pas sebelum berangkat ya?

Akhirnya dengan bondo nekat tersebut kami memberanikan diri masuk ke kantor Dinas Pertanahan. Sepertinya saat itu sedang jam istirahat. Kantornya lumayan sepi, dan tidak ada satpam yang menyapa "selamat datang, ada yang bisa saya bantu" seperti yang biasa ada di bank-bank. Wal hasil, kami pun benar-benar seperti sekelompok anak yang terpisah dengan ibunya dan kesasar di kantor Dinas Pertanian dan tak tau harus berbuat apa.

Tiba-tiba..

Mbak Indah: He, rek, yakin ta ini tempatnya? Ini bukannya buat orang-orang yang ngurusi sengketa tanah gitu ya?
Inputri: Iya deh rek, beneran ta di sini?
Mila: Udah lah, uda terlanjur basah juga, kita coba aja dulu. Kalo salah juga gapapa kan, kita bisa tanya sama orang di sini kemana seharusnya kita pergi. (Aslinya Mila nggak ngomong sebagus ini, ini sedikit direkayasa).
Ilfa: Iya rek, ayo wes kita coba dulu.
Dhila: Iya.
Evana: Hahaha. Ayo rek.
Mbak indah: Rek, liaten a ini, sidang bla bla bla, sidang bla bla bla. Ini beneran buat sidang rek. Hahaha.
Semua anak: Hahahaha.


Singkat cerita, akhirnya Mila memberanikan diri bicara pada Bapak yang menjaga di loket INFORMASI. Malu bertanya sesat di jalan. Dari pada sesat, mending tanya saja, toh besok-besok nggak bakal ketemu sama orang-orang di sini, pikir Mila saat itu.

Setelah itu, si Bapak penjaga loket informasi menyuruh kami masuk ke sebuah pintu dan mencari Laboratorium (or what? I'm kinda forget) Pemetaan. Dan, kami dengan pedenya masuk tanpa membaca tulisan di pintu yang mengatakan bahwa "DILARANG MASUK SELAIN PETUGAS". Sungguh anak-anak yang pintar.

Sampai di ruangan tujuan yang tadi disebutkan oleh Bapak penjaga loket informasi, kita sungkan untuk masuk. Akhirnya kita mengetuk pintu tersebut. Oh, well, it's so silly. We're knocking a public door that supposed to be not knocked! Then, some people inside the room asked us to push the door and came in to the room. Sampai di ruangan kami juga bingung harus berkata apa, karena itu adalah kantor yang memang kantor dan tidak untuk tempat bermain para "precil-precil" seperti kami.

Singkat cerita (lagi), people inside that room asked us to go to another room at the upstairs. Dan, bodohnya lagi, Mila malah bertanya "tangganya di mana ya pak?", lalu Ilfa nyeletuk dengan gaya khasnya "O ya, sebentar ya dek, saya ambilkan tangganya". Percakapan yang sangat aneh. Lalu kami meninggalkan ruangan tersebut setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih ke pada bapak dan ibu di sana.

Sama seperti di ruangan sebelumnya. Kami tidak mendapatkan apa yang kami cari di ruangan kedua. Dan akhirnya we decided to do another mission, yaitu pergi ke Jurusan Tanah dan meminta surat pengantar. Karena Dinas-dinas macam itu memang mengharuskan surat pengantar untuk bisa melakukan sesuatu atau meminta sesuatu.

Tapi, saat di parkiran, seorang teman Mila bertanya kepada tukang parkir di sana, dan tukang parkir tersebut menyarankan kami untuk pergi ke Dinas Pertanahan Kotamadya Malang yang berada di VELODROM. Saya benar-benar mengutuk Mas tukang parkir tersebut yang memberikan ide gila yang ternyata tidak menghasilkan apa-apa juga.

Kami menuruti Mas penjaga parkir tersebut dan pergi ke Velodrom yang jauhnya amat sangat sekali dari tempat kami berpijak. Dengan cuaca yang sangat panas, perut kosong, dan bensin yang tinggal "seuprit", akhirnya kami sampai di sana setelah nyasar-nyasar beberapa kali. First impression tentang tempat tersebut adalah "WOW", bangunannya bagus banget. Seperti bandara, kata Ilfa. Kata Mbak Indah, tinggal dikasih halo-halo "Selamat Datang, Welcome", uda kayak di bandara aja. Tapi, buat apa gedung bagus kalo kami tidak mendapatkan apa yang kami butuhkan.

Akhirnya kami kembali ke kampus dengan tangan hampa. Setelah sholat dan memohon petunjuk kepada Allah SWT, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan second mission yang sebelumnya sudah kami bicarakan. Kami pergi ke Jurusan Tanah, dan ABRAKADABRA, kami hampir pingsan mendengar perkataan Bapak Administrasi Jurusan Tanah, "Ngapain kalian kesana, wong mereka dapetnya dari sini". Astaganaga, kenapa nggak dari tadi-tadi aja sih kami sholatnya, tau gini kan nggak usah buang-buang bensin ke VELODROM.



But, at least, we had so much fun that day. :)

Satu hal penting yang dapat dipetik dari kejadian hari itu adalah: saat kalian dihadapkan pada kegejean, sholat lah!

Love, Meela xx.

Minggu, 20 Maret 2011

HIGH SCHOOL, Whatever It is, You Will Miss It When It Ends!

Di Indonesia kita menyebut HIGH SCHOOL dengan SMA, SMU, SMK, MA, dan lain sebagainya. SMA adalah jenjang pendidikan sekolah yang paling atas. Setelah lulus SMA, kita tidak akan pergi ke sekolah lagi, dan tidak akan disebut seorang murid lagi. Tiga tahun kita menjalani jenjang sekolah menengah atas ini. Saat berada di tahun pertama, kita merasa tiga tahun akan menjadi waktu yang sangat panjang. Tapi, ketika kita sudah di tahun ketiga, kita akan berdecak dan berkata "nggak kerasa ya, uda tiga tahun".

Mila menghabiskan masa SMA Mila di salah satu SMA Negeri di Kota tempat Mila tinggal, yaitu Kota Malang. SMA itu adalah SMA Negeri 8 Malang, atau yang biasa disebut SMARIHASTA. Orang-orang juga mengenal SMA itu dengan sebutan SMA Artis, SMA Model, bahkan SMATOS, atau SMA Matos. Ya, memang lokasi SMA itu bersebrangan dengan salah satu Mall yang cukup terkenal di Malang. Selain itu, Smarihasta kerap menerbitkan artis-artis dan model-model terkenal. Padahal, dalam kurikulumnya tidak ada sama sekali pelajaran seputar itu, tetapi entah kenapa, hal ini terus terjadi dan berlangsung secara turun temurun hingga sekarang. Beberapa artis terkenal yang pernah bersekolah di SMA itu adalah Andika Pratama dan Mey Chan.

Lepas dari itu, masa SMA bagi Mila adalah masa-masa paling "paling" dalam kehidupan Mila. Paling indah, paling aneh, paling nggak jelas, paling gila, dan paling-paling lainnya. Masa SMA adalah fase yang sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, termasuk Mila.

Saat pertama kali daftar SMA, Mila mengikuti PSB Online. Pilihan pertama adalah SMA 3, kedua SMA 1, dan terakhir SMA 8. Dan, dengan DANEM yang pas-pasan, Mila akhirnya masuk di SMA 8. Pertamanya Mila takut. Mila takut kalau lingkungan SMA 8 nggak bersahabat dengan Mila. Soalnya Mila kebanyakan baca TeenLit dan menyangka kehidupan SMA Mila akan seperti kisah-kisah di TeenLit itu. Untungnya, tidak separah itu.

Mila nggak bisa cerita banyak tentang masa SMA Mila. Pastinya sangat menyenangkan. Mirip-mirip kehidupan di film. Bahkan lebih asyik dari film-film yang beredar di pasaran. Kehidupan SMA Mila benar-benar WOW, dan banyak sekali kejutan-kejutan yang nggak pernah Mila dapat saat SMP.

Buat teman-teman yang masih SMA, jangan sia-siakan masa SMA kalian. Biarpun kadang memang berat, tapi saat kalian lulus dan harus menjalani kehidupan anak kuliah, kalian akan benar-benar merindukan masa SMA kalian. Kehidupan kuliah tidak seperti SMA. Jadi, nikmatilah waktu kalian di SMA.

Pelajaran tetap nomer satu, tapi jangan sampai pelajaran merengut kebahagiaan kalian. Dibawa asik aja semuanya. Setiap berangkat sekolah harus semangat dan berprasangka baik. Apa pun yang terjadi nanti, jangan dipikirkan. Mau di marahin guru, nggak nyambung pelajaran, dimusuhin temen, dijauhin gebetan. Nggak masalah. Memang seperti itu kehidupan. Tapi kita harus tetap BERSEMANGAT! :)

Rabu, 23 Februari 2011

Ini Baru Liburan - Part 1

Halo, dunia!

Seperti yang sudah Mila ceritakan sebelumnya, Mila sekarang sudah semester empat! Wah, nggak kerasa ya, Mila sudah menuntaskan tiga semester di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan lancar jaya. Meskipun cuma kupu-kupu dan kadang-kadang kumol-kumol, tapi IP Mila alhamdulillah lumayan memuaskan.

Beberapa hari sebelum semester empat dimulai, Mila jalan-jalan ke Kuala Lumpur (KL) bersama Ayah, Uni, dan Ibad. Di KL, Mila ditemani oleh Wita, teman Mila waktu SD dan SMP. Wita kuliah di Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, yang mana adalah salah satu universitas negeri terbaik di Malaysia, semacam UInya Malaysia gitu deh.




Oke, ini lah kegiatan Mila selama di Kuala Lumpur (serta Singapur dan Batam)..

Jumat, 18 Februari 2011.

Pagi-pagi buta, tepatnya pukul 01.00 dini hari, Mila sudah mandi dan dandan yang cantik sekali. Setelah itu Mila berangkat ke Juanda Airport diantar oleh Khalid. Ternyata perjalanan Malang-Surabaya sangat lancar jaya dan hasilnya Mila sampai Juanda kepagian. Akhirnya, Mila breakfast dulu di McD Waru dan shalat Subuh di Masjid Juanda. Pukul 06.00 pesawat Air Asia QZ 7617 tujuan Kuala Lumpur take off dengan mulus dan berhasil landing di LCC Terminal, Kuala Lumpur sekitar pukul 10.00 waktu Kuala Lumpur atau pukul 09.00 WIB.

Dari LCC Terminal, Mila naik Bus ke KLS (KL Senter) sekitar kurang lebih dua jam perjalanan. Di KLS, Wita sudah menunggu kedatangan Mila. Tujuan pertama setelah sampai di KLS adalah pergi ke Bukit Bintang (BB) dan check-in Hotel. BB itu merupakan pusat kota Kuala Lumpur. Di sana banyak sekali hotel, mall, restoran, dan coffe shop.



Kemudian, setelah Ayah dan Ibad selesai jumatan, atau sekitar pukul 15.00 waktu Malaysia, kami melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah restoran Nasi Ayam di dekat hotel tempat Mila menginap. Nasi Ayam adalah salah satu makanan khas Malaysia disamping Nasi Lemak. Hmm, rasanya aneh. Tapi karena Mila akan berpetualangan seharian, terpaksa Mila habiskan Nasi Ayamnya sampai ludes.

Setelah perut kenyang dan energi kembali terisi penuh, Mila melanjutkan perjalanan ke KLCC. Awalnya Mila nggak tau KLCC itu apa. Ternyata KLCC itu semacam mall yang letaknya berdekatan dengan menara Petronas yang merupakan "bangunan wajib difoto" apabila kita pergi ke Kuala Lumpur. Di KLCC dan Petronas, Mila puas foto-foto. Meskipun panas, meskipun pegel, tapi foto-foto tetep harus berjalan.

Ini dia, foto-foto Mila selama di Suria KLCC dan menara Petronas.







Oh, iya, sebelum sampai di KLCC, Mila harus jalan lumayan jauh, dan melewati mall yang cukup besar, yaitu Pavilion. Di pavilion ini banyak sekali toko-toko baju, tas, dan segala jenis fashion item yang bermerek. Harganya disana juga "nol"nya banyak-banyak. Mila sempet foto-foto di sana juga lo.




Setelah puas foto-foto, kemudian Mila naik LRT dari KLCC menuju Pasar seni dan China Town. Di Pasar Seni dan China Town kita bisa membeli oleh-oleh khas Malaysia. Kalu di Pasar Seni, harganya agak susah di tawar, tapi lumayan miring, karena harganya emang harga pas. Kalau di China Town, harganya dinaikin dulu sama penjualnya, kita harus pinter-pinter nawar. Kata Wita, di sana banyak penipu jadi kita harus hati-hati, jangan sampai kita tertipu.




Setelah maghrib, Ayah capek, jadi, kami nganterin Ayah dulu ke hotel, dan kembali berpetualang di Bukit Bintang. Menikmati suasana malam sabtu yang penuh dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Dari melayu, chinese, arab, sampai western people juga ada. Kemudian Mila makan di foodcourt Pavilion, dan mengantar Ibad dan Uni ke hotel. Setelah itu, Mila dan Wita melanjutkan petualangan ke kontrakan Wita yang letaknya lumayan jauh. Kami harus naik LRT dan naik taksi. Lelah. Capek. Tapi seru banget!

Foto-fotonya terlalu banyak, bisa dilihat di Facebook Mila. :D

Ternyata lebih panjang dari yang Mila pikirkan. Karena sekarang sudah mau maghrib, ceritanya lanjut kapan-kapan lagi ya. Well, sebenarnya bukan karena mau maghrib atau apa, Mila memulai menulis postingan ini sekitar waktu ashar, dan sampai mau maghrib Mila belum menyelesaikannya. Sepertinya hati dan pikiran Mila lagi nggak enak. Atau lagi nggak mood cerita. Nanti Malam Mila mau nyoba nulis yang agak serius deh. Semoga hasilnya nggak seperti ini. Amin.

P.S: Maaf kata-katanya belepotan dan ceritanya nggak selesai. >.<

Love, Meela xx.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...