Tampilkan postingan dengan label Keluarga Mila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Mila. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

One Day

Beberapa hari yang lalu, saya dan saudari-saudari saya sedang gandrung banget meminjam film di salah satu persewaan film di kota saya. Saya dan saudari-saudari saya langsung melahap 6 film--semua drama--dalam satu hari. Film-film itu adalah: Rectoverso, Mikha, My Sister's Keeper, The Lucky One, Letters to God, dan One Day. Dari ke-6 film itu, ada 4 film yang masih baru, dan kami mendapatkan bonus gratis menyewa 4 film lagi apabila kami mengembalikannya tepat waktu.

Kami--khususnya saya--memang suka sekali dengan film drama. Baik itu drama romantis, drama inspiring, drama komedi, maupun drama remaja. Semua jenis film drama dapat kami terima dengan sangat baik. Apalagi, kalau aktornya ganteng. *penting banget*

Dari ke-6 film drama tersebut, yang paling saya sukai adalah One Day yang dibintangi oleh Anne Hathaway. Usut punya usut, ternyata film ini diadopsi dari sebuah novel karya David Nocholls dengan judul yang sama: One Day.
Pic from here

Film ini menceritakan tentang perjalanan sepasang 'teman' bernama Emma dan Dexter setiap tanggal 15 Juli. Dimulai pada tanggal 15 Juli 1988, setelah mereka diwisuda. Tahun demi tahun berlalu, mereka masih menjadi sepasang 'teman' dan masing-masing berganti kekasih beberapa kali. Konflik mulai muncul pada saat Dexter menjadi 'gila' dengan kehidupannya yang sangat bebas. Hubungan dengan keluarganya mulai memburuk, begitu pula dengan hubungannya dengan Emma. Tapi, pada akhirnya, mereka menyadari bahwa mereka saling membutuhkan, dan mereka menikah. Sayangnya, kemudian Emma tertabrak truk saat sedang bersepeda pada 15 Juli 2006.

Nyesel dan nyesek banget nggak sih kalo jadi si Dexter? Bertahun-tahun dia berkelana, jadi anak nakal, berganti-ganti pacar, jadi presenter acara 'nakal', bermasalah dengan orang tuanya, dia selalu kembali kepada Emma, mencurahkan semuanya pada Emma, tapi tidak lebih dari seorang 'teman'. Kemudian, saat mereka baru saja menikah dan bahagia, tiba-tiba Emma meninggal.

Saya suka sekali film drama romantis yang super mengharukan seperti ini. Selain itu, ehm, Dexter, dari tahun 1988 sampai tahun 2011, tetep super ganteng. Pemeran Dexter adalah Jim Sturgess. I don't really know him, but, I love his face! :D
Penampakan Jim Sturgess, pic from here

Emma-Dexter, pic from here
So, buat kalian yang suka sekali film drama, dan belum pernah menonton film One Day, I recommend this movie! Film ini jauh lebih bagus dari The Lucky One yang katanya 'the most romantic movie' yang dibintangi oleh Zac Efron.

Kamis, 16 Mei 2013

Jalan-Jalan ke Malaysia

Hi, everyone!
Seperti yang saya janjikan di postingan sebelumnya, hari ini saya akan menulis tentang perjalanan saya dan keluarga saya ke Malaysia bulan April lalu. Kali ini saya bahasa Indonesia-an aja, supaya temen-temen Indonesia yang belum pernah ke Malaysia dan berencana ke sana bisa lebih mudeng. Huehehe. Aslinya lagi males bahasa Inggris-an aja sih.

Oke, here we go!

Sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan perjalanan ini lumayan matang. Tidak seperti perjalanan ke Malaysia sebelumnya yang terkesan serabutan. Kami mencari tiket pesawat yang termurah, mengecek harga bas (bus) dari LCCT ke KL Sentral, dari KL Sentral ke Genting, dan lain-lain. Kami juga mencari hotel low cost yang aksesnya mudah. Kenapa low cost? Karena di Malaysia kami tidak banyak stay di hotel. Kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berkeliling kota. Kami juga membuat jadwal dan list tempat-tempat yang akan kami kunjungi di sana.

Tiket sudah di tangan. Kami berangkat tanggal 24 April siang dari Bandara Internasional Juanda, dan pulang tanggal 27 April sore dari LCCT. Karena pesawat kami siang, dan kami tidak berencana menginap di Genting, kami memutuskan hari pertama langsung ke hotel. Tanggal 25 pagi, kami berangkat ke Genting dan sore kembali ke KL dan langsung ke Petronas Twin Tower untuk melaksanakan misi penting, yaitu: foto-foto. Tanggal 26 kami habiskan di KL. Tempat yang mau kita kunjungi adalah Petaling Street dan Butik Coklat, selain itu kami juga pergi ke daerah Bukit Bintang. Hari terakhir kita nggak kemana-mana dan menghabiskan waktu di bandara. :D

Terus, ini foto-fotonya. :D










Maaf banged ngga rapi postingannya karena saya nulis lewat iPad. Oya, laki-laki kacamata di foto paling atas yang deket-deket sama saya itu bukan pacar saya. Itu kakak saya.

Budget? Not more than IDR 3000K per person. Intinya sih, tekan biaya di hotel, pesawat, dan transportasi selama di Malaysia. Hotel yang highly recommended adalah Tune Hotel miliknya Air Asia. Bisa dilihat di websitenya untuk info lebih lanjut. Di Google ada kok. Pesawat? Tentukan perkiraan tanggal berangkat dan pulang, lalu cari yang termurah. Pesan tiket pesawat di saya boleh juga lo. Hashtag promosi. Dan, pakai tas ransel atau koper kecil yang bisa masuk ke kabin, supaya ndak kena bagasi. Lumayan ngirit. Transportasi umum di Malaysia sudah memadai. Bisa pake monorel atau LTR. Kalo ngga kepepet banged ngga usah pilih taksi.

FYI, Genting High Land itu dataran tinggi yang dikelola dengan baik jadi tempat wisata. Ketinggian tempatnya saya kurang tau, tapi kalau dari kabut dan dinginnya seperti di Bromo. Tapi di sana ada hotel, kasino, dan theme park. Theme parknya boleh juga. Ngga terlalu ngeri, tapi ngeri juga sih. Theme park di sana ada yang out door dan in door. Kalo out door harus bayar, kalo in door free. Tapi kalau mau main wahana di in door harus bayar lagi. Sayangnya, pada saat saya ke sana lagi hujan dan kabut. Jadi ndak maksimal.

Kalau mau cari oleh-oleh yang murah, bisa ke Petaling Street. Kata temen saya, cari mbak-mbak Jawa. Tapi, kemaren saya ngga nemu, dan beli di China. Dan harganya dimahalin banged. Sama aja kayak di Indonesia. Harus ditawar minimal setengah harga.

Malaysia terkenal dengan coklatnya, dan kalau ke sana ngga afdol kalo ngga ke butik coklat. Di sana ada beberapa butik coklat, bisa dicari infonya di Google ya. Kalo yang saya kunjungi, namanya Cocoa Boutique. Lokasinya ngga jauh dari Tune Hotel. Harga? Tidak murah, tapi lebih murah dari pada kalau beli di KL Sentral atau LCCT. Sayangnya tidak diperkenankan mengambil gambar di dalamnya.

Saya kurang cocok dengan makanan Malaysia, jadi selama di sana saya makannya McD, KFC, dan sejenisnya. Harga makanan standar kok. Sekali makan satu orang IDR 25K. Tapi saya ngga pernah makan pake nasi, karena di McD dan KFC pun nasinya bukan nasi putih, tapi nasi lemak.

Apa lagi ya? Kayaknya cukup segini deh. Maaf kalau kurang informatif ya. Tapimkalau mau tanya-tanya lebih lanjut bisa lewat komen atau email. Saya pasti jawab sebaik mungkin. Ting ting. ;)

Love,
Meela xxxx

Senin, 06 Februari 2012

Februari 2012

Halo Blog, gimana kabarmu nih? Udah 2 abad Mila tinggalin kamu, semoga kamu masih inget sama Mila yang imut ini. Semoga kamu masih nganggep Mila pemilikmu, meskipun akhir-akhir ini Mila sangat amat jarang nengokin kamu. Semoga kamu masih bersedia jadi tempat curhatan Mila tentang apa-apa yang terjadi di dunia nyata yang kejam itu. Kamu mau kan? Pasti mau. Haha.

Halo pemirsa! *hening*

Iya, iya, blognya Mila emang nggak ada pemirsanya. Online vistorsnya aja cuma satu, Mila doang. Jadi, Mila nyapa diri Mila sendiri dong? Kasihan ya? Kasih uang dong kalo kasihan!

Yak jauh beda dengan beberapa minggu yang lalu, hidup Mila masih "nggak normal" entah sampai kapan. Mila masih belum bisa cerita tentang masalah Mila ini karena, masalah ini cukup rahasia (apaan coba cukup rahasia?). Kata Ayah, kata temennya Ayah, "orang yang menyembunyikan rahasianya pasti akan selamat". Ayah bilang gini pas di mobil. Bukan langsung bilang ke Mila sih, tapi Mila tau, itu pasti nyindir Mila.

Soalnya, minggu lalu, Mila sempet update status yang bikin gempar keluarga besar Mila. Kok bisa? Rahasia! Hehe.

Mila nggak tau harus ngerasa sedih atau ngerasa senang. Di satu sisi, Mila merasa begitu banyak orang-orang yang peduli dengan Mila. Makanya mereka suka nguntitin Mila di Facebook, Twitter, bahkan mungkin di Blog ini juga. *pasang mata baik-baik*
Tapi, di sisi lain, Mila ngerasa, mereka terlalu mencampuri urusan Mila. Diluar batasnya. Sampai membuat Mila tidak mempunya ruang gerak sama sekali.

Yah, dibuat pelajaran aja deh. Sebelum update status Facebook, pastikan orang-orang rese sudah diblok semua. Dan sebelum mengkonfirm friend request, pastikan mutual friendnya adalah teman kampus atau teman SMA, atau teman SD, atau teman TK. Jangan sampai mutual friennya itu Tante A, Om B, Mbak C, atau sanak saudara yang rese, pasti mereka juga bakat rese juga.

Waduh, Mila jadi suudzon nih. Eh, bukan suudzon ding ini namanya, tapi waspada. Waspada lah! Waspada lah!

Sekian permirsa, sekilas info dari saya. Semoga bisa sedikit membuka hati para orang-orang rese yang menguntit saya. Aamiin ya Allah.

Love,

Meela xx.

Senin, 02 Januari 2012

Hidupku Belakangan Ini

Hallo, blogger. Mila kangen banget sama kamu. Kangen banget, seperti kangennya Mila sama dia. Dia yang sebelumnya selalu ada di samping Mila, sekarang tiba-tiba kami harus berpisah. Mila ke mana aja belakangan ini? Nggak, Mila nggak sibuk dengan tugas yang seabreg lagi. Tapi, akhir-akhir ini Mila disibukkan dengan masalah yang sangat menghambat kehidupan Mila. Masalah yang terlalu rumit untuk diceritakan. Masalahnya apa? Masih rahasia, karena Mila masih belum siap kalau dunia tau tentang ini.

Mila harus berpisah dengan si Dia, si Dia yang selalu Mila ceritakan. Sekarang Mila nggak boleh menghubungi dia sama sekali. Pada saat yang sama, Mila dan dia lagi mesra-mesranya. Tau kan rasanya gimana? Rasanya itu seperti kita sedang lapar tetapi nggak boleh makan. Tapi kita nggak bisa ngapa-ngapain. Padahal di depan kita ada makanan enak-enak banyak banget. Tapi, semua nggak boleh kita makan. Rasanya nyesek banget.

Di tambah lagi, sekarang Mila harus "hidup" dengan orang lain, yang sebelumnya nggak pernah Mila kenal, dan Mila nggak suka. Tapi lagi-lagi Mila nggak bisa ngapa-ngapain. Rasanya nyesek kuadrat. Di satu sisi Mila pengen pergi dari orang itu, tapi di sisi lain, Mila harus jaga perasaan orang itu karena alasan tertentu. Bukan hanya perasaan orang itu, tapi juga perasaan orang tua Mila dan orang tua orang itu.

Rumit banget.

Kapan-kapan Mila ceritain lengkapnya ya.

Meela xx.

Minggu, 25 September 2011

Sendangbiru Beach


B.E.A.C.H. When I was child, I often to the beach with my lovely family. But, since I went to college and my Father is getting busier, we never go to the beach anymore. And, today, yes, today, my family and of course, I, went to Sendangbiru Beach.

Sendangbiru Beach is one of many beaches in Kabupaten Malang. Although it's located in Malang, it's quite far from my house. I spent more than 3 hours to go there. It feels longer than when I go to Surabaya. Moreover, the road to that beach is curvaceous and wavy. But, the scenery along the road saved me from the boredom. There are many trees. Coconut trees, banana trees, cocoa trees, corn, sugarcane, and many other.

If you want to visit Sendangbiru, you have to pay IDR 6.000/ adult. And if you're still a child, you don't have to pay. It's not expensive, right?

At Sendangbiru, I found so much fishing boats that also can be rented if you need it to cross to the Sempu Island. Sempu Island is really popular in Malang. But, honestly, I've never gone there. It looks scary. And if you want to go to Sempu Island, you need more than one day, because one day is not enough, people said.

Well, this is my photos at Sendangbiru. I hope it can make you jealous, and want to go to Sendangbiru next weekend. :P

I really love the sky. <3

Pasmina from my "Him", flowered dress from my Auntie, White rubber shoes I bought in Malaysia, Batik bag I bought at Malioboro, Yogyakarta, Legging and socks from my Mom.

Me and fishing boat. :)

Looks weird ya?

Mom, Mom, can you hear me?

W/ my lovely family
I was *keceh*

I was the one who realized the camera. :P

Looking at the blue-beach. So calm.

My Litle Brother and Sister. <3

Ouch, my heel . >.<

Need more? Go to -->> My Facebook (add me first. ;))

Senin, 05 September 2011

Setelah 1 Syawal

Karena Bloggernya sekarang jadi keren, Mila jadi semangat banget pingin nulis nih. Karena kemarin ada request dari Mas Dani untuk menulis tentang mudik dan serba-serbi lebaran, maka kali ini Mila akan curhat tentang kegiatan Mila setelah lebaran. Penting banget gitu ya, Mila kayak Anang-Syahrini aja cerita-cerita kegiatannya selama lebaran. Tapi ini bukan bermaksud untuk pamer lo ya. Hanya berbagi.

Seperti yang Mila tulis di postingan Mila tentang 1 Syawal, Mila Shalat Ied pada tanggal 31 Agustus 2011. Mila dan keluarga Shalat Ied di Masjid Besar An-Nur di dekat alun-alun Batu. Jauh banget yes? Mila dan keluarga, biasanya Shalat Ied di Masjid A. R. Fachruddin di Universitas Muhammadiyah Malang, tapi, karena Muhammadiyah telah melaksanakan Shalat Ied pada hari sebelumnya, akhirnya Mila dan keluarga memutuskan untuk Shalat Ied di Batu. Kenapa kok jauh-jauh? Setau Mila, kalau Shalat Ied di tempat yang agak jauh dari rumah, saat berangkat atau pulang bisa mampir di rumah teman atau kerabat, jadi bisa sekalian silaturrahmi. Tapi, kenyataannya enggak begitu. Setelah selesai Shalat Ied, kami langsung bergegas pulang ke rumah karena perut yang sudah meronta-ronta ingin segera diisi.

Sampai di rumah, Mila langsung jadi pembantu dadakan. Mila melaksanakan semua tugas rumah tangga mulai dar menyiapkan makanan, membersihkan meja, menjemur pakaian, menyetrika pakaian, hingga mengepel lantai. Sebenarnya sehari sebelum lebaran, kami sudah membagi-bagi tugas rumah tangga karena pembantu akan cuti selama 3 hari. Tapi kenyataannya semua pekerjaan dilimpahkan kepada Ibu dan anak perempuan pertama (baca: Mila). Kesel sih, tapi sebenernya Mila seneng juga bisa belajar, supaya nanti kalau sudah menikah dan nggak tinggal sama orangtua sudah bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga tersebut.

Hari kedua, nggak jauh beda dari hari pertama, bahkan lebih parah.

Hari ketiga, sedikit berbeda, Mila dan keluarga berkunjung ke rumah orangtua temannya Ayah Mila di Kepanjen.

Skip, skip, skip. Ceritanya nggak seru banget deh ya kalau kayak gini.

Oke Pak, Mas, Bu, Mbak, Dek, Kak, semuanya, lebaran Mila kali ini gitu-gitu aja. Nggak ada yang bisa diceritain. Mila juga nggak mudik. Mau mudik kemana juga? Masih tinggal sama Ayah-Ibu.

Tapi silaturahmi di lebaran tahun ini bener-bener efektif. Meskipun angpaonya sangat tidak efektif. Tapi dari situ lah Mila memahami makna lain dari lebaran. Bukan mudiknya yang dicari, bukan angpaonya yang dikumpulkan, bukan pula jalan-jalannya yang ditunggu. Apa dong yang dicari, yang dikumpulkan, dan yang ditunggu?

Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang. :D~

Gubrak, kriuk-kriuk banget ya ini postingan. Keliatan banget maksanya. Oke oke, dari pada terus diperpanjang, Mila akhiri sampai di sini saja ya. Mila mau maen ke "sebelah" dulu ya. Byee~

Love, Meela xx. :)

Kamis, 14 Juli 2011

The Power of Social Networking

Sekali lagi Mila mengalami satu hal yang menunjukkan bahwa kekuatan dari jejaring sosial itu sangatlah dahsyat. Hari ini Mila berencana membantu kakak Mila berjualan tiket pesawat secara online. Nah, karena siang itu pelanggan kakak Mila tidak begitu banyak, Mila memutuskan untuk melakukan promosi melalui jejaring sosial, termasuk Facebook dan Twitter. Di Twitter, Mila mempromosikan jasa Mila melalui akun @infomalang, @infobatu, dan @infoMLG. Ketiga akun tersebut memang sangat membantu dalam hal mencari informasi dan juga dalam hal mempromosikan barang dan jasa. Namun, Mila tidak membayangkan kekuatan dari jejaring sosial akan sehebat yang Mila alami tadi siang.

Selang beberapa menit setelah Mila melakukan promosi tersebut, tiba-tiba Yahoo Messenger Mila mendapatkan banyak sekali invitation. Mila tidak tahu pasti jejaring sosial mana yang paling berpengaruh, tetapi Mila benar-benar mengakui kekuatannya.

Meskipun tidak semua dari mereka membeli tiket, sebagian besar dari mereka hanya menanyakan harga tiket atau hanya menginvite Yahoo Messenger Mila. Tapi itu tidak masalah. Mungkin besok atau lusa mereka akan membeli tiket pesawat.

Jejaring sosial memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Dewasa ini, orang tidak perlu pergi ke pasar untuk menjual barang mereka. Mereka juga tidak perlu membuka kios untuk memajang barang atau membuka stan untung menjajakan jasa mereka. Mereka dapat membangun pasar, kios, maupun stan mereka sendiri di internet, lebih khususnya di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Selain Facebook dan Twitter, Indonesia juga memiliki suatu forum diskusi dan jual beli yang sangat terkenal, yaitu Kaskus. Siapa yang tidak tahu Kaskus? Bisa dibilang sekarang Kaskus adalah kiblatnya berita. Bahkan banyak sekali artis-artis yang bisa menjadi tenar berkat adanya Kaskus.

Disamping segala kelebihan dan keuntungan yang dimiliki oleh jejaring sosial, ia juga memiliki sisi negatif. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar dalam menggunakannya. Jangan terlalu membuka hal-hal yang bersifat privasi di jejaring sosial. Jangan terlalu percaya pada orang-orang yang baru anda kenal di jejaring sosial.



Jadilah pengguna jejaring sosial yang cerdas!

Love, Meela xx.

Senin, 28 Februari 2011

Postingan Terakhir di Bulan Februari

28 Februari 2011. Mila sebelumnya nggak "ngeh" kalo hari ini adalah hari terakhir di bulan Februari. Jadi Mila santai-santai aja. Padahal orang paling spesial dalam hidup Mila akan berulang tahun ke 22 pada tanggal 2 Maret besok. Dan seperti yang teman-teman tebak, Mila belom beli kado buat dia. Tapi, sebenernya Mila agak ragu, antara memberi dia kado atau nggak. Mengingat status kita sekarang "bukan sapa-sapa" lagi. Tapi, kalo Mila nggak ngado dia, pas Mila ulang tahun bulan April ntar Mila nggak dikado juga dong sama dia. Ngado aja deh. Aih, niatnya nggak bener deh Mila ini.

Oke, oke, cukup curhatnya ya. Mila mau cerita pengalaman Mila jadi MC dadakan di acara arisan keluarga besar Mila aja deh ya.

Di keluarga besar Mila, tiap dua bulan sekali, di akhir bulan, di adakan arisan rutin. Arisan ini sebenarnya sudah ada sejak jaman Mila masih kecil, tapi sempat putus bertahun-tahun entah karena apa. Padahal, menurut Mila, arisan ini bener-bener bermanfaat buat keluarga besar Mila. Meskipun nominalnya nggak terlalu besar, tapi arisan ini bisa menyambung tali silaturrahmi diantara keluarga besar Mila yang memang selama ini nggak terjalin dengan erat. Mila bahkan nggak terlalu dekat dengan saudara-saudara sepupu Mila. Padahal, saudara sepupu Mila lumayan banyak yang umurnya sepantaran sama Mila. Kan lumayan tuh, bisa buat tempat sharing ilmu, pengalaman, atau apa pun. Bisa jadi teman jalan-jalan juga kan? Tapi kenyataannya emang susah menyatukan keluarga besar Mila. Kalau ngumpul selaluuu~ ada yang diributkan. Jadi, para remaja-remajanya suka males kalau ada kumpul keluarga.

Widih, kok jadi sejarah arisan keluarga besar Mila gini ya? Oke, kembali ke topik ya. Kemarin temen Mila ada yang cerita, kalau temennya ada yang jadi MC dan jobnya sudah banyak. Wah, Mila jadi kepengen jadi MC juga. Pengalaman Mila di bidang ini sih ada, pas waktu SD jadi MC acara manasik haji yang lingkupnya lumayan gede, dengan sponsor yang lumayan gede juga, dan diliput oleh stasiun TV swasta yang lumayan gede juga di jaman itu. Tapi, Mila nggak banyak bicara sih waktu itu. Kayak cuma jadi pajangan aja. Gapapa lah, lumayan, mejeng. Ya gak?

Nah, terus akhirnya Mila bilang ke Ibu Mila, "kalo temen-temennya Ibu ato Ayah ada acara, aku siap jadi MCnya lo". Dan ternyata, saat arisan, Ibu bilang ke Etek Upik yang mana adalah "pentolan" arisan keluarga Mila. Karena Etek Upik adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarga Ayah Mila. Dan, jadi lah Mila sebagai MC dadakan yang nggak ada persiapan sama sekali.

Hasilnya gimana? Mila ngomong kayak jadi moderator presentasi gitu. Kaku banget, soalnya yang Mila hadapi adalah bapak-bapak dan ibu-ibu (baca: kakek-kakek dan nenek-nenek) yang tampangnya serem-serem. Dan, tebak, bagaimana reaksi mereka? Ada yang pura-pura mendengarkan, ada yang melongo, ada yang becanda, tapi Mila sih yakin, mereka nggak ada yang ngerti apa yang Mila omongin. Mungkin kemampuan berbicara di depan forum Mila harus diasah lagi. Ada yang tau di mana belajarnya?

Begitulah ceritanya teman-teman. Jadi, selesai sudah lah postingan terakhir Mila di bulan Februari ini. Mari kita songsong bulan Maret dengan semangat positif! :)

Love, Meela xx.

Kamis, 24 Februari 2011

Ini Baru Liburan - Part 2

Ngerasa bersalah juga sih telah tidak menyelesaikan sebuah kisah yang sangat seru. Jadi, Mila akan melanjutkan cerita tentang liburan Mila di Kuala Lumpur kemarin.


Sabtu, 19 Februari 2010.

Pukul 06.00 Mila bangun dari tidur yang hanya sekejap mata, lalu sholat, ngobrol-ngobrol sebentar sama Wita, dan mandi. Mandi saat itu adalah mandi paling "bersemangat" seumur hidup Mila. Nggak tau kenapa.

Sekitar pukul 07.00 Mila dan Wita sudah siap untuk berpetualang seharian (lagi). First destination adalah Universiti Malaya. Masak udah jauh-jauh ke Kuala Lumpur nggak mampir di kampus yang paling "wah" di sana? Rugi dong. Untungnya, karena weekend, kampusnya nggak begitu ramai, dan Mila bisa bebas foto-foto di sana. UM bener-bener gede cemans, di sana sampai ada halte bus, zebra cross lengkap dengan traffic light dan pencetan buat pejalan kaki. Kalo di Indonesia, apalagi Malang mah, boro-boro.






Setelah selesai berfoto-foto-ria di UM, Mila dan Wita cabut ke Bukit Bintang tempat keluarga Mila menginap. Sebelum ke hotel, Mila mampir dulu ke KFC di perempatan dekat hotel. Tapi, ternyata menu untuk sarapan di sana cuma ada nasi ayam, bubur, dan burger. Karena nasi ayamnya habis, akhirnya Mila makan burger aja seharga 4 ringgitan plus ppm. Isinya ayam tanpa tulang dan telur dadar. Tapi ukurannya kecil.

Sekitar jam 13.00, Mila, Wita, sama adek-adek Mila maen di Berjaya Time's Square Theme Park. Berjaya Time's Square itu adalah mall yang cukup besar di daerah Imbi. Di sana ada semacam Dunia Fantasi tapi di dalam mall, namanya Theme Park. Tiket masuknya 43 RM untuk dewasa dan 33 RM untuk anak-anak. Tapi itu harga untuk foreigner, kalo untuk bumi putera atau peri bumi, harganya jauh lebih murah. Di sana wahana permainnya nggak begitu banyak, tapi memang pantas sekali lah harga semahal itu, karena benar-benar asyik sekali di sana! ada 6 wahana yang menantang adrenalin. Mila lupa namanya apa aja, pokoknya ada semacam tornado, roller coaster, columbus, dropzon, dan permainan puter-puter tapi yang luar biasa ekstrem. Bikin teriak-teriak, nangis-nangis, mual-mual, ketawa-ketawa, dan bahkan muntah-muntah. Tapi bener-bener nggak rugi deh maen di sana. Selain itu juga ada belasan wahana yang "aman" untuk anak-anak seperti kereta, bus, komidi putar, bom-bom car, dan permainan seperti di TimeZone yang harus pakai koin. Juga ada rumah hantu, tapi harus bayar lagi per orang 9 RM.








Setelah puas maen-maen, kemudian makan siang dan sholat, Mila langsung cabut ke KLS mau naik kereta ke Singapura. Karena keretanya berangkat jam 23.00, sedangkan waktu itu masih pukul 19.00, jadi Mila harus menunggu selama sekitar 4 jam. Tapi, karena KLS itu besar, Mila jadi nggak bosen. Di KLS apa aja ada deh. Mila juga sempet pijet pake kursi pijet. Bayarnya cuma 1 ringgit per 3 menit. Lumayan lah, agak enakan nih badan. Terus Mila juga sempet mainan mesin peramal garis tangan. Mila cuma iseng-iseng sih. Caranya, masukin uang koin di tempat masukinnya, terus taruh tangan di mulut patung sampai lampunya berubah, terus kertas hasil ramalannya akan keluar sendiri. Bayarnya cuma 50 sen kalo nggak salah. Hasil dari ramalannya adalah seperti ini:
THE MOUTH OF TRUTH
tells you that:

mv - ms 362
mt - ld 300
mv - ls 921
mm - td 452
x - y 695

You tend to be aggresive to satisfy your instrincts.
You are extremely sensitive and have very fine taste.
You are evasive and not over loyal.
Do small things as if they were great.
Love and marriage will bring you prestige.
You find it difficult to apply yourself to something constructive and you rapidly lose interest in what you are doing.

Life *******
Love *******
Luck *****
Health *********
Sex ******


Hahahi, begitulah hasil ramalannya. It's just for fun kok cemans. Jangan terlalu percaya yang beginian.

Sekitar jam 21.00 dateng rombongan orang indonesia dari Bogor. Mereka adalah rombongan dari salah satu SMP Negeri di Bogor, dan sedang mengadakan studi banding di Kuala Lumpur. Nah, karena lagi di Luar Negeri, akhirnya sekalian deh, mereka mampir ke Singapur. Mila sempet ngobrol-ngobrol sama mereka. Karena selama di Malaysia itu Mila jarang sekali ngomong, soalnya bingung mau ngomong apa. Nah, pas ketemu orang Indonesia, rasanya pengen ngobrol terus deh.

Dan jam 23.00, kereta ke Singapura datang!! Petualangan berlanjut di Singapura dan Batam.

Bersambung

Rabu, 23 Februari 2011

Ini Baru Liburan - Part 1

Halo, dunia!

Seperti yang sudah Mila ceritakan sebelumnya, Mila sekarang sudah semester empat! Wah, nggak kerasa ya, Mila sudah menuntaskan tiga semester di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan lancar jaya. Meskipun cuma kupu-kupu dan kadang-kadang kumol-kumol, tapi IP Mila alhamdulillah lumayan memuaskan.

Beberapa hari sebelum semester empat dimulai, Mila jalan-jalan ke Kuala Lumpur (KL) bersama Ayah, Uni, dan Ibad. Di KL, Mila ditemani oleh Wita, teman Mila waktu SD dan SMP. Wita kuliah di Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, yang mana adalah salah satu universitas negeri terbaik di Malaysia, semacam UInya Malaysia gitu deh.




Oke, ini lah kegiatan Mila selama di Kuala Lumpur (serta Singapur dan Batam)..

Jumat, 18 Februari 2011.

Pagi-pagi buta, tepatnya pukul 01.00 dini hari, Mila sudah mandi dan dandan yang cantik sekali. Setelah itu Mila berangkat ke Juanda Airport diantar oleh Khalid. Ternyata perjalanan Malang-Surabaya sangat lancar jaya dan hasilnya Mila sampai Juanda kepagian. Akhirnya, Mila breakfast dulu di McD Waru dan shalat Subuh di Masjid Juanda. Pukul 06.00 pesawat Air Asia QZ 7617 tujuan Kuala Lumpur take off dengan mulus dan berhasil landing di LCC Terminal, Kuala Lumpur sekitar pukul 10.00 waktu Kuala Lumpur atau pukul 09.00 WIB.

Dari LCC Terminal, Mila naik Bus ke KLS (KL Senter) sekitar kurang lebih dua jam perjalanan. Di KLS, Wita sudah menunggu kedatangan Mila. Tujuan pertama setelah sampai di KLS adalah pergi ke Bukit Bintang (BB) dan check-in Hotel. BB itu merupakan pusat kota Kuala Lumpur. Di sana banyak sekali hotel, mall, restoran, dan coffe shop.



Kemudian, setelah Ayah dan Ibad selesai jumatan, atau sekitar pukul 15.00 waktu Malaysia, kami melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah restoran Nasi Ayam di dekat hotel tempat Mila menginap. Nasi Ayam adalah salah satu makanan khas Malaysia disamping Nasi Lemak. Hmm, rasanya aneh. Tapi karena Mila akan berpetualangan seharian, terpaksa Mila habiskan Nasi Ayamnya sampai ludes.

Setelah perut kenyang dan energi kembali terisi penuh, Mila melanjutkan perjalanan ke KLCC. Awalnya Mila nggak tau KLCC itu apa. Ternyata KLCC itu semacam mall yang letaknya berdekatan dengan menara Petronas yang merupakan "bangunan wajib difoto" apabila kita pergi ke Kuala Lumpur. Di KLCC dan Petronas, Mila puas foto-foto. Meskipun panas, meskipun pegel, tapi foto-foto tetep harus berjalan.

Ini dia, foto-foto Mila selama di Suria KLCC dan menara Petronas.







Oh, iya, sebelum sampai di KLCC, Mila harus jalan lumayan jauh, dan melewati mall yang cukup besar, yaitu Pavilion. Di pavilion ini banyak sekali toko-toko baju, tas, dan segala jenis fashion item yang bermerek. Harganya disana juga "nol"nya banyak-banyak. Mila sempet foto-foto di sana juga lo.




Setelah puas foto-foto, kemudian Mila naik LRT dari KLCC menuju Pasar seni dan China Town. Di Pasar Seni dan China Town kita bisa membeli oleh-oleh khas Malaysia. Kalu di Pasar Seni, harganya agak susah di tawar, tapi lumayan miring, karena harganya emang harga pas. Kalau di China Town, harganya dinaikin dulu sama penjualnya, kita harus pinter-pinter nawar. Kata Wita, di sana banyak penipu jadi kita harus hati-hati, jangan sampai kita tertipu.




Setelah maghrib, Ayah capek, jadi, kami nganterin Ayah dulu ke hotel, dan kembali berpetualang di Bukit Bintang. Menikmati suasana malam sabtu yang penuh dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Dari melayu, chinese, arab, sampai western people juga ada. Kemudian Mila makan di foodcourt Pavilion, dan mengantar Ibad dan Uni ke hotel. Setelah itu, Mila dan Wita melanjutkan petualangan ke kontrakan Wita yang letaknya lumayan jauh. Kami harus naik LRT dan naik taksi. Lelah. Capek. Tapi seru banget!

Foto-fotonya terlalu banyak, bisa dilihat di Facebook Mila. :D

Ternyata lebih panjang dari yang Mila pikirkan. Karena sekarang sudah mau maghrib, ceritanya lanjut kapan-kapan lagi ya. Well, sebenarnya bukan karena mau maghrib atau apa, Mila memulai menulis postingan ini sekitar waktu ashar, dan sampai mau maghrib Mila belum menyelesaikannya. Sepertinya hati dan pikiran Mila lagi nggak enak. Atau lagi nggak mood cerita. Nanti Malam Mila mau nyoba nulis yang agak serius deh. Semoga hasilnya nggak seperti ini. Amin.

P.S: Maaf kata-katanya belepotan dan ceritanya nggak selesai. >.<

Love, Meela xx.

Senin, 31 Januari 2011

Oleh-oleh dari Solo

Assalamualaikum Wr Wb.. :)

Sudah dua hari Mila "menghilang" dari blog Mila, dan sekarang Mila kembali lagi dengan "oleh-oleh" dari Solo. FYI, selama Mila menghilang, Mila lagi "jalan-jalan" ke Solo. Sebenernya Mila terhubung dengan internet selama Mila di Solo, tapi ternyata, agenda Mila di Solo sangat padat, jadi Mila ngga sempet nulis deh. Maaf ya. Hehe.

Mila berangkat dari Malang hari Sabtu subuh tanpa mandi dan sarapan. Karena Ayah sudah berangkat ke Solo lebih dulu, yang nyetir mobil adalah kakak Mila, yang namanya Khalid. Nah, Khalid itu kalo nyetir nggak nyantai banget, apa lagi jalanan sepi, dan jalannya berkelok-kelok, alhasil, Mila mual deh. Waktu sudah sampai jalanan yang lurus, Mila langsung kegirangan deh, langsung update status, langsung check-in via foursquare juga. Mila eksis banget kan? :D

Mila sampai di Hotel Riyadi Palace di Solo sekitar jam 11 siang. Kemudian, Mila dan keluarga mau sarapan sekaligus lunch. Dan ternyata, setelah lama berdiskusi mau makan apa, ujung-ujungnya kami makan masakan Padang lagi. Emang cuma masakan Padang yang pas di hati. Hehe. Setelah kenyang, Mila ngajak Ayah pergi ke pasar Klewer, mumpung lagi di Solo, rasanya kurang afdol kalau nggak mampir ke pasar Klewer. Akhirnya, Mila dan Keluarga pergi ke pasar Klewer dan belanja-belanja kaos khas Solo, buat dipake sendiri dan juga buat oleh-oleh orang tersayang. Hehe. Mila beliin Ivan satu. :)

Ini dia baju yang Mila beli, satu buat Mila, satu buat Ivan. :)


Setelah selesai belanja-belanja di pasar Klewer, kami kembali ke hotel, dan "istirahat" sebentar. Istirahat versi Mila dan keluarga adalah NONTON TV. Hehe. Wasting time? Yes. Soalnya Mila nonton siaran ulangnya Dahsyatnya Awards, yang sebelumnya Mila uda tonton. :D

Menjelang Maghrib, Mila baru mandi pagi sekaligus mandi siang, dijamak gitu ceritanya. Trus, sholat Maghrib, dan berangkat kondangan. Yeah! Mila semangat banget kalo pergi ke akad nikah atau pesta pernikahan, karena Mila dari dulu emang cita-citanya adalah menikah. Mila pengen banget ngerasain jadi mempelai wanita. Pasti seru banget. Sayangnya, Mila nggak sempet foto-foto di sana, Mila baru inget waktu lagi makan, dan yang berhasil Mila abadikan adalah makanan yang sudah Mila acak-acak.


Makanan Mila yang sudah acak-acakan.

Oh, iya, selama di kondangan, adek Mila yang namanya Akmal ngantuk banget, jadinya, dia tidur deh, ini dia fotonya Akmal yang lagi tidur di kondangan. :D


Sekitar jam 10 malam, acara selesai, dan setelah ngobrol-ngobrol sama saudara Mila di sana, Mila pulang ke hotel untuk istirahat. FYI, sebenarnya, saudara Mila yang nikah ini adalah adik dari istri dari kakak dari Ayah Mila. Hehe. Dan, saat resepsi pernikahan, sepertinya mempelai wanita sangat kecapekan dan keberatan mahkota, akhirnya muntah-muntah. kasian banget ya. :(

Sampai di hotel, Mila nonton TV sebentar, terus, siap-siap bobok. Tapi ternyata, Ibu ngajak ngobrol-ngobrol sampai tengah malam, dan akhirnya Mila dan Ibu tertidur sendiri.

Besok paginya, ternyata, kakaknya Ayah yang namanya Etek Upik yang nginep di hotel sebelah, berkunjung ke kamar Mila, alhasil, ngobrol-ngobrol deh Ayah, Ibu, dan Etek Upik, sementara Mila melanjutkan tidur yang sangat kurang. Terus, Mila sarapan di restoran hotel. Makanan di sana lumayan enak. Nasi goreng, soto, ayam, roti, dll, silahkan pilih sesukanya.

jAM 10, setelah mandi dan dandan cantik sekali, Mila dan keluarga berangkat ke Jogja. Tapi, sebenarnya tujuan utama bukan Jogja, melainkan Kaliurang untuk melihat bekas dari awan panas akibat meletusnya Gunung Merapi beberapa bulan yang lalu. Ternyata, Kaliurang itu hampir-hampir mirip dengan Batu, lebih tepatnya dengan Songgoriti. Ada kolam renang, gardu pandang, pemandian air panas, air terjun, dan tempat-tempat wisata lainnya. Sebenernya, pengen banget mampir, tapi karena waktu yang terbatas, akhirnya Mila cuma ke Kali kuning yang dilewati awan panas.

Ini dia foto-foto Mila dan Keluarga di Kali Kuning.






Setelah itu, Mila balik ke Malang deh.

Sebenernya masih banyak si yang mau diceritain, tapi, karena tadi Mila abis ngopi banyak film, Mila jadi sibuk nonton-nonton film deh. Sekarang Mila lagi nonton Letters to Juliete, katanya film ini film paling romantis. Well, segini dulu ya. Hehe.

Love, Meela xx.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...