Do you think it is necessary to take a picture during your vacation?
Saat anda sedang pergi ke suatu tempat, khususnya untuk berlibur, entah itu ke taman hiburan, pegunungan, pantai, atau tempat berlibur lainnya, apakah anda lebih sibuk dengan kamera atau handphone atau tablet anda untuk mengambil gambar? Atau anda menyimpan rapat-rapat semua gadget anda dan menikmati apa yang telah disuguhkan serta menikmati kebersamaan dengan partner berlibur atau keluarga anda?
Banyak orang saat ini yang lebih memilih untuk sibuk dengan gadgetnya untuk mengambil gambar. Lebih tepatnya, mengambil gambar diri mereka di setiap spot yang mereka temui. Dan sebagian besar dari mereka, melakukan hal tersebut untuk mempublikasikan pada dunia (maya), bahwa mereka sedang atau pernah ke tempat tersebut. Mereka biasanya mengupload gambar-gambar mereka ke jejaring sosial, seperti Instagram dan Facebook, atau yang sedang ngehits saat ini: Path.
Di kota tempat saya tinggal, Malang, baru-baru ini sedang dihebohkan oleh satu tempat hiburan baru, yaitu Museum Angkut (@MuseumAngkut). Museum Angkut terletak di kota Batu. Lokasi Museum Angkut dekat dari Kusuma Agro Wisata, dan tidak begitu jauh dari Kompleks Jatim Park, yaitu Jawa Timur Park 1, Museum Satwa dan Secret Zoo, Eco Green Park, dan Batu Night Spectacular.
Museum Angkut merupakan perpaduan antara edukasi, hobi, koleksi, komunitas, serta legenda movie star dunia, begitu kata mereka. Museum Angkut buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga pukul 20.00. Harga tiketnya adalah IDR 50K untuk weekdays dan IDR 75K untuk weekend, plus additional charge untuk kamera sebesar IDR 30K. Namun jika anda mengunjungi Museum Angkut di atas pukul 19.00, ada harga tiket khusus, yaitu hanya IDR 30K untuk weekdays, dan IDR 50K untuk weekend. Harga tiket khusus di atas pukul 19.00 tersebut sudah termasuk additional charge untuk kamera. Saya menyarankan, sebaiknya anda datang pada saat weekday pukul 19.00 saja. Satu jam saja insyaAllah sudah cukup untuk melintasi semua rute. Selain harga yang harus anda bayar jauh lebih murah, saat weekday dan malam hari, Museum Angkut tidak begitu ramai, sehingga anda bisa benar-benar menikmati apa yang ada di sana. Bagi anda yang mau taking pictures, juga lebih leluasa kalau malam hari, dan no additional charge for your cameras.
Berbicara tentang Museum Angkut, kemarin, saya akhirnya memutuskan untuk “mencicipinya” bersama pasangan saya. Sebelumnya, saat merencanakan untuk pergi ke sana, saya mengatakan pada pasangan saya “Museum Angkut itu tempatnya foto-foto lo, Sayang. Kalau sayang nggak mau motoin aku, berarti sayang harus mau aku foto di sana”, dan pasangan saya menjawab “Sip! Beres!”. Tapi, kenyataannya jauh sangat berbeda. Pasangan saya sibuk melihat-lihat semua koleksi mobil yang ada di Museum Angkut. Ya, pasangan saya memang sangat “jatuh cinta” pada mobil.
Pasangan saya bilang, “Buat apa sih sibuk ngambil foto sana-sini, yang ada malah nggak bisa menikmati apa yang ada”. Menurut saya, ada benarnya juga sih. Saya melihat, semua orang yang datang ke sana lebih sibuk dengan gadgetnya, dan saya rasa, hanya gambar-gambar itu lah yang mereka dapatkan, tidak lebih.
Tapi, menurut saya, tidak ada salahnya juga mengabadikan momen indah bersama pasangan atau keluarga. Dulu, saat saya masih kecil, Ayah saya yang seorang jurnalis saat di bangku kuliah, suka sekali mengabadikan gambar saat keluarga kami pergi berlibur. Di rumah, banyak sekali foto-foto liburan kami, yang membuat kami terbawa ke masa lalu saat melihatnya. Sayangnya, kebiasaan itu berubah seiring perubahan jaman. Era digital membuat Ayah saya tidak lagi mencetak foto liburan kami, kadang kala file foto kami juga hilang entah ke mana.
So, what do think? Is it necessary to take pictures during your holiday? Kalau untuk saya, mengabadikan momen indah bersama orang-orang tercinta itu cukup penting, tapi jangan sampai kita terlalu disibukkan dengan gadget kita sehingga kita malah tidak bisa menikmati momen indah tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Liburan Seru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan Seru. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Mei 2014
Rabu, 05 Juni 2013
One Day
Beberapa hari yang lalu, saya dan saudari-saudari saya sedang gandrung banget meminjam film di salah satu persewaan film di kota saya. Saya dan saudari-saudari saya langsung melahap 6 film--semua drama--dalam satu hari. Film-film itu adalah: Rectoverso, Mikha, My Sister's Keeper, The Lucky One, Letters to God, dan One Day. Dari ke-6 film itu, ada 4 film yang masih baru, dan kami mendapatkan bonus gratis menyewa 4 film lagi apabila kami mengembalikannya tepat waktu.
Kami--khususnya saya--memang suka sekali dengan film drama. Baik itu drama romantis, drama inspiring, drama komedi, maupun drama remaja. Semua jenis film drama dapat kami terima dengan sangat baik. Apalagi, kalau aktornya ganteng. *penting banget*
Dari ke-6 film drama tersebut, yang paling saya sukai adalah One Day yang dibintangi oleh Anne Hathaway. Usut punya usut, ternyata film ini diadopsi dari sebuah novel karya David Nocholls dengan judul yang sama: One Day.
![]() |
| Pic from here |
Film ini menceritakan tentang perjalanan sepasang 'teman' bernama Emma dan Dexter setiap tanggal 15 Juli. Dimulai pada tanggal 15 Juli 1988, setelah mereka diwisuda. Tahun demi tahun berlalu, mereka masih menjadi sepasang 'teman' dan masing-masing berganti kekasih beberapa kali. Konflik mulai muncul pada saat Dexter menjadi 'gila' dengan kehidupannya yang sangat bebas. Hubungan dengan keluarganya mulai memburuk, begitu pula dengan hubungannya dengan Emma. Tapi, pada akhirnya, mereka menyadari bahwa mereka saling membutuhkan, dan mereka menikah. Sayangnya, kemudian Emma tertabrak truk saat sedang bersepeda pada 15 Juli 2006.
Nyesel dan nyesek banget nggak sih kalo jadi si Dexter? Bertahun-tahun dia berkelana, jadi anak nakal, berganti-ganti pacar, jadi presenter acara 'nakal', bermasalah dengan orang tuanya, dia selalu kembali kepada Emma, mencurahkan semuanya pada Emma, tapi tidak lebih dari seorang 'teman'. Kemudian, saat mereka baru saja menikah dan bahagia, tiba-tiba Emma meninggal.
Saya suka sekali film drama romantis yang super mengharukan seperti ini. Selain itu, ehm, Dexter, dari tahun 1988 sampai tahun 2011, tetep super ganteng. Pemeran Dexter adalah Jim Sturgess. I don't really know him, but, I love his face! :D
So, buat kalian yang suka sekali film drama, dan belum pernah menonton film One Day, I recommend this movie! Film ini jauh lebih bagus dari The Lucky One yang katanya 'the most romantic movie' yang dibintangi oleh Zac Efron.
Minggu, 26 Mei 2013
Eco Green Park, Batu
You are an agro-eco-technology student? Or care about ecology, nature, and all about them? You should visit Eco Green Park at Batu. If you're not one of them, but you like photography, or you have a child, or whatever, you should go to Eco Green Park, too.
Nooo, I do not get paid to do this.
Yesterday, I went to Eco Green Park with my Ivan, and his friends. Well, actually, this is not my first time, but my third.
We arrived at Eco Green Park at 9 am (as I remember), and then we bought the tickets that cost 45K IDR per person. This is weekend price, if you go there at weekdays, it will cost 30K IDR. Cheap enough, well, we get what we pay.
What's in it? There are... Errr... They give us so much information about ecology. They have many moths, birds, and ducks. There is a bird show sometimes. And also an upside down house that is caused by Sandy Storm. And many mooore.
The foodcourt, hmm, I like it so much. They hung some flowers at the roof, so pretty. Unfortunatelly, I did not take a picture at the foodcourt.
This is some pictures I took...!!!
I did not take many pictures because I want to enjoy what's served and "absorb" informations as much as I can.
I learnt how to make an animal feed and also biogas and biofertilizer. I also learnt about some recycling codes.
Pic from: http://www.vikoz.com/
Shortly, you can refresh your mind and get so much informations at once here!
Kamis, 16 Mei 2013
Jalan-Jalan ke Malaysia
Hi, everyone!
Maaf banged ngga rapi postingannya karena saya nulis lewat iPad. Oya, laki-laki kacamata di foto paling atas yang deket-deket sama saya itu bukan pacar saya. Itu kakak saya.
Seperti yang saya janjikan di postingan sebelumnya, hari ini saya akan menulis tentang perjalanan saya dan keluarga saya ke Malaysia bulan April lalu. Kali ini saya bahasa Indonesia-an aja, supaya temen-temen Indonesia yang belum pernah ke Malaysia dan berencana ke sana bisa lebih mudeng. Huehehe. Aslinya lagi males bahasa Inggris-an aja sih.
Oke, here we go!
Sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan perjalanan ini lumayan matang. Tidak seperti perjalanan ke Malaysia sebelumnya yang terkesan serabutan. Kami mencari tiket pesawat yang termurah, mengecek harga bas (bus) dari LCCT ke KL Sentral, dari KL Sentral ke Genting, dan lain-lain. Kami juga mencari hotel low cost yang aksesnya mudah. Kenapa low cost? Karena di Malaysia kami tidak banyak stay di hotel. Kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berkeliling kota. Kami juga membuat jadwal dan list tempat-tempat yang akan kami kunjungi di sana.
Tiket sudah di tangan. Kami berangkat tanggal 24 April siang dari Bandara Internasional Juanda, dan pulang tanggal 27 April sore dari LCCT. Karena pesawat kami siang, dan kami tidak berencana menginap di Genting, kami memutuskan hari pertama langsung ke hotel. Tanggal 25 pagi, kami berangkat ke Genting dan sore kembali ke KL dan langsung ke Petronas Twin Tower untuk melaksanakan misi penting, yaitu: foto-foto. Tanggal 26 kami habiskan di KL. Tempat yang mau kita kunjungi adalah Petaling Street dan Butik Coklat, selain itu kami juga pergi ke daerah Bukit Bintang. Hari terakhir kita nggak kemana-mana dan menghabiskan waktu di bandara. :D
Terus, ini foto-fotonya. :D
Maaf banged ngga rapi postingannya karena saya nulis lewat iPad. Oya, laki-laki kacamata di foto paling atas yang deket-deket sama saya itu bukan pacar saya. Itu kakak saya.
Budget? Not more than IDR 3000K per person. Intinya sih, tekan biaya di hotel, pesawat, dan transportasi selama di Malaysia. Hotel yang highly recommended adalah Tune Hotel miliknya Air Asia. Bisa dilihat di websitenya untuk info lebih lanjut. Di Google ada kok. Pesawat? Tentukan perkiraan tanggal berangkat dan pulang, lalu cari yang termurah. Pesan tiket pesawat di saya boleh juga lo. Hashtag promosi. Dan, pakai tas ransel atau koper kecil yang bisa masuk ke kabin, supaya ndak kena bagasi. Lumayan ngirit. Transportasi umum di Malaysia sudah memadai. Bisa pake monorel atau LTR. Kalo ngga kepepet banged ngga usah pilih taksi.
FYI, Genting High Land itu dataran tinggi yang dikelola dengan baik jadi tempat wisata. Ketinggian tempatnya saya kurang tau, tapi kalau dari kabut dan dinginnya seperti di Bromo. Tapi di sana ada hotel, kasino, dan theme park. Theme parknya boleh juga. Ngga terlalu ngeri, tapi ngeri juga sih. Theme park di sana ada yang out door dan in door. Kalo out door harus bayar, kalo in door free. Tapi kalau mau main wahana di in door harus bayar lagi. Sayangnya, pada saat saya ke sana lagi hujan dan kabut. Jadi ndak maksimal.
Kalau mau cari oleh-oleh yang murah, bisa ke Petaling Street. Kata temen saya, cari mbak-mbak Jawa. Tapi, kemaren saya ngga nemu, dan beli di China. Dan harganya dimahalin banged. Sama aja kayak di Indonesia. Harus ditawar minimal setengah harga.
Malaysia terkenal dengan coklatnya, dan kalau ke sana ngga afdol kalo ngga ke butik coklat. Di sana ada beberapa butik coklat, bisa dicari infonya di Google ya. Kalo yang saya kunjungi, namanya Cocoa Boutique. Lokasinya ngga jauh dari Tune Hotel. Harga? Tidak murah, tapi lebih murah dari pada kalau beli di KL Sentral atau LCCT. Sayangnya tidak diperkenankan mengambil gambar di dalamnya.
Saya kurang cocok dengan makanan Malaysia, jadi selama di sana saya makannya McD, KFC, dan sejenisnya. Harga makanan standar kok. Sekali makan satu orang IDR 25K. Tapi saya ngga pernah makan pake nasi, karena di McD dan KFC pun nasinya bukan nasi putih, tapi nasi lemak.
Apa lagi ya? Kayaknya cukup segini deh. Maaf kalau kurang informatif ya. Tapimkalau mau tanya-tanya lebih lanjut bisa lewat komen atau email. Saya pasti jawab sebaik mungkin. Ting ting. ;)
Love,
Meela xxxx
Minggu, 25 September 2011
Sendangbiru Beach
B.E.A.C.H. When I was child, I often to the beach with my lovely family. But, since I went to college and my Father is getting busier, we never go to the beach anymore. And, today, yes, today, my family and of course, I, went to Sendangbiru Beach.
Sendangbiru Beach is one of many beaches in Kabupaten Malang. Although it's located in Malang, it's quite far from my house. I spent more than 3 hours to go there. It feels longer than when I go to Surabaya. Moreover, the road to that beach is curvaceous and wavy. But, the scenery along the road saved me from the boredom. There are many trees. Coconut trees, banana trees, cocoa trees, corn, sugarcane, and many other.
If you want to visit Sendangbiru, you have to pay IDR 6.000/ adult. And if you're still a child, you don't have to pay. It's not expensive, right?
At Sendangbiru, I found so much fishing boats that also can be rented if you need it to cross to the Sempu Island. Sempu Island is really popular in Malang. But, honestly, I've never gone there. It looks scary. And if you want to go to Sempu Island, you need more than one day, because one day is not enough, people said.
Well, this is my photos at Sendangbiru. I hope it can make you jealous, and want to go to Sendangbiru next weekend. :P
| I really love the sky. <3 |
| Pasmina from my "Him", flowered dress from my Auntie, White rubber shoes I bought in Malaysia, Batik bag I bought at Malioboro, Yogyakarta, Legging and socks from my Mom. |
| Me and fishing boat. :) |
| Looks weird ya? |
| Mom, Mom, can you hear me? |
| W/ my lovely family |
| I was *keceh* |
| I was the one who realized the camera. :P |
| Looking at the blue-beach. So calm. |
| My Litle Brother and Sister. <3 |
| Ouch, my heel . >.< |
Need more? Go to -->> My Facebook (add me first. ;))
Kamis, 14 Juli 2011
The Power of Social Networking
Sekali lagi Mila mengalami satu hal yang menunjukkan bahwa kekuatan dari jejaring sosial itu sangatlah dahsyat. Hari ini Mila berencana membantu kakak Mila berjualan tiket pesawat secara online. Nah, karena siang itu pelanggan kakak Mila tidak begitu banyak, Mila memutuskan untuk melakukan promosi melalui jejaring sosial, termasuk Facebook dan Twitter. Di Twitter, Mila mempromosikan jasa Mila melalui akun @infomalang, @infobatu, dan @infoMLG. Ketiga akun tersebut memang sangat membantu dalam hal mencari informasi dan juga dalam hal mempromosikan barang dan jasa. Namun, Mila tidak membayangkan kekuatan dari jejaring sosial akan sehebat yang Mila alami tadi siang.
Selang beberapa menit setelah Mila melakukan promosi tersebut, tiba-tiba Yahoo Messenger Mila mendapatkan banyak sekali invitation. Mila tidak tahu pasti jejaring sosial mana yang paling berpengaruh, tetapi Mila benar-benar mengakui kekuatannya.
Meskipun tidak semua dari mereka membeli tiket, sebagian besar dari mereka hanya menanyakan harga tiket atau hanya menginvite Yahoo Messenger Mila. Tapi itu tidak masalah. Mungkin besok atau lusa mereka akan membeli tiket pesawat.
Jejaring sosial memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Dewasa ini, orang tidak perlu pergi ke pasar untuk menjual barang mereka. Mereka juga tidak perlu membuka kios untuk memajang barang atau membuka stan untung menjajakan jasa mereka. Mereka dapat membangun pasar, kios, maupun stan mereka sendiri di internet, lebih khususnya di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Selain Facebook dan Twitter, Indonesia juga memiliki suatu forum diskusi dan jual beli yang sangat terkenal, yaitu Kaskus. Siapa yang tidak tahu Kaskus? Bisa dibilang sekarang Kaskus adalah kiblatnya berita. Bahkan banyak sekali artis-artis yang bisa menjadi tenar berkat adanya Kaskus.
Disamping segala kelebihan dan keuntungan yang dimiliki oleh jejaring sosial, ia juga memiliki sisi negatif. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar dalam menggunakannya. Jangan terlalu membuka hal-hal yang bersifat privasi di jejaring sosial. Jangan terlalu percaya pada orang-orang yang baru anda kenal di jejaring sosial.

Jadilah pengguna jejaring sosial yang cerdas!
Love, Meela xx.
Selang beberapa menit setelah Mila melakukan promosi tersebut, tiba-tiba Yahoo Messenger Mila mendapatkan banyak sekali invitation. Mila tidak tahu pasti jejaring sosial mana yang paling berpengaruh, tetapi Mila benar-benar mengakui kekuatannya.
Meskipun tidak semua dari mereka membeli tiket, sebagian besar dari mereka hanya menanyakan harga tiket atau hanya menginvite Yahoo Messenger Mila. Tapi itu tidak masalah. Mungkin besok atau lusa mereka akan membeli tiket pesawat.
Jejaring sosial memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Dewasa ini, orang tidak perlu pergi ke pasar untuk menjual barang mereka. Mereka juga tidak perlu membuka kios untuk memajang barang atau membuka stan untung menjajakan jasa mereka. Mereka dapat membangun pasar, kios, maupun stan mereka sendiri di internet, lebih khususnya di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Selain Facebook dan Twitter, Indonesia juga memiliki suatu forum diskusi dan jual beli yang sangat terkenal, yaitu Kaskus. Siapa yang tidak tahu Kaskus? Bisa dibilang sekarang Kaskus adalah kiblatnya berita. Bahkan banyak sekali artis-artis yang bisa menjadi tenar berkat adanya Kaskus.
Disamping segala kelebihan dan keuntungan yang dimiliki oleh jejaring sosial, ia juga memiliki sisi negatif. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar dalam menggunakannya. Jangan terlalu membuka hal-hal yang bersifat privasi di jejaring sosial. Jangan terlalu percaya pada orang-orang yang baru anda kenal di jejaring sosial.

Jadilah pengguna jejaring sosial yang cerdas!
Love, Meela xx.
Selasa, 12 Juli 2011
Surat Kecil untuk Tuhan
Kemarin, hari Senin, tanggal 11 Juli, Icha, Hilda, dan Mila pergi ke 21 Matos untuk menonton Film ini. Namun, karena beberapa hal, Mila dan teman-teman mendapatkan seat paling depan sehingga nonton filmnya kurang nyaman. Untung aja filmnya bagus. Mila nggak ngerasa nyesel deh.
Surat Kecil untuk Tuhan adalah salah satu Film Indonesia yang baru dirilis pada bulan Juli ini. Film ini diangkat dari kisah nyata. Yaitu dari kehidupan seorang gadis bernama Gita Sessa Wanda Cantika atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Keke. Kehidupan Keke awalnya benar-benar sempurna. Keke memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, juga seorang Ibu yang sama menyayanginya, serta dua orang kakak laki-laki. Selain itu, Keke juga memiliki 6 orang sahabat yang sangat menyayanginya juga seorang pacar yang tak kalah menyeyanginya juga. Namun, orang tuanya bercerai. Perceraian orang tuanya sebenarnya bukan lah masalah besar, karena saat Keke berumur 13 tahun, ia menghadapi masalah yang sangat besar. Keke terkena kanker.
Keke mengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak). Dan Keke adalah pengidap penyakit ini yang pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.
Tetapi, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Namun, pada akhirnya, Keke harus pergi meninggalkan orang-orang yang Keke sayangi. Keke meninggal setelah 2 tahun berjuang melawan penyakit mematikan itu.

Buat teman-teman yang belum sempat nonton film ini, Mila ngerekomendasiin nonton film ini deh. Tapi jangan lupa, siap-siap bawa tissue ya, soalnya, lumayan bikin pengen nangis bombay nih filnya. ;)
Love, Meela xx.
Surat Kecil untuk Tuhan adalah salah satu Film Indonesia yang baru dirilis pada bulan Juli ini. Film ini diangkat dari kisah nyata. Yaitu dari kehidupan seorang gadis bernama Gita Sessa Wanda Cantika atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Keke. Kehidupan Keke awalnya benar-benar sempurna. Keke memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, juga seorang Ibu yang sama menyayanginya, serta dua orang kakak laki-laki. Selain itu, Keke juga memiliki 6 orang sahabat yang sangat menyayanginya juga seorang pacar yang tak kalah menyeyanginya juga. Namun, orang tuanya bercerai. Perceraian orang tuanya sebenarnya bukan lah masalah besar, karena saat Keke berumur 13 tahun, ia menghadapi masalah yang sangat besar. Keke terkena kanker.
Keke mengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak). Dan Keke adalah pengidap penyakit ini yang pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.
Tetapi, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Namun, pada akhirnya, Keke harus pergi meninggalkan orang-orang yang Keke sayangi. Keke meninggal setelah 2 tahun berjuang melawan penyakit mematikan itu.
Buat teman-teman yang belum sempat nonton film ini, Mila ngerekomendasiin nonton film ini deh. Tapi jangan lupa, siap-siap bawa tissue ya, soalnya, lumayan bikin pengen nangis bombay nih filnya. ;)
Love, Meela xx.
Make Your Holiday More Positive and Productive (Happy Holiday)
Alhamdulillahirabbilalamin, akhirnya semester empat terlewati sudah. Sekarang waktunya menunggu hasil usaha Mila selama satu semester ini. Semoga hasilnya memuaskan. Aamiin ya Allah. :)
Sekarang, secara resmi Mila telah memasuki masa yang paling Mila tunggu-tunggu selama satu semester ini. Yaitu adalah: LIBURAN. Well, it's so silly. I know, I know. Tapi, jujur, emang Mila menunggu banget yang namanya LIBURAN.

Akhirnya liburan yang lama sudah Mila tunggu-tunggu itu datang. Dan Mila bisa tidur sampai pagi, bisa nonton TV sampe sore, dan bisa tidur malam, serta melakukan berbagai hal yang nggak bisa Mila lakukan saat Mila nggak libur. Senang? Yeah, I'm happy. But, honestly I am so bored! Ya, Mila bosen di rumah. Pengen jalan-jalan. Pengen ke kampus, tapi males kalau di suruh ngerjain tugas. Satu hal yang paling menjadi pantangan saat liburan adalah mengerjakan tugas. Well, silly (again). But it's true.
Liburan Mila sudah berjalan sekitar satu Minggu. Mila mulai bertanya-tanya dalam hati. Hal positif dan produktif apa yang sudah Mila lakukan dalam satu minggu ini? Mila nggak mau liburan Mila terbuang sia-sia hanya untuk TIDUR. Rugi sekali dong ya.
Oke, sebenarnya, Mila belum melakukan hal positif dan produktif apapun selama satu minggu ini. Mila hanya mengikuti Workshop Desain Grafis yang diadakan oleh Prisma di kampus Mila. Sayangnya, I didn't get so much information from that event. Tapi, Mila nggak merasa terlalu bersalah atas kelalaian Mila selama satu minggu ini. Soalnya, Mila memang sedang nggak fit beberapa hari ini. Mila sekarang dalam masa pemulihan dari sakit yang menyiksa jiwa dan raga. Setelah sembuh 100%, Mila janji, my holiday will be more positive and prductive.
And this is my to-do list for next 7 days:
1. Daftar les mengemudi mobil. Ya, Mila dari dulu kala ngebet banget pingin bisa nyetir mobil. Tapi masih belum ada waktu untuk daftar les mengemudi mobil. Liburan ini, Mila sudah dapat dukungan dari keluarga Mila untuk les. Jadi, Mila semakin bersemangat untuk ikut les mengemudi!
2. Kembali aktif menulis, baik itu di blog, atau di mana pun. Pokoknya, Mila harus bisa terus berkarya dan berbagi dengan sesama. Mila nggak mau kalah dari famous-famous blogger di luar sana yang sangat rajin merawat blognya.
3. Jalan-jalan. Tidak bisa dipungkiri, holiday adalah waktu yang sangat tepat untuk jalan-jalan. Kali ini, Mila berencana untuk jalan-jalan ke Jawa Timur Park 2 (Museum Satwa dan Secret Zoo) bersama teman-teman SMA Mila. Kami sudah menentukan tanggal, yaitu tanggal 19 Juli. Semoga rencana ini bisa berjalan dengan lancar. Aamiin.
4. Masak masak masak!! Sebagai wanita, suatu saat nanti Mila pasti akan menikah, dan menjadi seorang istri juga ibu (Aamiin). Kalau Mila nggak bisa masak, mau makan apa suami dan anak-anak Mila nanti? Sebelum-sebelumnya Mila sudah mencoba membuat beberapa macam kue, dan kali ini, Mila akan mencoba untuk memasak maincourse semacam bistik. Dulu, waktu Mila main ke rumah Opa-nya Ivan, Nenek pas lagi masak bistik. Dan, Mila suka sekali bistik buatan Nenek. Mila mau coba juga bikin bistik Ala Chef Mila.

5. Rapi-rapi kamar. Lebih tepatnya rapi-rapi lemari pakaian. Mila uda lama banget nggak ngeberesin lemari pakaian Mila. Mila mau memilah-milih baju-baju Mila. Kalau ada yang bisa disumbangin ke orang lain yang lebih membutuhkan kan lumayan. Liburan sebelumnya, Mila menjual beberapa baju bekas Mila dengan harga murah. Tapi, kali ini, Mila mau beramal dengan menyumbangkan baju-baju Mila yang masih layak pakai kepada orang-orang yang leih membutuhkan.
5 dulu yaa! Kalau terlalu banyak takutnya malah nggak terlaksana. Jadi, let's do the best for our holiday!
Liburan itu sangat mengasyikan, tapi jangan sampai liburanmu terbuang sia-sia dengan hal-hal yang tidak berguna. Jadikan liburanmu lebih positif dan lebih produktif. :)
Love, Meela xx.
Sekarang, secara resmi Mila telah memasuki masa yang paling Mila tunggu-tunggu selama satu semester ini. Yaitu adalah: LIBURAN. Well, it's so silly. I know, I know. Tapi, jujur, emang Mila menunggu banget yang namanya LIBURAN.
Akhirnya liburan yang lama sudah Mila tunggu-tunggu itu datang. Dan Mila bisa tidur sampai pagi, bisa nonton TV sampe sore, dan bisa tidur malam, serta melakukan berbagai hal yang nggak bisa Mila lakukan saat Mila nggak libur. Senang? Yeah, I'm happy. But, honestly I am so bored! Ya, Mila bosen di rumah. Pengen jalan-jalan. Pengen ke kampus, tapi males kalau di suruh ngerjain tugas. Satu hal yang paling menjadi pantangan saat liburan adalah mengerjakan tugas. Well, silly (again). But it's true.
Liburan Mila sudah berjalan sekitar satu Minggu. Mila mulai bertanya-tanya dalam hati. Hal positif dan produktif apa yang sudah Mila lakukan dalam satu minggu ini? Mila nggak mau liburan Mila terbuang sia-sia hanya untuk TIDUR. Rugi sekali dong ya.
Oke, sebenarnya, Mila belum melakukan hal positif dan produktif apapun selama satu minggu ini. Mila hanya mengikuti Workshop Desain Grafis yang diadakan oleh Prisma di kampus Mila. Sayangnya, I didn't get so much information from that event. Tapi, Mila nggak merasa terlalu bersalah atas kelalaian Mila selama satu minggu ini. Soalnya, Mila memang sedang nggak fit beberapa hari ini. Mila sekarang dalam masa pemulihan dari sakit yang menyiksa jiwa dan raga. Setelah sembuh 100%, Mila janji, my holiday will be more positive and prductive.
And this is my to-do list for next 7 days:
1. Daftar les mengemudi mobil. Ya, Mila dari dulu kala ngebet banget pingin bisa nyetir mobil. Tapi masih belum ada waktu untuk daftar les mengemudi mobil. Liburan ini, Mila sudah dapat dukungan dari keluarga Mila untuk les. Jadi, Mila semakin bersemangat untuk ikut les mengemudi!
2. Kembali aktif menulis, baik itu di blog, atau di mana pun. Pokoknya, Mila harus bisa terus berkarya dan berbagi dengan sesama. Mila nggak mau kalah dari famous-famous blogger di luar sana yang sangat rajin merawat blognya.
3. Jalan-jalan. Tidak bisa dipungkiri, holiday adalah waktu yang sangat tepat untuk jalan-jalan. Kali ini, Mila berencana untuk jalan-jalan ke Jawa Timur Park 2 (Museum Satwa dan Secret Zoo) bersama teman-teman SMA Mila. Kami sudah menentukan tanggal, yaitu tanggal 19 Juli. Semoga rencana ini bisa berjalan dengan lancar. Aamiin.
4. Masak masak masak!! Sebagai wanita, suatu saat nanti Mila pasti akan menikah, dan menjadi seorang istri juga ibu (Aamiin). Kalau Mila nggak bisa masak, mau makan apa suami dan anak-anak Mila nanti? Sebelum-sebelumnya Mila sudah mencoba membuat beberapa macam kue, dan kali ini, Mila akan mencoba untuk memasak maincourse semacam bistik. Dulu, waktu Mila main ke rumah Opa-nya Ivan, Nenek pas lagi masak bistik. Dan, Mila suka sekali bistik buatan Nenek. Mila mau coba juga bikin bistik Ala Chef Mila.
5. Rapi-rapi kamar. Lebih tepatnya rapi-rapi lemari pakaian. Mila uda lama banget nggak ngeberesin lemari pakaian Mila. Mila mau memilah-milih baju-baju Mila. Kalau ada yang bisa disumbangin ke orang lain yang lebih membutuhkan kan lumayan. Liburan sebelumnya, Mila menjual beberapa baju bekas Mila dengan harga murah. Tapi, kali ini, Mila mau beramal dengan menyumbangkan baju-baju Mila yang masih layak pakai kepada orang-orang yang leih membutuhkan.
5 dulu yaa! Kalau terlalu banyak takutnya malah nggak terlaksana. Jadi, let's do the best for our holiday!
Liburan itu sangat mengasyikan, tapi jangan sampai liburanmu terbuang sia-sia dengan hal-hal yang tidak berguna. Jadikan liburanmu lebih positif dan lebih produktif. :)
Love, Meela xx.
Sabtu, 14 Mei 2011
Survei, Survei, dan Survei
Karena sudah lama sekali nggak nulis di blog, rasanya tangan ini gatel dan pengen nulis lagi, lagi, dan lagi. Tapi, setelah menengok ke arah jam di pojokkan laptop, ternyata sudah jam 23.49, sedangkan besok Mila ada kuliah tamu jam setengah delapan, dan subuh Mila mau mandi, dan setelah itu Mila mau ke pasar. Jadi, dari pada besok ngantuk, sebaiknya Mila nulisnya besok lagi aja. :D
Tapi, supaya nggak penasaran, Mila tinggalin satu foto pas lagi survei kemarin ya? This is it!

Yang paling clink-clink dan blink-blink itu adalah Mila. :D~
Tapi, supaya nggak penasaran, Mila tinggalin satu foto pas lagi survei kemarin ya? This is it!
Yang paling clink-clink dan blink-blink itu adalah Mila. :D~
Senin, 28 Februari 2011
Postingan Terakhir di Bulan Februari
28 Februari 2011. Mila sebelumnya nggak "ngeh" kalo hari ini adalah hari terakhir di bulan Februari. Jadi Mila santai-santai aja. Padahal orang paling spesial dalam hidup Mila akan berulang tahun ke 22 pada tanggal 2 Maret besok. Dan seperti yang teman-teman tebak, Mila belom beli kado buat dia. Tapi, sebenernya Mila agak ragu, antara memberi dia kado atau nggak. Mengingat status kita sekarang "bukan sapa-sapa" lagi. Tapi, kalo Mila nggak ngado dia, pas Mila ulang tahun bulan April ntar Mila nggak dikado juga dong sama dia. Ngado aja deh. Aih, niatnya nggak bener deh Mila ini.
Oke, oke, cukup curhatnya ya. Mila mau cerita pengalaman Mila jadi MC dadakan di acara arisan keluarga besar Mila aja deh ya.
Di keluarga besar Mila, tiap dua bulan sekali, di akhir bulan, di adakan arisan rutin. Arisan ini sebenarnya sudah ada sejak jaman Mila masih kecil, tapi sempat putus bertahun-tahun entah karena apa. Padahal, menurut Mila, arisan ini bener-bener bermanfaat buat keluarga besar Mila. Meskipun nominalnya nggak terlalu besar, tapi arisan ini bisa menyambung tali silaturrahmi diantara keluarga besar Mila yang memang selama ini nggak terjalin dengan erat. Mila bahkan nggak terlalu dekat dengan saudara-saudara sepupu Mila. Padahal, saudara sepupu Mila lumayan banyak yang umurnya sepantaran sama Mila. Kan lumayan tuh, bisa buat tempat sharing ilmu, pengalaman, atau apa pun. Bisa jadi teman jalan-jalan juga kan? Tapi kenyataannya emang susah menyatukan keluarga besar Mila. Kalau ngumpul selaluuu~ ada yang diributkan. Jadi, para remaja-remajanya suka males kalau ada kumpul keluarga.
Widih, kok jadi sejarah arisan keluarga besar Mila gini ya? Oke, kembali ke topik ya. Kemarin temen Mila ada yang cerita, kalau temennya ada yang jadi MC dan jobnya sudah banyak. Wah, Mila jadi kepengen jadi MC juga. Pengalaman Mila di bidang ini sih ada, pas waktu SD jadi MC acara manasik haji yang lingkupnya lumayan gede, dengan sponsor yang lumayan gede juga, dan diliput oleh stasiun TV swasta yang lumayan gede juga di jaman itu. Tapi, Mila nggak banyak bicara sih waktu itu. Kayak cuma jadi pajangan aja. Gapapa lah, lumayan, mejeng. Ya gak?
Nah, terus akhirnya Mila bilang ke Ibu Mila, "kalo temen-temennya Ibu ato Ayah ada acara, aku siap jadi MCnya lo". Dan ternyata, saat arisan, Ibu bilang ke Etek Upik yang mana adalah "pentolan" arisan keluarga Mila. Karena Etek Upik adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarga Ayah Mila. Dan, jadi lah Mila sebagai MC dadakan yang nggak ada persiapan sama sekali.
Hasilnya gimana? Mila ngomong kayak jadi moderator presentasi gitu. Kaku banget, soalnya yang Mila hadapi adalah bapak-bapak dan ibu-ibu (baca: kakek-kakek dan nenek-nenek) yang tampangnya serem-serem. Dan, tebak, bagaimana reaksi mereka? Ada yang pura-pura mendengarkan, ada yang melongo, ada yang becanda, tapi Mila sih yakin, mereka nggak ada yang ngerti apa yang Mila omongin. Mungkin kemampuan berbicara di depan forum Mila harus diasah lagi. Ada yang tau di mana belajarnya?
Begitulah ceritanya teman-teman. Jadi, selesai sudah lah postingan terakhir Mila di bulan Februari ini. Mari kita songsong bulan Maret dengan semangat positif! :)
Love, Meela xx.
Oke, oke, cukup curhatnya ya. Mila mau cerita pengalaman Mila jadi MC dadakan di acara arisan keluarga besar Mila aja deh ya.
Di keluarga besar Mila, tiap dua bulan sekali, di akhir bulan, di adakan arisan rutin. Arisan ini sebenarnya sudah ada sejak jaman Mila masih kecil, tapi sempat putus bertahun-tahun entah karena apa. Padahal, menurut Mila, arisan ini bener-bener bermanfaat buat keluarga besar Mila. Meskipun nominalnya nggak terlalu besar, tapi arisan ini bisa menyambung tali silaturrahmi diantara keluarga besar Mila yang memang selama ini nggak terjalin dengan erat. Mila bahkan nggak terlalu dekat dengan saudara-saudara sepupu Mila. Padahal, saudara sepupu Mila lumayan banyak yang umurnya sepantaran sama Mila. Kan lumayan tuh, bisa buat tempat sharing ilmu, pengalaman, atau apa pun. Bisa jadi teman jalan-jalan juga kan? Tapi kenyataannya emang susah menyatukan keluarga besar Mila. Kalau ngumpul selaluuu~ ada yang diributkan. Jadi, para remaja-remajanya suka males kalau ada kumpul keluarga.
Widih, kok jadi sejarah arisan keluarga besar Mila gini ya? Oke, kembali ke topik ya. Kemarin temen Mila ada yang cerita, kalau temennya ada yang jadi MC dan jobnya sudah banyak. Wah, Mila jadi kepengen jadi MC juga. Pengalaman Mila di bidang ini sih ada, pas waktu SD jadi MC acara manasik haji yang lingkupnya lumayan gede, dengan sponsor yang lumayan gede juga, dan diliput oleh stasiun TV swasta yang lumayan gede juga di jaman itu. Tapi, Mila nggak banyak bicara sih waktu itu. Kayak cuma jadi pajangan aja. Gapapa lah, lumayan, mejeng. Ya gak?
Nah, terus akhirnya Mila bilang ke Ibu Mila, "kalo temen-temennya Ibu ato Ayah ada acara, aku siap jadi MCnya lo". Dan ternyata, saat arisan, Ibu bilang ke Etek Upik yang mana adalah "pentolan" arisan keluarga Mila. Karena Etek Upik adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarga Ayah Mila. Dan, jadi lah Mila sebagai MC dadakan yang nggak ada persiapan sama sekali.
Hasilnya gimana? Mila ngomong kayak jadi moderator presentasi gitu. Kaku banget, soalnya yang Mila hadapi adalah bapak-bapak dan ibu-ibu (baca: kakek-kakek dan nenek-nenek) yang tampangnya serem-serem. Dan, tebak, bagaimana reaksi mereka? Ada yang pura-pura mendengarkan, ada yang melongo, ada yang becanda, tapi Mila sih yakin, mereka nggak ada yang ngerti apa yang Mila omongin. Mungkin kemampuan berbicara di depan forum Mila harus diasah lagi. Ada yang tau di mana belajarnya?
Begitulah ceritanya teman-teman. Jadi, selesai sudah lah postingan terakhir Mila di bulan Februari ini. Mari kita songsong bulan Maret dengan semangat positif! :)
Love, Meela xx.
Sabtu, 26 Februari 2011
Oreo Gerong (Baca: Goreng)
Sapa sih yang nggak tau Oreo? Semua orang dari anak-anak hingga dewasa pasti tau makanan yang satu ini. Sandwich Biskuit ini sangat terkenal dengan cara memakannya yang "diputer, dijilat, dicelupin". Hampir di semua belahan dunia, orang-orang memakan Oreo dengan cara tersebut. Tetapi, selain dimakan dengan cara seperti itu, Oreo juga banyak dijadikan sebagai bahan campuran makanan, seperti Mc Flurry.
Ternyata, Oreo juga bisa dijadikan sesuatu yang berbeda loh, yaitu Oreo goreng atau Fried Oreo. Cara membuatnya cukup mudah dan cepat. Nanti akan Mila jelaskan caranya. Resep Oreo Goreng sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu, tapi Mila baru tahu dari teman SMA Mila yang namanya Meta. Alhamdulillah, ada manfaatnya juga punya banyak teman yah.
Pertama, kita harus menyiapkan bahan-bahan serta alat yang diperlukan. Apa saja bahan dan alat yang diperlukan? Ini dia:

Setelah semua alat dan bahan siap, kemudian langkah-langkahya adalah:
Bagaimana? Mudah sekali bukan. Oreo Goreng mantab disantap saat hangat. Fisikly agak mirip pisang goreng. Tapi rasanya sama sekali berbeda. Oreonya menjadi lunak dan creamnya melting. Tapi, rasa Oreonya memang sangat dominan, dan rasanya sangat manis. Kalau takut enek, bisa ditambahkan parutan keju cheddar. Tambah mangstabs deh.

Ayo dicoba. Dari pada bengong nggak ada kerjaan. :)
Love, Meela xx.
Ternyata, Oreo juga bisa dijadikan sesuatu yang berbeda loh, yaitu Oreo goreng atau Fried Oreo. Cara membuatnya cukup mudah dan cepat. Nanti akan Mila jelaskan caranya. Resep Oreo Goreng sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu, tapi Mila baru tahu dari teman SMA Mila yang namanya Meta. Alhamdulillah, ada manfaatnya juga punya banyak teman yah.
Pertama, kita harus menyiapkan bahan-bahan serta alat yang diperlukan. Apa saja bahan dan alat yang diperlukan? Ini dia:
Bahan:
1. Tepung terigu 250 gram
2. Baking powder 1/2 sendok teh
3. Gula pasir 5 sendok makan
4. Garam secukupnya
5. Susu cair 150 ml
6. Mentega cair 2 sendok makan
7. Telur ayam 1 butir
8. Oreo 1 bungkus
9. Minyak zaitu secukupnya
Alat: alatnya standar aja lah ya. :D

Setelah semua alat dan bahan siap, kemudian langkah-langkahya adalah:
1. Campur tepung terigu, baking powder, gula dan garam, aduk rata.
2. Masukkan telur, kemudian aduk rata.
3. Masukkan susu cair, kemudian aduk rata.
4. Masukkan mentega cair, kemudian aduk rata hingga adonan lembut dan tidak ada gumpalan-gumpalannya, teksturnya seperti susu kental manis, kalau terlalu kental bisa ditambah susu cair.
5. Panaskan minyak zaitun di atas penggorengan.
6. Masukkan oreo ke dalam adonan, kemudian goreng hingga kecoklatan.
7. Oreo Goreng siap disantap.
Bagaimana? Mudah sekali bukan. Oreo Goreng mantab disantap saat hangat. Fisikly agak mirip pisang goreng. Tapi rasanya sama sekali berbeda. Oreonya menjadi lunak dan creamnya melting. Tapi, rasa Oreonya memang sangat dominan, dan rasanya sangat manis. Kalau takut enek, bisa ditambahkan parutan keju cheddar. Tambah mangstabs deh.

Ayo dicoba. Dari pada bengong nggak ada kerjaan. :)
Love, Meela xx.
Kamis, 24 Februari 2011
Ini Baru Liburan - Part 2
Ngerasa bersalah juga sih telah tidak menyelesaikan sebuah kisah yang sangat seru. Jadi, Mila akan melanjutkan cerita tentang liburan Mila di Kuala Lumpur kemarin.
Sabtu, 19 Februari 2010.
Pukul 06.00 Mila bangun dari tidur yang hanya sekejap mata, lalu sholat, ngobrol-ngobrol sebentar sama Wita, dan mandi. Mandi saat itu adalah mandi paling "bersemangat" seumur hidup Mila. Nggak tau kenapa.
Sekitar pukul 07.00 Mila dan Wita sudah siap untuk berpetualang seharian (lagi). First destination adalah Universiti Malaya. Masak udah jauh-jauh ke Kuala Lumpur nggak mampir di kampus yang paling "wah" di sana? Rugi dong. Untungnya, karena weekend, kampusnya nggak begitu ramai, dan Mila bisa bebas foto-foto di sana. UM bener-bener gede cemans, di sana sampai ada halte bus, zebra cross lengkap dengan traffic light dan pencetan buat pejalan kaki. Kalo di Indonesia, apalagi Malang mah, boro-boro.




Setelah selesai berfoto-foto-ria di UM, Mila dan Wita cabut ke Bukit Bintang tempat keluarga Mila menginap. Sebelum ke hotel, Mila mampir dulu ke KFC di perempatan dekat hotel. Tapi, ternyata menu untuk sarapan di sana cuma ada nasi ayam, bubur, dan burger. Karena nasi ayamnya habis, akhirnya Mila makan burger aja seharga 4 ringgitan plus ppm. Isinya ayam tanpa tulang dan telur dadar. Tapi ukurannya kecil.
Sekitar jam 13.00, Mila, Wita, sama adek-adek Mila maen di Berjaya Time's Square Theme Park. Berjaya Time's Square itu adalah mall yang cukup besar di daerah Imbi. Di sana ada semacam Dunia Fantasi tapi di dalam mall, namanya Theme Park. Tiket masuknya 43 RM untuk dewasa dan 33 RM untuk anak-anak. Tapi itu harga untuk foreigner, kalo untuk bumi putera atau peri bumi, harganya jauh lebih murah. Di sana wahana permainnya nggak begitu banyak, tapi memang pantas sekali lah harga semahal itu, karena benar-benar asyik sekali di sana! ada 6 wahana yang menantang adrenalin. Mila lupa namanya apa aja, pokoknya ada semacam tornado, roller coaster, columbus, dropzon, dan permainan puter-puter tapi yang luar biasa ekstrem. Bikin teriak-teriak, nangis-nangis, mual-mual, ketawa-ketawa, dan bahkan muntah-muntah. Tapi bener-bener nggak rugi deh maen di sana. Selain itu juga ada belasan wahana yang "aman" untuk anak-anak seperti kereta, bus, komidi putar, bom-bom car, dan permainan seperti di TimeZone yang harus pakai koin. Juga ada rumah hantu, tapi harus bayar lagi per orang 9 RM.





Setelah puas maen-maen, kemudian makan siang dan sholat, Mila langsung cabut ke KLS mau naik kereta ke Singapura. Karena keretanya berangkat jam 23.00, sedangkan waktu itu masih pukul 19.00, jadi Mila harus menunggu selama sekitar 4 jam. Tapi, karena KLS itu besar, Mila jadi nggak bosen. Di KLS apa aja ada deh. Mila juga sempet pijet pake kursi pijet. Bayarnya cuma 1 ringgit per 3 menit. Lumayan lah, agak enakan nih badan. Terus Mila juga sempet mainan mesin peramal garis tangan. Mila cuma iseng-iseng sih. Caranya, masukin uang koin di tempat masukinnya, terus taruh tangan di mulut patung sampai lampunya berubah, terus kertas hasil ramalannya akan keluar sendiri. Bayarnya cuma 50 sen kalo nggak salah. Hasil dari ramalannya adalah seperti ini:
Hahahi, begitulah hasil ramalannya. It's just for fun kok cemans. Jangan terlalu percaya yang beginian.
Sekitar jam 21.00 dateng rombongan orang indonesia dari Bogor. Mereka adalah rombongan dari salah satu SMP Negeri di Bogor, dan sedang mengadakan studi banding di Kuala Lumpur. Nah, karena lagi di Luar Negeri, akhirnya sekalian deh, mereka mampir ke Singapur. Mila sempet ngobrol-ngobrol sama mereka. Karena selama di Malaysia itu Mila jarang sekali ngomong, soalnya bingung mau ngomong apa. Nah, pas ketemu orang Indonesia, rasanya pengen ngobrol terus deh.
Dan jam 23.00, kereta ke Singapura datang!! Petualangan berlanjut di Singapura dan Batam.
Bersambung
Sabtu, 19 Februari 2010.
Pukul 06.00 Mila bangun dari tidur yang hanya sekejap mata, lalu sholat, ngobrol-ngobrol sebentar sama Wita, dan mandi. Mandi saat itu adalah mandi paling "bersemangat" seumur hidup Mila. Nggak tau kenapa.
Sekitar pukul 07.00 Mila dan Wita sudah siap untuk berpetualang seharian (lagi). First destination adalah Universiti Malaya. Masak udah jauh-jauh ke Kuala Lumpur nggak mampir di kampus yang paling "wah" di sana? Rugi dong. Untungnya, karena weekend, kampusnya nggak begitu ramai, dan Mila bisa bebas foto-foto di sana. UM bener-bener gede cemans, di sana sampai ada halte bus, zebra cross lengkap dengan traffic light dan pencetan buat pejalan kaki. Kalo di Indonesia, apalagi Malang mah, boro-boro.




Setelah selesai berfoto-foto-ria di UM, Mila dan Wita cabut ke Bukit Bintang tempat keluarga Mila menginap. Sebelum ke hotel, Mila mampir dulu ke KFC di perempatan dekat hotel. Tapi, ternyata menu untuk sarapan di sana cuma ada nasi ayam, bubur, dan burger. Karena nasi ayamnya habis, akhirnya Mila makan burger aja seharga 4 ringgitan plus ppm. Isinya ayam tanpa tulang dan telur dadar. Tapi ukurannya kecil.
Sekitar jam 13.00, Mila, Wita, sama adek-adek Mila maen di Berjaya Time's Square Theme Park. Berjaya Time's Square itu adalah mall yang cukup besar di daerah Imbi. Di sana ada semacam Dunia Fantasi tapi di dalam mall, namanya Theme Park. Tiket masuknya 43 RM untuk dewasa dan 33 RM untuk anak-anak. Tapi itu harga untuk foreigner, kalo untuk bumi putera atau peri bumi, harganya jauh lebih murah. Di sana wahana permainnya nggak begitu banyak, tapi memang pantas sekali lah harga semahal itu, karena benar-benar asyik sekali di sana! ada 6 wahana yang menantang adrenalin. Mila lupa namanya apa aja, pokoknya ada semacam tornado, roller coaster, columbus, dropzon, dan permainan puter-puter tapi yang luar biasa ekstrem. Bikin teriak-teriak, nangis-nangis, mual-mual, ketawa-ketawa, dan bahkan muntah-muntah. Tapi bener-bener nggak rugi deh maen di sana. Selain itu juga ada belasan wahana yang "aman" untuk anak-anak seperti kereta, bus, komidi putar, bom-bom car, dan permainan seperti di TimeZone yang harus pakai koin. Juga ada rumah hantu, tapi harus bayar lagi per orang 9 RM.





Setelah puas maen-maen, kemudian makan siang dan sholat, Mila langsung cabut ke KLS mau naik kereta ke Singapura. Karena keretanya berangkat jam 23.00, sedangkan waktu itu masih pukul 19.00, jadi Mila harus menunggu selama sekitar 4 jam. Tapi, karena KLS itu besar, Mila jadi nggak bosen. Di KLS apa aja ada deh. Mila juga sempet pijet pake kursi pijet. Bayarnya cuma 1 ringgit per 3 menit. Lumayan lah, agak enakan nih badan. Terus Mila juga sempet mainan mesin peramal garis tangan. Mila cuma iseng-iseng sih. Caranya, masukin uang koin di tempat masukinnya, terus taruh tangan di mulut patung sampai lampunya berubah, terus kertas hasil ramalannya akan keluar sendiri. Bayarnya cuma 50 sen kalo nggak salah. Hasil dari ramalannya adalah seperti ini:
THE MOUTH OF TRUTH
tells you that:
mv - ms 362
mt - ld 300
mv - ls 921
mm - td 452
x - y 695
You tend to be aggresive to satisfy your instrincts.
You are extremely sensitive and have very fine taste.
You are evasive and not over loyal.
Do small things as if they were great.
Love and marriage will bring you prestige.
You find it difficult to apply yourself to something constructive and you rapidly lose interest in what you are doing.
Life *******
Love *******
Luck *****
Health *********
Sex ******
Hahahi, begitulah hasil ramalannya. It's just for fun kok cemans. Jangan terlalu percaya yang beginian.
Sekitar jam 21.00 dateng rombongan orang indonesia dari Bogor. Mereka adalah rombongan dari salah satu SMP Negeri di Bogor, dan sedang mengadakan studi banding di Kuala Lumpur. Nah, karena lagi di Luar Negeri, akhirnya sekalian deh, mereka mampir ke Singapur. Mila sempet ngobrol-ngobrol sama mereka. Karena selama di Malaysia itu Mila jarang sekali ngomong, soalnya bingung mau ngomong apa. Nah, pas ketemu orang Indonesia, rasanya pengen ngobrol terus deh.
Dan jam 23.00, kereta ke Singapura datang!! Petualangan berlanjut di Singapura dan Batam.
Bersambung
Rabu, 23 Februari 2011
Ini Baru Liburan - Part 1
Halo, dunia!
Seperti yang sudah Mila ceritakan sebelumnya, Mila sekarang sudah semester empat! Wah, nggak kerasa ya, Mila sudah menuntaskan tiga semester di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan lancar jaya. Meskipun cuma kupu-kupu dan kadang-kadang kumol-kumol, tapi IP Mila alhamdulillah lumayan memuaskan.
Beberapa hari sebelum semester empat dimulai, Mila jalan-jalan ke Kuala Lumpur (KL) bersama Ayah, Uni, dan Ibad. Di KL, Mila ditemani oleh Wita, teman Mila waktu SD dan SMP. Wita kuliah di Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, yang mana adalah salah satu universitas negeri terbaik di Malaysia, semacam UInya Malaysia gitu deh.

Oke, ini lah kegiatan Mila selama di Kuala Lumpur (serta Singapur dan Batam)..
Jumat, 18 Februari 2011.
Pagi-pagibuta, tepatnya pukul 01.00 dini hari, Mila sudah mandi dan dandan yang cantik sekali. Setelah itu Mila berangkat ke Juanda Airport diantar oleh Khalid. Ternyata perjalanan Malang-Surabaya sangat lancar jaya dan hasilnya Mila sampai Juanda kepagian. Akhirnya, Mila breakfast dulu di McD Waru dan shalat Subuh di Masjid Juanda. Pukul 06.00 pesawat Air Asia QZ 7617 tujuan Kuala Lumpur take off dengan mulus dan berhasil landing di LCC Terminal, Kuala Lumpur sekitar pukul 10.00 waktu Kuala Lumpur atau pukul 09.00 WIB.
Dari LCC Terminal, Mila naik Bus ke KLS (KL Senter) sekitar kurang lebih dua jam perjalanan. Di KLS, Wita sudah menunggu kedatangan Mila. Tujuan pertama setelah sampai di KLS adalah pergi ke Bukit Bintang (BB) dan check-in Hotel. BB itu merupakan pusat kota Kuala Lumpur. Di sana banyak sekali hotel, mall, restoran, dan coffe shop.

Kemudian, setelah Ayah dan Ibad selesai jumatan, atau sekitar pukul 15.00 waktu Malaysia, kami melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah restoran Nasi Ayam di dekat hotel tempat Mila menginap. Nasi Ayam adalah salah satu makanan khas Malaysia disamping Nasi Lemak. Hmm, rasanya aneh. Tapi karena Mila akan berpetualangan seharian, terpaksa Mila habiskan Nasi Ayamnya sampai ludes.
Setelah perut kenyang dan energi kembali terisi penuh, Mila melanjutkan perjalanan ke KLCC. Awalnya Mila nggak tau KLCC itu apa. Ternyata KLCC itu semacam mall yang letaknya berdekatan dengan menara Petronas yang merupakan "bangunan wajib difoto" apabila kita pergi ke Kuala Lumpur. Di KLCC dan Petronas, Mila puas foto-foto. Meskipun panas, meskipun pegel, tapi foto-foto tetep harus berjalan.
Ini dia, foto-foto Mila selama di Suria KLCC dan menara Petronas.





Oh, iya, sebelum sampai di KLCC, Mila harus jalan lumayan jauh, dan melewati mall yang cukup besar, yaitu Pavilion. Di pavilion ini banyak sekali toko-toko baju, tas, dan segala jenis fashion item yang bermerek. Harganya disana juga "nol"nya banyak-banyak. Mila sempet foto-foto di sana juga lo.


Setelah puas foto-foto, kemudian Mila naik LRT dari KLCC menuju Pasar seni dan China Town. Di Pasar Seni dan China Town kita bisa membeli oleh-oleh khas Malaysia. Kalu di Pasar Seni, harganya agak susah di tawar, tapi lumayan miring, karena harganya emang harga pas. Kalau di China Town, harganya dinaikin dulu sama penjualnya, kita harus pinter-pinter nawar. Kata Wita, di sana banyakpenipu jadi kita harus hati-hati, jangan sampai kita tertipu.


Setelah maghrib, Ayah capek, jadi, kami nganterin Ayah dulu ke hotel, dan kembali berpetualang di Bukit Bintang. Menikmati suasana malam sabtu yang penuh dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Dari melayu, chinese, arab, sampai western people juga ada. Kemudian Mila makan di foodcourt Pavilion, dan mengantar Ibad dan Uni ke hotel. Setelah itu, Mila dan Wita melanjutkan petualangan ke kontrakan Wita yang letaknya lumayan jauh. Kami harus naik LRT dan naik taksi. Lelah. Capek. Tapi seru banget!
Foto-fotonya terlalu banyak, bisa dilihat di Facebook Mila. :D
Ternyata lebih panjang dari yang Mila pikirkan. Karena sekarang sudah mau maghrib, ceritanya lanjut kapan-kapan lagi ya. Well, sebenarnya bukan karena mau maghrib atau apa, Mila memulai menulis postingan ini sekitar waktu ashar, dan sampai mau maghrib Mila belum menyelesaikannya. Sepertinya hati dan pikiran Mila lagi nggak enak. Atau lagi nggak mood cerita. Nanti Malam Mila mau nyoba nulis yang agak serius deh. Semoga hasilnya nggak seperti ini. Amin.
P.S: Maaf kata-katanya belepotan dan ceritanya nggak selesai. >.<
Love, Meela xx.
Seperti yang sudah Mila ceritakan sebelumnya, Mila sekarang sudah semester empat! Wah, nggak kerasa ya, Mila sudah menuntaskan tiga semester di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan lancar jaya. Meskipun cuma kupu-kupu dan kadang-kadang kumol-kumol, tapi IP Mila alhamdulillah lumayan memuaskan.
Beberapa hari sebelum semester empat dimulai, Mila jalan-jalan ke Kuala Lumpur (KL) bersama Ayah, Uni, dan Ibad. Di KL, Mila ditemani oleh Wita, teman Mila waktu SD dan SMP. Wita kuliah di Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, yang mana adalah salah satu universitas negeri terbaik di Malaysia, semacam UInya Malaysia gitu deh.

Oke, ini lah kegiatan Mila selama di Kuala Lumpur (serta Singapur dan Batam)..
Jumat, 18 Februari 2011.
Pagi-pagi
Dari LCC Terminal, Mila naik Bus ke KLS (KL Senter) sekitar kurang lebih dua jam perjalanan. Di KLS, Wita sudah menunggu kedatangan Mila. Tujuan pertama setelah sampai di KLS adalah pergi ke Bukit Bintang (BB) dan check-in Hotel. BB itu merupakan pusat kota Kuala Lumpur. Di sana banyak sekali hotel, mall, restoran, dan coffe shop.

Kemudian, setelah Ayah dan Ibad selesai jumatan, atau sekitar pukul 15.00 waktu Malaysia, kami melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah restoran Nasi Ayam di dekat hotel tempat Mila menginap. Nasi Ayam adalah salah satu makanan khas Malaysia disamping Nasi Lemak. Hmm, rasanya aneh. Tapi karena Mila akan berpetualangan seharian, terpaksa Mila habiskan Nasi Ayamnya sampai ludes.
Setelah perut kenyang dan energi kembali terisi penuh, Mila melanjutkan perjalanan ke KLCC. Awalnya Mila nggak tau KLCC itu apa. Ternyata KLCC itu semacam mall yang letaknya berdekatan dengan menara Petronas yang merupakan "bangunan wajib difoto" apabila kita pergi ke Kuala Lumpur. Di KLCC dan Petronas, Mila puas foto-foto. Meskipun panas, meskipun pegel, tapi foto-foto tetep harus berjalan.
Ini dia, foto-foto Mila selama di Suria KLCC dan menara Petronas.





Oh, iya, sebelum sampai di KLCC, Mila harus jalan lumayan jauh, dan melewati mall yang cukup besar, yaitu Pavilion. Di pavilion ini banyak sekali toko-toko baju, tas, dan segala jenis fashion item yang bermerek. Harganya disana juga "nol"nya banyak-banyak. Mila sempet foto-foto di sana juga lo.


Setelah puas foto-foto, kemudian Mila naik LRT dari KLCC menuju Pasar seni dan China Town. Di Pasar Seni dan China Town kita bisa membeli oleh-oleh khas Malaysia. Kalu di Pasar Seni, harganya agak susah di tawar, tapi lumayan miring, karena harganya emang harga pas. Kalau di China Town, harganya dinaikin dulu sama penjualnya, kita harus pinter-pinter nawar. Kata Wita, di sana banyak


Setelah maghrib, Ayah capek, jadi, kami nganterin Ayah dulu ke hotel, dan kembali berpetualang di Bukit Bintang. Menikmati suasana malam sabtu yang penuh dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Dari melayu, chinese, arab, sampai western people juga ada. Kemudian Mila makan di foodcourt Pavilion, dan mengantar Ibad dan Uni ke hotel. Setelah itu, Mila dan Wita melanjutkan petualangan ke kontrakan Wita yang letaknya lumayan jauh. Kami harus naik LRT dan naik taksi. Lelah. Capek. Tapi seru banget!
Foto-fotonya terlalu banyak, bisa dilihat di Facebook Mila. :D
Ternyata lebih panjang dari yang Mila pikirkan. Karena sekarang sudah mau maghrib, ceritanya lanjut kapan-kapan lagi ya. Well, sebenarnya bukan karena mau maghrib atau apa, Mila memulai menulis postingan ini sekitar waktu ashar, dan sampai mau maghrib Mila belum menyelesaikannya. Sepertinya hati dan pikiran Mila lagi nggak enak. Atau lagi nggak mood cerita. Nanti Malam Mila mau nyoba nulis yang agak serius deh. Semoga hasilnya nggak seperti ini. Amin.
P.S: Maaf kata-katanya belepotan dan ceritanya nggak selesai. >.<
Love, Meela xx.
Langganan:
Postingan (Atom)




















