Selasa, 21 Maret 2017
REVIEW: Gendongan Kaos MyBabyPouch
Kamis, 09 Maret 2017
Common New Mother's Problems
I wonder what a good mother would do when she has the same situation as I have these several days.
My Babies on My Bed
My beautiful little baby (the little one) was an ASI monster before. She drank sooooo much ASI. Until one night, I was so tired, and I gave her ASI only from my left breast. The next morning, my left breast became sooooo full--every breastfeeding mother will understand this. Because it was so full, my nipple, which is a little bit too small, became flat and she refused to drink from my left breast. I pushed her, because I knew, if I didn't, she won't drink ASI from my left breast forever. Aaaaand, the problem's coming, she was upset. And, I don't know why, since that day, everytime I tried to give her ASI, she became cranky. Well not always, but most of time. And the worst part is she has a very very very loud voice, even Suster who came to visit me on the first 10 days after I came home from the hospital said "dari lahir ini, suaranya paling kenceng sendiri, sampe kalau dia nangis, bayi2 di ruang bayi langsung diem semua".
My beautiful little baby became more cranky at night. And according to my intuition as a mother, She has colic. She drinks enough ASI (when she doesn't refuse my breast, she drinks like glek glek glek, and her diapers always get wet), I change her diaper almost every 4 hours or less (except when she sleeps at night, after her long cranky, I change her diaper after 6 hours), but she keeps cranky and my breast, my hug, even her Father's can't calm her. And it happens almost every night, until she gets tired crying and screaming.
My daughter also has allergies. People say when you are a breastfeeding mother you should eat more food because half of what you eat will be eaten by your baby. So, I ate everything I want. Until one day, there are thousands pimples on my daughter face and her body. Since that day, I don't eat almost everything. I don't drink milk, I don't eat chesse, chocolate, seafood, and everything with high protein.
Her stomach is way too sensitive. If I eat "something wrong", she pups like every hour everyday. She also can have hiccup and reflux easily. It's hard to burp her. This makes my daughter cranky too.
When my baby daughter was cranky, I always hold her in my arms. Along that cranky moment, her brother, my baby boy, was playing alone, sometimes with his Father. He enjoys playing alone, but he's still my baby boy who likes to play with his Mother and needs attention from me. He rarely gets cranky, but he usually become quiet. It really breaks my heart.
No, it doesn't make me stressed. But, if I am sleepy or tired, it makes me cranky. And almost every night when my baby daughter was cranky, at the same time, I was tired. It's because the previous night I didn't get enough sleep, I had to wake up in the morning and finished all the household chores, also took care of my babies, and I couldn't take a nap because when I was ready to take a nap, it was the time I must bathe my babies, and then another cranky night was coming. When I'm cranky, I grunt a lot, I want to cry with no reason, the cranky itself is the reason why.
The cranky moment was over, my baby daughter slept peacefully, and then I started feeling guilty, baby blues was coming. I thought I was failed being a good mother. I was afraid that my baby would hate me because I couldn't calm herself and myself when we're cranky.
But I realize, I am not alone. There are millions new mothers who feel the same. Breastfeeding problems, colic, and allergies are very common in new mother's life. This, too, shall past. Everything in life is temporary. The main key of these problems is yourself. Whether you want to be happy or not. It's all your choice.
New mother should find something that makes her happy. For me, my happiness is my husband being nice to me (I hope he reads this 😝). But I also found my happines in shopping (I hope my husband reads this too 😂), hanging out and having a little chit chat with my friends, getting a surprise (but not a bad one), and watching my little family's happy faces. What's yours? 😉
Love,
Bunda Meela ❤
Sabtu, 04 Maret 2017
I'm Coming Back
Kamis, 01 Mei 2014
Graduated
Looking for graduation photos? Sayangnya, saya masih belum sempat ikut prosesi wisuda. Karena, saya harus menunggu Kakak saya--yang juga baru mendapat gelar sarjana--menyelesaikan hal-hal terkait wisuda yang cukup banyak. Kami ingin wisuda di hari yang sama. :D
Sedikit tidak menyangka, sekarang saya sudah jadi sarjana. Lebih tidak menyangka lagi, saya harus menjalani studi saya lebih dari waktu yang ditargetkan, yaitu 4 tahun. Tapi, Alhamdulillah, here I am, graduated and so much happier.
Terimakasih untuk Ayah, Ibu, Kakak, Adik, teman-teman, dosen dan karyawan, serta semua pihak yang secara langsung maupun secara tak langsung telah membantu saya dalam menyelesaikan studi saya. Terimakasih untuk pengunjung, pembaca, dan mereka yang meninggalkan jejak di blog ini. Terimakasih untuk pasangan saya, yang Alhamdulillah, selalu mencintai saya.
Sibuk apa? Sudah kerja? Saya sekarang sibuk berbahagia dan "bekerja" dengan bahagia. Saya juga sedang menunggu kebahagiaan besar lain. Alhamdulillah.
To Take a Picture or Not To Take a Picture
Saat anda sedang pergi ke suatu tempat, khususnya untuk berlibur, entah itu ke taman hiburan, pegunungan, pantai, atau tempat berlibur lainnya, apakah anda lebih sibuk dengan kamera atau handphone atau tablet anda untuk mengambil gambar? Atau anda menyimpan rapat-rapat semua gadget anda dan menikmati apa yang telah disuguhkan serta menikmati kebersamaan dengan partner berlibur atau keluarga anda?
Banyak orang saat ini yang lebih memilih untuk sibuk dengan gadgetnya untuk mengambil gambar. Lebih tepatnya, mengambil gambar diri mereka di setiap spot yang mereka temui. Dan sebagian besar dari mereka, melakukan hal tersebut untuk mempublikasikan pada dunia (maya), bahwa mereka sedang atau pernah ke tempat tersebut. Mereka biasanya mengupload gambar-gambar mereka ke jejaring sosial, seperti Instagram dan Facebook, atau yang sedang ngehits saat ini: Path.
Di kota tempat saya tinggal, Malang, baru-baru ini sedang dihebohkan oleh satu tempat hiburan baru, yaitu Museum Angkut (@MuseumAngkut). Museum Angkut terletak di kota Batu. Lokasi Museum Angkut dekat dari Kusuma Agro Wisata, dan tidak begitu jauh dari Kompleks Jatim Park, yaitu Jawa Timur Park 1, Museum Satwa dan Secret Zoo, Eco Green Park, dan Batu Night Spectacular.
Museum Angkut merupakan perpaduan antara edukasi, hobi, koleksi, komunitas, serta legenda movie star dunia, begitu kata mereka. Museum Angkut buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga pukul 20.00. Harga tiketnya adalah IDR 50K untuk weekdays dan IDR 75K untuk weekend, plus additional charge untuk kamera sebesar IDR 30K. Namun jika anda mengunjungi Museum Angkut di atas pukul 19.00, ada harga tiket khusus, yaitu hanya IDR 30K untuk weekdays, dan IDR 50K untuk weekend. Harga tiket khusus di atas pukul 19.00 tersebut sudah termasuk additional charge untuk kamera. Saya menyarankan, sebaiknya anda datang pada saat weekday pukul 19.00 saja. Satu jam saja insyaAllah sudah cukup untuk melintasi semua rute. Selain harga yang harus anda bayar jauh lebih murah, saat weekday dan malam hari, Museum Angkut tidak begitu ramai, sehingga anda bisa benar-benar menikmati apa yang ada di sana. Bagi anda yang mau taking pictures, juga lebih leluasa kalau malam hari, dan no additional charge for your cameras.
Berbicara tentang Museum Angkut, kemarin, saya akhirnya memutuskan untuk “mencicipinya” bersama pasangan saya. Sebelumnya, saat merencanakan untuk pergi ke sana, saya mengatakan pada pasangan saya “Museum Angkut itu tempatnya foto-foto lo, Sayang. Kalau sayang nggak mau motoin aku, berarti sayang harus mau aku foto di sana”, dan pasangan saya menjawab “Sip! Beres!”. Tapi, kenyataannya jauh sangat berbeda. Pasangan saya sibuk melihat-lihat semua koleksi mobil yang ada di Museum Angkut. Ya, pasangan saya memang sangat “jatuh cinta” pada mobil.
Pasangan saya bilang, “Buat apa sih sibuk ngambil foto sana-sini, yang ada malah nggak bisa menikmati apa yang ada”. Menurut saya, ada benarnya juga sih. Saya melihat, semua orang yang datang ke sana lebih sibuk dengan gadgetnya, dan saya rasa, hanya gambar-gambar itu lah yang mereka dapatkan, tidak lebih.
Tapi, menurut saya, tidak ada salahnya juga mengabadikan momen indah bersama pasangan atau keluarga. Dulu, saat saya masih kecil, Ayah saya yang seorang jurnalis saat di bangku kuliah, suka sekali mengabadikan gambar saat keluarga kami pergi berlibur. Di rumah, banyak sekali foto-foto liburan kami, yang membuat kami terbawa ke masa lalu saat melihatnya. Sayangnya, kebiasaan itu berubah seiring perubahan jaman. Era digital membuat Ayah saya tidak lagi mencetak foto liburan kami, kadang kala file foto kami juga hilang entah ke mana.
So, what do think? Is it necessary to take pictures during your holiday? Kalau untuk saya, mengabadikan momen indah bersama orang-orang tercinta itu cukup penting, tapi jangan sampai kita terlalu disibukkan dengan gadget kita sehingga kita malah tidak bisa menikmati momen indah tersebut.